Berbakti Kepada Ibu

Berbakti Kepada Ibu
22 March 2026

Hadist nomor 3.

ﺣَﺪﱠﺛَﻨَﺎ ﺃَﺑُﻮ ﻋَﺎﺻِﻢٍ، ﻋَﻦ ْ ﺑَﻬْﺰ ِ ﺑْﻦ ِ ﺣَﻜِﻴﻢٍ، ﻋَﻦ ْ ﺃَﺑِﻴﻪِ، ﻋَﻦ ْ ﺟَﺪﱢﻩِ، ﻗُﻠْﺖ:ﱡﻳَﺎ ﺭَﺳُﻮﻝ َ ﺍﻟﻠﻪِ، ﻣَﻦ ْ ﺃَﺑَﺮ؟َﻗَﺎﻝ:ﺃُﻣﱠﻚَ،ُﻗُﻠْﺖ:ﱡﻣَﻦ ْ ﺃَﺑَﺮ؟َﻗَﺎﻝ:ُ ﺃُﻣﱠﻚَ ﻗُﻠْﺖ:ﱡﻣَﻦ ْ ﺃَﺑَﺮ؟َﻗَﺎﻝ:ُﺃُﻣﱠﻚَ، ﻗُﻠْﺖ:ﱡﻣَﻦ ْ ﺃَﺑَﺮ؟َﻗَﺎﻝ:َﺃَﺑَﺎﻙَ، ﺛُﻢ ﱠ ﺍﻷَﻗْﺮَﺏ َ ﻓَﺎﻷَﻗْﺮَﺏ

Abu 'Ashim mengabarkan kepada kami, ia berkata, dari Bahz bin Hakim, dari ayahnya dari kakeknya, " Aku bertanya kepada Rosululloh, wahai Rosululloh kepada siapa aku berbakti? Beliau bersabda, Ibumu, aku bertanya lagi, lalu ? ibumu, jawab beliau, lalu aku bertanya lagi, lalu? Beliau menjawab Ibumu, aku bertanya lagi,  lalu? Ayahmu, lalu orang yang terdekat lalu yang terdekat. [Hasan, diriwayatkan juga oleh Ahmad, Abu Daud dan At-Tarmizi]

maksud dari kalimat ynag terdekat dari hadis nomor 3 ini adalah berbuat baik kepada kerabat yang lebih dekat hubungan kekeluargaannya kemudian seterusnya kepada yang lainnya.

Kandungan hadist ini adalah:

  1. Kewajiban berbakti kepada kedua orang tua dan haramnya durhaka kepada mereka
  2. Ridho ibu lebih didahulukan daripada ridho ayah. ibu lebih diperlakukan dengan baik karena ia telah menjalani kesulitan ketika hamil, melahirkan dan menyusui.
  3. Perintah untuk bebakti kepada sanak saudara sesuai dengan urutan kekerabatannya.

Hadist nomor 4.

 ﺣَﺪﱠﺛَﻨَﺎ ﺳَﻌِﻴﺪ ُ ﺑْﻦ ُ ﺃَﺑِﻲ ﻣَﺮﻳَﻢَ، ﻗَﺎﻝ:َﺃَﺧْﺒَﺮَﻧَﺎ ﻣُﺤَﻤﱠﺪ ُ ﺑْﻦ ُ ﺟَﻌْﻔَﺮ ِ ﺑْﻦ ِ ﺃَﺑِﻲ ﻛَﺜِﻴﺮ ٍ ﻗَﺎﻝ:َِ ﺃَﺧْﺒَﺮَﻧِﻲ ﺯَﻳْﺪ ُ ﺑْﻦ ُ ﺃَﺳْﻠَﻢَ، ﻋَﻦ ْ ﻋَﻄَﺎء ِ ﺑْﻦ ِ ﻳَﺴَﺎﺭٍ، ﻋَﻦ ﺍﺑْﻦ ِ ﻋَﺒﱠﺎﺱٍ، ﺃَﻧﱠﻪ ُ ﺃَﺗَﺎﻩ ُ ﺭَﺟُﻞ ٌ ﻓَﻘَﺎﻝ:َﺇِﻧﱢﻲ ﺧَﻄَﺒْﺖ ُ ﺍﻣْﺮَﺃَﺓً، ﻓَﺄَﺑَﺖ ْ ﺃَﻥ ْ ﺗَﻨْﻜِﺤَﻨِﻲ، ﻭَﺧَﻄٍ ﺒَﻬَﺎ ﻏَﻴْﺮِﻱ، ﻓَﺄَﺣَﺒﱠﺖ ْ ﺃَﻥ ْ ﺗَﻨْﻜِﺤَﻪُ، ﻓَﻐِﺮْﺕ ُ ﻋَﻠَﻴْﻬَﺎ ﻓَﻘَﺘَﻠْﺘُﻬَﺎ، ﻓَﻬَﻞ ْ ﻟِﻲ ﻣِﻦ ْ ﺗَﻮْﺑَﺔ؟َﻗَﺎﻝ:ٌﺃُﻣﱡﻚ َ ﺣَﻴﱠﺔ؟َﻗَﺎﻝ:َﻻَ، ﻗَﺎﻝ:َﺗُﺐ ْ ﺇِﻟَﻰ ﺍﻟﻠﻪ ِ ﻋَﺰ ﱠ ﻭَﺟَﻞﱠ، ﻭَﺗَﻘَﺮﱠﺏ ْ ﺇِﻟَﻴْﻪ ِ ﻣَﺎ ﺍﺳْﺘَﻄَﻌْﺖ.َﻓَﺬَﻫَﺒْﺖ ُ ﻓَﺴَﺄَﻟْﺖ ُ ﺍﺑْﻦٍ ﻋَﺒﱠﺎﺱ:ِﻟِﻢ َ ﺳَﺄَﻟْﺘَﻪ ُ ﻋَﻦ ْ ﺣَﻴَﺎﺓ ِ ﺃُﻣﱢﻪ؟َﻓَﻘَﺎﻝ:ِﺇِﻧﱢﻲ ﻻ َ ﺃَﻋْﻠَﻢ ُ ﻋَﻤَﻼ ً ﺃَﻗْﺮَﺏ َ ﺇِﻟَﻰ ﺍﻟﻠﻪ ِ ﻋَﺰ ﱠ ﻭَﺟَﻞ ﱠ ﻣِﻦ ْ ﺑِﺮ ﱢ ﺍﻟْﻮَﺍﻟِﺪَﺓ

Sa'id bin Abi Maryam mengabrakan kepada kami, ia berkata Muhammad bin Ja'far bin Abi Katsir mengabarkan kepada kami ia berkata, ZAid bin Abi Aslam mengabarkan kepadaku dari 'Atha bin Yasar, dari Abdullah bin Abbas bahwa seorang laki-laki mendatanginya lalu berkata. Aku meminang seorang wanita, tetapi wanita itu menolak pinanganku dan (setelah kedatangnku) seorang laki-laki datang meminangnyadan ia menerimanya, aku cemburu kepada wanita itu dan lalu membunuhnya, apakah ada taubat untukku? ibnu Abbas lalu bertanya, Apakah ibumu masih hidup? dia menjawab tidak, Ibnu Abbas lalu berkata bertaubatlah kepada Allah ﷻ dan mendekatlah kepada-Nya semampumu. Aku ('Atha) mendatangi ibnu Abbas lalu bertanya kepadanya, Mengapa engaku bertanya kepadanya tentang hidupibunya? beliau menjawab aku tidak tahu amalan yang paling mendekatkan sesorang kepada Allah ﷻ melainkan dari berbakti kepada ibu. [Shahih juga diriwayatkan oleh Baihaqiy].

Kandungan hadis yang mulia ini adalah:

  1.  Bolehnya seorang laki-laki untuk datang melamar seorang wanita untuk dinikahi
  2.  Bolehnya seorang wanita menolak pinangan jika ia tidak menyetujui
  3.  Perhatian bagi seorang laki-laki bahwa cemburu dapat menimbulkan amarah yang dapat mencelakai
  4.  seorang pelaku pembunuhan seharusnya melakukan taubat nasuha dengan mendekatkan diri kepada Allah semampunya
  5.  Berbakti kepada ibu dapat mendekatkan diri kepada Allah ﷻ bagi seorang pelaku maksiat dibandingkan bentuk ketaatan lainnya. 
D'Win