BI Modul Ajar Kecerdasan BisnisBusiness Intelligence · Doni Winarso
Universitas Muhammadiyah Riau · Fakultas Ilmu Komputer · Sistem Informasi

Modul Ajar Kecerdasan Bisnis (Business Intelligence)

Materi kuliah 16 pertemuan yang disusun mengikuti Rencana Pembelajaran Semester (RPS). Setiap pertemuan bisa dibaca daring atau diunduh sebagai PDF/Word, satu per satu maupun seluruhnya.

Mata KuliahKecerdasan Bisnis
Kode / SKS / Semester04027060 · 3 SKS · Semester 7
Rumpun Mata KuliahMata Kuliah Pilihan (MP)
Tim Pengembang RPSSetiawan Ardi Wijaya, S.Kom., M.Kom.
Koordinator RMK / KaprodiEdo Arribe, S.Kom., MMSI
Waktu per pertemuan3 × 50 menit
Perangkat lunakMicrosoft Power BI Desktop, Microsoft Excel, Laragon (MySQL)
Perangkat kerasPC/Laptop, Infokus

Deskripsi Mata Kuliah

Mata kuliah ini membahas konsep dan penerapan Business Intelligence dalam mendukung pengambilan keputusan berbasis data. Topiknya mencakup arsitektur BI, proses ETL, data warehouse, analisis dan visualisasi data, serta perancangan dashboard interaktif. Mahasiswa dibekali keterampilan teknis, analitis, dan etis untuk mengolah data menjadi informasi yang bernilai bagi organisasi.

Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL)

KodeRumusan
CPL-S-01Bersikap religius dan menjunjung tinggi nilai-nilai Al Islam dan Kemuhammadiyahan, kemanusiaan, keanekaragaman, nasionalisme, serta mampu menjalankan kehidupan bermasyarakat dan bernegara secara taat hukum, bertanggung jawab, mandiri, dan berjiwa kewirausahaan.
CPL-KK-05Mampu merancang dan menggunakan database, serta mengolah dan menganalisa data dengan alat dan teknik pengolahan data.
CPL-KK-08Mampu memahami dan menerapkan kode etik dalam penggunaan informasi dan data pada perancangan, implementasi, dan penggunaan suatu sistem, serta mampu mengumpulkan, menganalisis, dan menginterpretasi data serta menerapkan prinsip etika dan keamanan digital dalam mendukung pengambilan keputusan berbasis data di lingkungan industri dan pemerintahan.

Pustaka

Utama

  1. Sharda, R., Delen, D., & Turban, E. (2023). Analytics, Data Science, & Artificial Intelligence: Systems for Decision Support (12th ed.). Pearson.
  2. Davenport, T. H., & Harris, J. G. (2017). Competing on Analytics: The New Science of Winning. Harvard Business Review Press.
  3. Moss, L. T., & Atre, S. (2003). Business Intelligence Roadmap: The Complete Project Lifecycle for Decision-Support Applications. Addison-Wesley.

Pendukung

  1. Vercellis, C. (2009). Business Intelligence: Data Mining and Optimization for Decision Making. Wiley.
  2. Kimball, R., & Ross, M. (2013). The Data Warehouse Toolkit: The Definitive Guide to Dimensional Modeling (3rd ed.). Wiley.
  3. Larose, D. T., & Larose, C. D. (2014). Discovering Knowledge in Data: An Introduction to Data Mining (2nd ed.). Wiley.
Pendahuluan

Peta Pertemuan & Penilaian

Setiap pertemuan memenuhi satu Sub-CPMK dan memiliki satu bentuk asesmen. Bobot di bawah ini mengikuti RPS.

Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK)

KodeKeteranganBobotCPL
CPMK 110Mampu menjelaskan konsep, prinsip, dan arsitektur Business Intelligence serta perannya dalam mendukung pengambilan keputusan organisasi berbasis data.10%CPL-S-01
CPMK 111Mampu mengumpulkan, mengolah, dan mengintegrasikan data dari berbagai sumber menggunakan tools Business Intelligence.25%CPL-KK-05
CPMK 112Mampu menerapkan metode analitik dan visualisasi data untuk menghasilkan insight yang relevan bagi pemangku kepentingan.25%CPL-KK-05
CPMK 113Mampu merancang dashboard interaktif serta laporan kinerja organisasi menggunakan perangkat BI sesuai kebutuhan pengguna.20%CPL-KK-05
CPMK 127Menunjukkan kemampuan bekerja kolaboratif dalam tim, berpikir kritis, serta menjaga integritas data dalam penerapan Business Intelligence.20%CPL-KK-08
Jumlah100%

Rencana 16 Pertemuan

Ke-Sub-CPMKMateriMetodeAsesmenBobot*
1110.1Konsep dasar BI, data-driven decision making, hubungan BI dengan SICeramah, diskusiUjian Tertulis25%
2110.2Arsitektur BI: ETL, data warehouse, OLAP, dashboardDiskusi, ceramahKuis40%
3110.3Peran BI dalam organisasi, contoh implementasi di industriPresentasiTugas35%
4111.1Identifikasi kebutuhan data (internal & eksternal, structured & unstructured)Diskusi, ceramahTugas35%
5111.2Proses ETL: extract, transform, load menggunakan toolsDiskusi, studi kasusUjian Tertulis40%
6111.3Integrasi data ke data warehouse, praktik dasar skema bintangDiskusi, presentasiPresentasi25%
7112.1Analisis deskriptif, prediktif, dan preskriptif pada datasetDiskusi, ceramahTugas35%
8112.2Visualisasi data (grafik, chart, KPI) dengan tools BIDiskusi, ceramahTugas35%
9112.3Evaluasi insight: relevansi, akurasi, kualitas informasiCase-Based LearningPresentasi30%
10113.1Prinsip perancangan dashboard efektif (user-centered design)Diskusi, ceramahTugas35%
11113.2Praktikum pembuatan dashboard interaktif (Power BI)Diskusi, ceramahTugas35%
12113.3Laporan BI yang mendukung keputusan strategisCase-Based LearningPresentasi30%
13127.1Kolaborasi dalam proyek BI (teamwork, agile approach)Kolaborasi tim, diskusiPresentasi25%
14127.2Isu etika dan hukum terkait data (privacy, security, bias)Diskusi, ceramahPresentasi25%
15127.3Refleksi kritis terhadap implementasi BI dan tantangan masa depanDiskusi, ceramahTugas25%
16127.4Proyek akhir: laporan kinerja berbasis BI untuk keputusan strategisCase-Based LearningPresentasi25%

*Bobot asesmen dihitung terhadap CPMK induknya. Contoh: Kuis pertemuan 2 menyumbang 40% nilai CPMK 110.

Cara Menghitung Nilai

Nilai CPMK  = Σ (skor Sub-CPMK × bobot asesmen)
Nilai Akhir = 0,10×CPMK110 + 0,25×CPMK111 + 0,25×CPMK112
            + 0,20×CPMK113 + 0,20×CPMK127

Contoh CPMK 111:
  P4 (Tugas) = 80, P5 (Ujian) = 75, P6 (Presentasi) = 90
  CPMK111 = 0,35×80 + 0,40×75 + 0,25×90 = 80,5

Karakteristik Pembelajaran

Sesuai RPS, perkuliahan bersifat interaktif, holistik, integratif, saintifik, kontekstual, tematik, efektif, kolaboratif, berpusat pada mahasiswa (SCL), dan mengintegrasikan nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK). Nilai AIK diangkat di beberapa pertemuan melalui kotak Integrasi AIK.

Pendahuluan

Studi Kasus Berjalan: Minimarket "Melayu Mart"

Agar materi saling terhubung, sebagian besar contoh memakai satu organisasi fiktif yang sama. Organisasi ini akan kita bangunkan sistem BI-nya dari nol hingga dashboard.

Profil Organisasi

Melayu Mart (fiktif) adalah jaringan 12 minimarket di Pekanbaru, Dumai, dan Kampar. Setiap toko memakai aplikasi kasir (POS) berbasis MySQL. Stok dicatat di Excel oleh bagian gudang, program member dikelola lewat Google Form, dan ulasan pelanggan masuk melalui media sosial.

Pemangku kepentinganPertanyaan bisnis yang ingin dijawab
DirekturBagaimana tren pendapatan dan laba per bulan? Toko mana yang perlu dievaluasi?
Manajer PemasaranPromo mana yang efektif? Siapa pelanggan paling bernilai?
Manajer OperasionalProduk apa yang sering kehabisan stok? Kapan jam ramai?
Kepala TokoApakah target harian tercapai? Produk apa yang lambat terjual?

Sumber Data

SumberFormatContoh kolom
Aplikasi kasir (POS)MySQL (terstruktur)no_struk, tanggal, jam, kode_toko, kode_produk, qty, harga, diskon
Master produk & stok gudangExcel (terstruktur)kode_produk, nama, kategori, harga_pokok, stok_akhir
Program memberGoogle Sheets / CSVid_member, nama, tgl_lahir, kecamatan, no_hp
Ulasan media sosialTeks (tidak terstruktur)tanggal, isi_komentar, rating
Data eksternalWeb BPS / BMKGinflasi bulanan, curah hujan, hari libur nasional
Seluruh nama organisasi, orang, dan angka dalam studi kasus ini fiktif dan dibuat untuk kebutuhan pembelajaran.
Kecerdasan Bisnis · Pertemuan 01

Konsep Dasar Business Intelligence & Data-Driven Decision Making

Sub-CPMKSUB-CPMK 110.1 — Mahasiswa dapat menjelaskan konsep dasar BI dan hubungannya dengan pengambilan keputusan
CPMKCPMK 110
Bahan KajianKonsep dasar Business Intelligence, data-driven decision making, hubungan BI dengan sistem informasi
Metode · WaktuCeramah, diskusi · 3 × 50 menit
AsesmenUjian Tertulis · 25% dari CPMK 110

Tujuan Pembelajaran

  1. Menjelaskan pengertian Business Intelligence dan komponen utamanya.
  2. Membedakan data, informasi, pengetahuan, dan kebijaksanaan (hierarki DIKW).
  3. Menjelaskan proses pengambilan keputusan berbasis data dan jenis-jenis keputusan.
  4. Menjelaskan posisi BI di antara sistem informasi lain (TPS, MIS, DSS, ERP).

1. Apa itu Business Intelligence?

Business Intelligence (BI), atau kecerdasan bisnis, adalah gabungan arsitektur, alat, basis data, aplikasi analitik, dan metodologi untuk mengumpulkan, menyimpan, menganalisis, dan menyajikan data. Tujuannya membantu pengguna bisnis mengambil keputusan yang lebih baik. Istilah ini dipopulerkan Howard Dresner (Gartner) pada akhir 1980-an sebagai payung untuk "konsep dan metode memperbaiki keputusan bisnis dengan sistem pendukung berbasis fakta".

Dalam satu kalimat: BI mengubah data mentah menjadi informasi yang dapat ditindaklanjuti (actionable insight).

Komponen utama BI

Sumber data
Sistem transaksi (POS, ERP, CRM), file, API, data eksternal.
Integrasi data (ETL)
Mengambil, membersihkan, menyeragamkan, dan memuat data.
Penyimpanan analitik
Data warehouse / data mart yang dioptimalkan untuk analisis.
Analitik
Query, OLAP, statistik, data mining, machine learning.
Penyajian
Laporan, dashboard, scorecard, peringatan (alert).
Manusia & proses
Pengguna, tata kelola data, dan budaya berbasis data.

2. Hierarki Data → Informasi → Pengetahuan → Kebijaksanaan (DIKW)

TingkatPengertianContoh Melayu Mart
DataFakta mentah tanpa konteksT07, 2026-03-14, P0012, 3, 12500
InformasiData yang diolah dan diberi konteks"Penjualan minyak goreng toko Dumai Maret turun 18% dibanding Februari."
PengetahuanPola/pemahaman dari banyak informasi"Penurunan terjadi di semua toko yang dekat pasar tradisional saat ada operasi pasar."
KebijaksanaanKeputusan dan tindakan yang tepat"Saat operasi pasar, alihkan promo ke produk pelengkap dan kurangi pesanan minyak goreng."

BI bekerja terutama di tingkat data → informasi → pengetahuan. Keputusan akhir tetap diambil manusia.

3. Data-Driven Decision Making (DDDM)

DDDM adalah praktik mendasarkan keputusan pada analisis data, bukan semata intuisi, kebiasaan, atau pendapat orang dengan jabatan tertinggi (dikenal sebagai HiPPO — Highest Paid Person's Opinion).

Model keputusan Simon

Herbert Simon membagi proses keputusan menjadi empat fase. BI berperan di setiap fase:

FaseAktivitasPeran BI
IntelligenceMengenali masalah/peluangDashboard dan alert menunjukkan penjualan turun
DesignMenyusun alternatif solusiAnalisis drill-down mencari penyebab, simulasi skenario
ChoiceMemilih alternatif terbaikPerbandingan KPI tiap alternatif, analisis preskriptif
ImplementationMenjalankan dan memantauMonitoring KPI setelah keputusan dijalankan

Jenis keputusan menurut tingkat manajemen

TingkatSifat keputusanKebutuhan BI
Strategis (direksi)Jangka panjang, tidak terstrukturTren, perbandingan, scorecard, data eksternal
Taktis (manajer)Jangka menengah, semi-terstrukturAnalisis per segmen, drill-down, laporan bulanan
Operasional (supervisor)Harian, terstrukturDashboard real-time, alert stok/target

4. Hubungan BI dengan Sistem Informasi Lain

SistemFokusHubungan dengan BI
TPS (Transaction Processing System)Mencatat transaksi harian (kasir, absensi)Sumber data utama BI
MIS (Management Information System)Laporan rutin terjadwalCikal bakal BI; BI menambah interaktivitas dan analitik
DSS (Decision Support System)Model untuk mendukung keputusan spesifikBI adalah evolusi DSS berskala organisasi
ERP / CRM / SCMIntegrasi proses bisnisPenyedia data; banyak ERP memiliki modul BI
EIS (Executive Information System)Ringkasan untuk eksekutifKini diwujudkan sebagai dashboard eksekutif

OLTP vs OLAP

AspekOLTP (sistem transaksi)OLAP (sistem analitik/BI)
TujuanMenjalankan bisnisMenganalisis bisnis
Operasi dominanINSERT/UPDATE kecil, sangat seringSELECT besar dengan agregasi
DataTerkini, detailHistoris, terintegrasi, teragregasi
DesainTernormalisasi (3NF)Denormalisasi (star schema)
PenggunaKasir, staf operasionalAnalis, manajer, eksekutif

5. Manfaat dan Tantangan BI

Manfaat
  • Keputusan lebih cepat dan akurat
  • Satu versi kebenaran (single source of truth)
  • Efisiensi pelaporan (tidak lagi rekap manual)
  • Deteksi masalah dan peluang lebih dini
Tantangan
  • Kualitas data buruk ("garbage in, garbage out")
  • Data tersebar di banyak sistem
  • Budaya organisasi yang belum berbasis data
  • Keterampilan SDM dan biaya
Integrasi AIK: QS. Al-Hujurat [49]: 6 memerintahkan untuk memeriksa kebenaran berita sebelum bertindak (tabayyun). Prinsip ini sejalan dengan DDDM: keputusan diambil setelah fakta diverifikasi, bukan berdasarkan dugaan atau kabar yang belum jelas.

Ringkasan

Asesmen: Ujian Tertulis (25% CPMK 110)

Indikator: Mahasiswa dapat menjelaskan konsep BI dengan benar.

Kisi-kisi dan contoh soal:

  1. Jelaskan pengertian Business Intelligence dan sebutkan minimal lima komponennya.
  2. Berikan contoh hierarki DIKW dari organisasi di sekitar Anda (kampus, toko, rumah sakit).
  3. Jelaskan peran BI pada setiap fase model keputusan Simon menggunakan satu contoh kasus.
  4. Bandingkan OLTP dan OLAP dari lima aspek.
  5. Mengapa banyak organisasi memiliki banyak data tetapi tetap sulit mengambil keputusan berbasis data?
Kriteria penilaianBobot
Ketepatan konsep dan definisi40%
Kemampuan memberi contoh kontekstual35%
Struktur dan kejelasan jawaban25%
Kecerdasan Bisnis · Pertemuan 02

Arsitektur BI: ETL, Data Warehouse, OLAP & Dashboard

Sub-CPMKSUB-CPMK 110.2 — Mahasiswa dapat mendeskripsikan arsitektur BI (ETL, data warehouse, OLAP, dashboard)
CPMKCPMK 110
Bahan KajianArsitektur BI: ETL, data warehouse, OLAP, dashboard
Metode · WaktuDiskusi, ceramah · 3 × 50 menit
AsesmenKuis · 40% dari CPMK 110

Tujuan Pembelajaran

  1. Menggambarkan lapisan-lapisan arsitektur BI dan aliran datanya.
  2. Menjelaskan fungsi ETL, staging area, data warehouse, dan data mart.
  3. Menjelaskan konsep OLAP (kubus data) beserta operasinya.
  4. Membedakan arsitektur BI tradisional dan modern (data lake, cloud, self-service BI).

1. Lapisan Arsitektur BI

1. Sumber2. Integrasi3. Penyimpanan4. Analitik5. Penyajian POS (MySQL)ERP / CRMExcel / CSVAPI, WebMedia sosial ExtractTransformLoadStaging area DataWarehouseData MartMetadata OLAP cubeQuery / SQLStatistikData mining / ML DashboardLaporanScorecardAlert
Gambar 2.1 Lima lapisan arsitektur BI. Data mengalir dari kiri ke kanan; metadata dan tata kelola data melingkupi semua lapisan.

2. ETL dan Staging Area

ETL (Extract, Transform, Load) adalah proses memindahkan data dari sistem sumber ke data warehouse:

Staging area adalah tempat penampungan sementara agar proses transformasi tidak membebani sistem sumber. Variasi modern adalah ELT: data dimuat dulu ke penyimpanan (cloud) lalu ditransformasi di sana. Detail ETL dibahas di Pertemuan 5.

3. Data Warehouse dan Data Mart

Bill Inmon mendefinisikan data warehouse sebagai kumpulan data yang:

CiriArti
Subject-orientedDisusun berdasarkan subjek bisnis (penjualan, pelanggan), bukan berdasarkan aplikasi
IntegratedFormat, kode, dan satuan dari berbagai sumber diseragamkan
Time-variantMenyimpan data historis bertahun-tahun dengan dimensi waktu
Non-volatileData tidak diubah atau dihapus oleh transaksi harian; hanya ditambah lewat ETL

Data mart adalah bagian data warehouse untuk satu departemen atau proses bisnis, misalnya data mart penjualan untuk bagian pemasaran.

Dua pendekatan pembangunan

Inmon (top-down)
Bangun EDW (Enterprise Data Warehouse) ternormalisasi terlebih dahulu, lalu turunkan data mart. Konsisten, tetapi lama dan mahal.
Kimball (bottom-up)
Bangun data mart dimensional per proses bisnis menggunakan dimensi bersama (conformed dimensions). Cepat memberi hasil; paling banyak dipakai.

4. OLAP dan Kubus Data

OLAP (Online Analytical Processing) memungkinkan analisis multidimensi secara cepat. Data dibayangkan sebagai kubus: sumbu-sumbunya adalah dimensi (waktu, produk, toko), dan isinya adalah ukuran/measure (penjualan, qty, laba).

Operasi OLAPArtiContoh
Roll-upNaik ke tingkat ringkasan lebih tinggiPenjualan harian → bulanan → tahunan
Drill-downTurun ke tingkat lebih detailPenjualan provinsi → kota → toko
SliceMemotong kubus pada satu nilai dimensiHanya data tahun 2026
DiceMemilih sub-kubus dengan beberapa kondisiTahun 2026, kategori Sembako, toko Pekanbaru
PivotMemutar sudut pandang (baris ↔ kolom)Produk di baris, bulan di kolom → sebaliknya

Jenis implementasi: MOLAP (kubus disimpan khusus, sangat cepat), ROLAP (langsung di database relasional dengan SQL), dan HOLAP (gabungan). Power BI menggunakan model tabular in-memory (VertiPaq) yang secara konsep mirip MOLAP.

Contoh roll-up dengan SQL:

SELECT YEAR(tanggal) AS tahun, MONTH(tanggal) AS bulan, SUM(total) AS penjualan
FROM penjualan
GROUP BY YEAR(tanggal), MONTH(tanggal) WITH ROLLUP;   -- menambah baris subtotal & grand total

5. Lapisan Penyajian

BentukCiriPengguna
Laporan (report)Detail, terjadwal, dapat dicetakStaf, auditor
DashboardVisual, ringkas, interaktif, satu layarManajer, eksekutif
ScorecardMembandingkan capaian dengan target KPIDireksi
AlertNotifikasi saat nilai melewati ambangOperasional

6. Arsitektur BI Modern

Ringkasan

Asesmen: Kuis (40% CPMK 110)

Indikator: Mahasiswa dapat menggambarkan arsitektur BI.

Kuis berisi pilihan ganda dan satu soal menggambar arsitektur. Gunakan latihan berikut untuk persiapan.

  1. Ciri data warehouse yang berarti "data tidak diubah oleh transaksi harian" adalah … (a) integrated (b) time-variant (c) non-volatile (d) subject-oriented
  2. Melihat penjualan per toko lalu membuka detail per kasir merupakan operasi … (a) slice (b) drill-down (c) pivot (d) roll-up
  3. Pendekatan pembangunan DW yang dimulai dari data mart dimensional disebut pendekatan … (a) Inmon (b) Kimball (c) ELT (d) MOLAP
  4. Memilih data tahun 2026 saja dari kubus penjualan merupakan operasi … (a) slice (b) dice (c) pivot (d) drill-down
  5. Gambarkan arsitektur BI untuk Melayu Mart, lengkap dengan sumber data, ETL, DW, OLAP, dan dashboard.
Kunci latihan

1-c, 2-b, 3-b, 4-a. Soal 5: lihat Gambar 2.1 dan sesuaikan sumber datanya dengan tabel di bagian Studi Kasus.

Kecerdasan Bisnis · Pertemuan 03

Peran BI dalam Organisasi & Implementasi di Industri

Sub-CPMKSUB-CPMK 110.3 — Mahasiswa dapat menganalisis peran BI dalam konteks sistem informasi organisasi
CPMKCPMK 110
Bahan KajianPeran BI dalam organisasi, contoh implementasi BI di industri
Metode · WaktuPresentasi · 3 × 50 menit
AsesmenTugas · 35% dari CPMK 110

Tujuan Pembelajaran

  1. Menjelaskan peran BI pada tingkat strategis, taktis, dan operasional.
  2. Menganalisis penerapan BI di berbagai industri.
  3. Mengukur tingkat kematangan analitik (analytics maturity) sebuah organisasi.
  4. Menjelaskan faktor keberhasilan dan kegagalan proyek BI.

1. BI sebagai Sumber Keunggulan Bersaing

Davenport & Harris dalam Competing on Analytics menyebut organisasi yang unggul adalah organisasi yang menjadikan analitik sebagai kapabilitas strategis, bukan sekadar alat pelaporan. Ciri-cirinya:

2. Peran BI per Fungsi Organisasi

FungsiContoh pertanyaanContoh analisis/KPI
PemasaranKampanye mana yang paling menguntungkan?ROI kampanye, segmentasi RFM, conversion rate
PenjualanWilayah mana yang di bawah target?Pencapaian target, pipeline, sales growth
KeuanganBiaya apa yang melonjak?Margin, arus kas, varians anggaran
Operasi/LogistikKapan stok habis?Inventory turnover, stockout rate, lead time
SDMMengapa karyawan keluar?Turnover rate, absensi, produktivitas

3. Contoh Implementasi BI di Industri

SektorPenerapan
RitelAnalisis keranjang belanja (market basket), penentuan tata letak rak, prediksi permintaan untuk pengisian stok
PerbankanDeteksi transaksi mencurigakan (fraud), penilaian risiko kredit, segmentasi nasabah
KesehatanPemantauan BOR (bed occupancy rate), waktu tunggu pasien, klaim asuransi
TelekomunikasiPrediksi pelanggan berhenti berlangganan (churn), analisis kualitas jaringan
PemerintahanDashboard satu data, pemantauan realisasi anggaran, sebaran bantuan sosial
Pendidikan tinggiDashboard akademik: IPK, masa studi, mahasiswa berisiko drop out, akreditasi
Transportasi onlinePenetapan harga dinamis, penempatan armada berdasarkan permintaan per wilayah

4. Tingkat Kematangan Analitik

Model lima tahap DELTA dari Davenport & Harris:

TahapCiri
1. Analytically impairedData buruk, keputusan berdasarkan intuisi
2. Localized analyticsAnalitik ada di beberapa departemen, tidak terkoordinasi
3. Analytical aspirationsAda visi dan mulai dibangun kapabilitas organisasi
4. Analytical companiesAnalitik tersebar luas, data terintegrasi
5. Analytical competitorsAnalitik menjadi keunggulan bersaing utama

Faktor DELTA yang menentukan kematangan: Data, Enterprise (cakupan organisasi), Leadership, Targets (sasaran analitik), dan Analysts.

5. Faktor Keberhasilan & Kegagalan Proyek BI

Faktor keberhasilan
  • Dukungan sponsor eksekutif
  • Kebutuhan bisnis yang jelas
  • Kualitas dan tata kelola data
  • Pelatihan dan adopsi pengguna
  • Pengembangan bertahap (iteratif)
Penyebab kegagalan
  • Dimulai dari teknologi, bukan masalah bisnis
  • Data tidak dipercaya pengguna
  • Dashboard terlalu rumit dan tidak dipakai
  • Lingkup proyek terlalu besar
  • Tidak ada pemilik data yang jelas

Ringkasan

Asesmen: Tugas (35% CPMK 110)

Indikator: Mahasiswa mampu menganalisis manfaat BI dalam organisasi.

Tugas analisis studi kasus (individu, 3–5 halaman):

  1. Pilih satu organisasi nyata di Indonesia (perusahaan, instansi pemerintah, rumah sakit, atau kampus) yang dipublikasikan menggunakan BI/analitik. Cantumkan sumbernya.
  2. Jelaskan masalah bisnis yang diselesaikan dan sumber data yang digunakan.
  3. Petakan peran BI pada tingkat strategis, taktis, dan operasional.
  4. Tentukan perkiraan tahap kematangan analitiknya (DELTA) beserta alasannya.
  5. Berikan dua rekomendasi pengembangan BI untuk organisasi tersebut.
KriteriaBobot
Ketepatan analisis peran dan manfaat BI40%
Penggunaan kerangka (tingkat manajemen, DELTA)25%
Kualitas rekomendasi20%
Sumber rujukan dan penulisan15%
Kecerdasan Bisnis · Pertemuan 04

Identifikasi Kebutuhan Data dari Berbagai Sumber

Sub-CPMKSUB-CPMK 111.1 — Mahasiswa dapat mengidentifikasi kebutuhan data dari berbagai sumber (internal/eksternal)
CPMKCPMK 111
Bahan KajianIdentifikasi kebutuhan data (sumber internal & eksternal, structured & unstructured data)
Metode · WaktuDiskusi, ceramah · 3 × 50 menit
AsesmenTugas · 35% dari CPMK 111

Tujuan Pembelajaran

  1. Menurunkan kebutuhan data dari pertanyaan dan tujuan bisnis.
  2. Mengklasifikasikan data menurut sumber (internal/eksternal) dan struktur (terstruktur, semi-terstruktur, tidak terstruktur).
  3. Menyusun KPI yang memenuhi kriteria SMART.
  4. Menyusun matriks kebutuhan data dan menilai kualitas sumber data.

1. Dari Tujuan Bisnis ke Kebutuhan Data

Kesalahan umum dalam proyek BI adalah mulai dengan bertanya "data apa yang kita punya?". Pendekatan yang benar adalah top-down:

Tujuan bisnis → Pertanyaan bisnis → KPI/metrik → Dimensi analisis → Data yang dibutuhkan → Sumber data

Contoh Melayu Mart:

LangkahHasil
Tujuan bisnisMeningkatkan laba kotor 10% tahun 2027
Pertanyaan bisnisKategori produk dan toko mana yang marginnya paling rendah?
KPIGross margin % = (Penjualan − HPP) / Penjualan
DimensiWaktu (bulan), produk (kategori), toko (kota)
DataTransaksi penjualan, harga pokok produk, master toko
SumberPOS (MySQL), Excel gudang, master toko

Teknik penggalian kebutuhan

2. Klasifikasi Sumber Data

Berdasarkan asal

InternalEksternal
Transaksi POS, ERP, CRM, data SDM, log website, data keuanganStatistik BPS, data cuaca BMKG, kurs Bank Indonesia, data pesaing, media sosial, data mitra/marketplace
Lebih mudah diakses dan dikendalikan kualitasnyaMemberi konteks (mengapa penjualan naik/turun), tetapi perlu verifikasi dan izin

Berdasarkan struktur

JenisCiriContohCara olah
TerstrukturSkema tetap, baris-kolomTabel MySQL, ExcelSQL, Power Query
Semi-terstrukturAda tag/kunci tapi fleksibelJSON dari API, XML, logParsing, Power Query (JSON)
Tidak terstrukturTanpa skemaTeks ulasan, gambar, audio, videoText mining, analisis sentimen, AI

Diperkirakan sebagian besar data organisasi berbentuk tidak terstruktur. Agar bisa dianalisis BI, data ini perlu diubah menjadi bentuk terstruktur, misalnya teks ulasan diubah menjadi kolom sentimen (positif/negatif) dan topik.

3. Merumuskan KPI yang Baik

KPI (Key Performance Indicator) adalah metrik yang paling menentukan keberhasilan tujuan. Tidak semua metrik adalah KPI. KPI yang baik memenuhi kriteria SMART: Specific, Measurable, Achievable, Relevant, Time-bound.

Kurang baikKPI SMART
"Meningkatkan penjualan""Penjualan bersih per toko naik 8% per kuartal dibanding kuartal yang sama tahun lalu"
"Stok tidak sering habis""Stockout rate produk sembako < 2% per minggu"

Bedakan juga leading indicator (memprediksi, misal jumlah pengunjung toko) dan lagging indicator (hasil akhir, misal laba bulanan).

Kamus KPI

Setiap KPI didokumentasikan dalam kamus agar semua pihak memakai definisi yang sama:

AtributContoh: Rata-rata nilai belanja (AOV)
DefinisiRata-rata nilai rupiah per struk
RumusTotal penjualan bersih / jumlah struk unik
Sumber dataPOS: tabel penjualan
FrekuensiHarian, dirangkum bulanan
TargetRp65.000
PemilikManajer Pemasaran

4. Menilai Sumber Data

Sebelum dipakai, setiap sumber dinilai berdasarkan dimensi kualitas data:

DimensiPertanyaan
KelengkapanBerapa persen kolom penting yang kosong?
AkurasiApakah nilainya sesuai kenyataan?
KonsistensiApakah kode produk sama di POS dan gudang?
Ketepatan waktuSeberapa sering data diperbarui?
KeunikanAdakah data ganda?
Aksesibilitas & legalitasApakah kita berhak dan mampu mengaksesnya?

5. Matriks Kebutuhan Data (Bus Matrix)

Kimball menggunakan bus matrix untuk memetakan proses bisnis terhadap dimensi. Matriks ini menjadi cetak biru data warehouse (Pertemuan 6).

Proses bisnisWaktuProdukTokoPelangganPromoPemasok
Penjualan✓✓✓✓✓
Persediaan✓✓✓✓
Pembelian✓✓✓✓

Ringkasan

Asesmen: Tugas (35% CPMK 111)

Indikator: Mahasiswa dapat memetakan kebutuhan data.

Tugas kelompok (3–4 orang). Pilih satu organisasi (boleh studi kasus kelompok yang dipakai hingga proyek akhir: UMKM, koperasi, rumah sakit, kampus, dinas). Susun dokumen:

  1. Profil organisasi dan 3 tujuan bisnis.
  2. Minimal 6 pertanyaan bisnis untuk 3 pemangku kepentingan berbeda.
  3. Kamus KPI untuk minimal 5 KPI SMART.
  4. Daftar sumber data, dengan klasifikasi internal/eksternal dan struktur, serta penilaian kualitasnya.
  5. Bus matrix proses bisnis × dimensi.
KriteriaBobot
Keterkaitan tujuan → pertanyaan → KPI → data35%
Kualitas KPI (SMART, kamus lengkap)25%
Kelengkapan dan klasifikasi sumber data25%
Bus matrix dan kerapian dokumen15%
Kecerdasan Bisnis · Pertemuan 05

Proses ETL: Extract, Transform, Load Menggunakan Tools

Sub-CPMKSUB-CPMK 111.2 — Mahasiswa dapat melakukan proses ETL (Extract, Transform, Load) sederhana
CPMKCPMK 111
Bahan KajianProses ETL: extract, transform, load menggunakan tools
Metode · WaktuDiskusi, studi kasus · 3 × 50 menit
AsesmenUjian Tertulis · 40% dari CPMK 111

Tujuan Pembelajaran

  1. Menjelaskan tahapan ETL dan jenis-jenis transformasi data.
  2. Mengidentifikasi masalah kualitas data dan cara menanganinya.
  3. Melakukan ETL sederhana menggunakan Power Query (Excel/Power BI) dan SQL (MySQL Laragon).

1. Tahap Extract

StrategiCara kerjaKapan dipakai
Full extractionAmbil seluruh data setiap kaliTabel kecil (master produk, toko)
Incremental extractionAmbil data yang berubah sejak ETL terakhir, misalnya WHERE updated_at > @last_runTabel transaksi besar
Change Data Capture (CDC)Membaca log perubahan databaseKebutuhan mendekati real-time

Sumber yang umum: koneksi database (MySQL, SQL Server), file (CSV, Excel), API web (JSON), dan folder berisi banyak file.

2. Tahap Transform

Masalah kualitas data yang umum

MasalahContoh di Melayu MartPenanganan
Nilai kosong (missing)Kolom kategori produk kosongIsi "Tidak diketahui", isi dari sumber lain, atau buang baris
DuplikatStruk tercatat dua kali karena koneksi putusHapus duplikat berdasarkan kunci
Format tidak seragamTanggal "14/03/2026" dan "2026-03-14"Konversi tipe data
Penulisan tidak konsisten"PEKANBARU", "Pekanbaru ", "Pku"Trim, ubah huruf, tabel pemetaan
Nilai tidak valid / outlierqty = −5, harga = 0Aturan validasi, tandai untuk diperiksa
Kode berbeda antarsistemPOS: "P0012", gudang: "12"Standardisasi kode, tabel pemetaan

Jenis transformasi

3. Tahap Load

Setelah load, lakukan validasi rekonsiliasi: jumlah baris dan total nilai di sumber harus sama dengan di tujuan.

4. Tools ETL

KategoriContoh
Bawaan tools BIPower Query (Excel & Power BI), Tableau Prep
ETL khususPentaho Data Integration (Kettle), Talend, SSIS, Apache NiFi
Cloud / modernAzure Data Factory, AWS Glue, dbt, Airbyte
PemrogramanSQL, Python (pandas)

5. Studi Kasus: ETL dengan Power Query

File penjualan_maret.csv dari POS dan master_produk.xlsx dari gudang akan digabung dan dibersihkan.

  1. Extract: Power BI Desktop → Get Data → Text/CSV → pilih file → Transform Data (membuka Power Query Editor).
  2. Ubah tipe: kolom tanggal → Date (pilih Using Locale → Indonesian bila formatnya dd/mm/yyyy), qty → Whole Number, harga → Fixed Decimal.
  3. Bersihkan teks: pilih kolom kota → Transform → Format → Trim lalu Capitalize Each Word.
  4. Buang duplikat: pilih kolom no_struk dan kode_produk → Remove Rows → Remove Duplicates.
  5. Filter tidak valid: filter qty > 0.
  6. Kolom turunan: Add Column → Custom Column: [qty] * [harga] - [diskon] beri nama total.
  7. Merge dengan master produk berdasarkan kode_produk (Left Outer), lalu expand kolom kategori dan harga_pokok.
  8. Load: Close & Apply.

Setiap langkah tercatat di panel Applied Steps dalam bahasa M, sehingga ETL bisa diulang otomatis saat Refresh:

let
    Sumber      = Csv.Document(File.Contents("C:\data\penjualan_maret.csv"), [Delimiter=",", Encoding=65001]),
    Header      = Table.PromoteHeaders(Sumber),
    Tipe        = Table.TransformColumnTypes(Header, {{"tanggal", type date}, {"qty", Int64.Type}, {"harga", Currency.Type}, {"diskon", Currency.Type}}, "id-ID"),
    RapiKota    = Table.TransformColumns(Tipe, {{"kota", each Text.Proper(Text.Trim(_)), type text}}),
    TanpaGanda  = Table.Distinct(RapiKota, {"no_struk", "kode_produk"}),
    Valid       = Table.SelectRows(TanpaGanda, each [qty] > 0),
    Total       = Table.AddColumn(Valid, "total", each [qty] * [harga] - [diskon], Currency.Type),
    Gabung      = Table.NestedJoin(Total, {"kode_produk"}, master_produk, {"kode_produk"}, "mp", JoinKind.LeftOuter),
    Hasil       = Table.ExpandTableColumn(Gabung, "mp", {"kategori", "harga_pokok"})
in
    Hasil

6. Studi Kasus: ETL dengan SQL (MySQL Laragon)

-- 1) EXTRACT: muat CSV ke tabel staging (data mentah, semua teks)
CREATE TABLE stg_penjualan (
  no_struk VARCHAR(20), tanggal VARCHAR(20), kode_toko VARCHAR(10), kota VARCHAR(50),
  kode_produk VARCHAR(10), qty VARCHAR(10), harga VARCHAR(20), diskon VARCHAR(20)
);
-- (impor CSV melalui SQLyog: Import → Import External Data / CSV)

-- 2) TRANSFORM + 3) LOAD ke tabel bersih
CREATE TABLE penjualan_bersih AS
SELECT DISTINCT
  TRIM(no_struk)                                   AS no_struk,
  STR_TO_DATE(tanggal, '%d/%m/%Y')                 AS tanggal,
  UPPER(TRIM(kode_toko))                           AS kode_toko,
  CONCAT(UPPER(LEFT(TRIM(kota),1)), LOWER(SUBSTRING(TRIM(kota),2))) AS kota,
  UPPER(TRIM(kode_produk))                         AS kode_produk,
  CAST(qty AS SIGNED)                              AS qty,
  CAST(harga AS DECIMAL(12,2))                     AS harga,
  CAST(IFNULL(NULLIF(diskon,''),'0') AS DECIMAL(12,2)) AS diskon,
  CAST(qty AS SIGNED) * CAST(harga AS DECIMAL(12,2))
    - CAST(IFNULL(NULLIF(diskon,''),'0') AS DECIMAL(12,2)) AS total
FROM stg_penjualan
WHERE CAST(qty AS SIGNED) > 0;

-- 4) VALIDASI rekonsiliasi
SELECT COUNT(*), SUM(total) FROM penjualan_bersih;

Ringkasan

Asesmen: Ujian Tertulis (40% CPMK 111)

Indikator: Mahasiswa dapat melakukan ETL sederhana.

Contoh bentuk soal:

  1. Diberikan potongan tabel data mentah (10 baris) yang mengandung duplikat, format tanggal campuran, kota tidak konsisten, dan qty negatif. Tuliskan langkah transformasi beserta tabel hasilnya.
  2. Jelaskan perbedaan full extraction dan incremental extraction, lengkap dengan contoh kondisi SQL.
  3. Tuliskan query SQL untuk membuat kolom total dan membuang baris tidak valid dari tabel staging.
  4. Jelaskan perbedaan merge dan append di Power Query beserta contohnya.
  5. Mengapa perlu validasi rekonsiliasi setelah proses load?
KriteriaBobot
Ketepatan identifikasi masalah kualitas data30%
Ketepatan langkah dan hasil transformasi45%
Pemahaman konsep extract/load25%
Kecerdasan Bisnis · Pertemuan 06

Integrasi Data ke Data Warehouse & Skema Bintang

Sub-CPMKSUB-CPMK 111.3 — Mahasiswa dapat mengintegrasikan data ke dalam data warehouse
CPMKCPMK 111
Bahan KajianIntegrasi data ke dalam data warehouse dan praktik dasar skema bintang (star schema)
Metode · WaktuDiskusi, presentasi · 3 × 50 menit
AsesmenPresentasi · 25% dari CPMK 111

Tujuan Pembelajaran

  1. Menjelaskan pemodelan dimensional: tabel fakta, tabel dimensi, grain, dan measure.
  2. Merancang star schema dengan empat langkah Kimball.
  3. Membedakan star schema dan snowflake schema.
  4. Membangun dan mengisi star schema sederhana di MySQL.

1. Pemodelan Dimensional

IstilahPengertianContoh
Tabel faktaMenyimpan ukuran (angka) dari suatu peristiwa bisnisfact_penjualan: qty, total, hpp
Tabel dimensiMenyimpan konteks deskriptif: siapa, apa, kapan, di manadim_produk, dim_toko, dim_tanggal
GrainTingkat detail satu baris fakta"Satu baris = satu produk dalam satu struk"
MeasureKolom angka yang dapat diagregasiSUM(total), SUM(qty)
Surrogate keyKunci buatan (integer) di tabel dimensi, terpisah dari kode di sistem sumberproduk_key = 1, 2, 3…

Jenis measure

2. Empat Langkah Desain Kimball

  1. Pilih proses bisnis: penjualan ritel.
  2. Tentukan grain: satu baris per item produk per struk.
  3. Identifikasi dimensi: tanggal, produk, toko, pelanggan (member).
  4. Identifikasi fakta: qty, harga_jual, diskon, total, hpp.
fact_penjualandim_tanggaldim_produkdim_tokodim_pelanggan FK tanggal_keyFK produk_keyFK toko_keyFK pelanggan_keyno_strukqty, diskon, totalhpp PK tanggal_keytanggal, haribulan, kuartaltahun, is_libur PK produk_keykode_produknama, kategorimerek, harga_pokok PK toko_keykode_toko, namakota, wilayahluas_m2 PK pelanggan_keyid_memberkelompok_umurkecamatan
Gambar 6.1 Star schema penjualan Melayu Mart. Tabel fakta di pusat; setiap dimensi terhubung langsung (satu tingkat).

3. Star Schema vs Snowflake Schema

AspekStar schemaSnowflake schema
Struktur dimensiDenormalisasi (satu tabel per dimensi)Dinormalisasi (dimensi dipecah, misal produk → kategori)
Jumlah JOINSedikit, sehingga query cepatLebih banyak
RedundansiAda (nama kategori berulang)Lebih kecil
Kemudahan untuk pengguna/Power BISangat mudah (direkomendasikan)Lebih rumit

Jika satu model memiliki beberapa tabel fakta yang berbagi dimensi (penjualan & persediaan), modelnya disebut galaxy/fact constellation.

4. Dimensi Tanggal dan Slowly Changing Dimension (SCD)

Dimensi tanggal wajib ada di setiap data warehouse. Isinya satu baris per hari dengan atribut seperti hari, minggu, bulan, kuartal, dan penanda hari libur/Ramadan.

SCD mengatur perubahan atribut dimensi. Contoh: toko pindah wilayah.

5. Praktik: Membangun Star Schema di MySQL

CREATE DATABASE dw_melayumart; USE dw_melayumart;

CREATE TABLE dim_tanggal (
  tanggal_key INT PRIMARY KEY,           -- format YYYYMMDD, misal 20260314
  tanggal DATE NOT NULL, hari VARCHAR(10), bulan TINYINT, nama_bulan VARCHAR(12),
  kuartal TINYINT, tahun SMALLINT, is_akhir_pekan TINYINT(1)
);
CREATE TABLE dim_produk (
  produk_key INT AUTO_INCREMENT PRIMARY KEY,
  kode_produk VARCHAR(10) NOT NULL, nama_produk VARCHAR(100),
  kategori VARCHAR(50), merek VARCHAR(50), harga_pokok DECIMAL(12,2)
);
CREATE TABLE dim_toko (
  toko_key INT AUTO_INCREMENT PRIMARY KEY,
  kode_toko VARCHAR(10) NOT NULL, nama_toko VARCHAR(100), kota VARCHAR(50), wilayah VARCHAR(30)
);
CREATE TABLE fact_penjualan (
  tanggal_key INT NOT NULL, produk_key INT NOT NULL, toko_key INT NOT NULL,
  no_struk VARCHAR(20) NOT NULL,
  qty INT, diskon DECIMAL(12,2), total DECIMAL(14,2), hpp DECIMAL(14,2),
  FOREIGN KEY (tanggal_key) REFERENCES dim_tanggal(tanggal_key),
  FOREIGN KEY (produk_key)  REFERENCES dim_produk(produk_key),
  FOREIGN KEY (toko_key)    REFERENCES dim_toko(toko_key)
);

-- Mengisi dim_tanggal untuk tahun 2026 (MySQL 8)
SET SESSION cte_max_recursion_depth = 400;
INSERT INTO dim_tanggal
WITH RECURSIVE t(d) AS (SELECT DATE('2026-01-01') UNION ALL SELECT d + INTERVAL 1 DAY FROM t WHERE d < '2026-12-31')
SELECT DATE_FORMAT(d,'%Y%m%d'), d, DAYNAME(d), MONTH(d), MONTHNAME(d),
       QUARTER(d), YEAR(d), DAYOFWEEK(d) IN (1,7)
FROM t;

-- Mengisi fakta dari tabel bersih hasil ETL (Pertemuan 5): lookup surrogate key
INSERT INTO fact_penjualan (tanggal_key, produk_key, toko_key, no_struk, qty, diskon, total, hpp)
SELECT DATE_FORMAT(s.tanggal,'%Y%m%d'), p.produk_key, t.toko_key, s.no_struk,
       s.qty, s.diskon, s.total, s.qty * p.harga_pokok
FROM db_staging.penjualan_bersih s
JOIN dim_produk p ON p.kode_produk = s.kode_produk
JOIN dim_toko   t ON t.kode_toko   = s.kode_toko;

-- Query analitik khas star schema
SELECT d.nama_bulan, t.kota, p.kategori,
       SUM(f.total) AS penjualan, SUM(f.total - f.hpp) AS laba_kotor
FROM fact_penjualan f
JOIN dim_tanggal d ON d.tanggal_key = f.tanggal_key
JOIN dim_toko t    ON t.toko_key    = f.toko_key
JOIN dim_produk p  ON p.produk_key  = f.produk_key
GROUP BY d.bulan, d.nama_bulan, t.kota, p.kategori
ORDER BY d.bulan;
Di Power BI, star schema diwujudkan di Model view: tabel fakta dihubungkan ke setiap dimensi dengan relasi one-to-many (1:*) dan arah filter single dari dimensi ke fakta.

Ringkasan

Asesmen: Presentasi (25% CPMK 111)

Indikator: Mahasiswa mampu membangun skema sederhana DW.

Tugas kelompok (lanjutan Pertemuan 4). Presentasikan dalam 10 menit:

  1. Proses bisnis yang dipilih dan pernyataan grain.
  2. Diagram star schema (minimal 1 fakta dan 3 dimensi) beserta atribut.
  3. Jenis measure (aditif/semi/non-aditif) dan rencana SCD untuk satu dimensi.
  4. Demo: tabel DW di MySQL atau model di Power BI, berisi data contoh, dan satu query/visual analitik.
KriteriaBobot
Ketepatan grain, fakta, dan dimensi35%
Implementasi (tabel/model dan data contoh)30%
Penguasaan materi saat tanya jawab20%
Kualitas penyampaian dan slide15%
Kecerdasan Bisnis · Pertemuan 07

Analisis Deskriptif, Prediktif & Preskriptif

Sub-CPMKSUB-CPMK 112.1 — Mahasiswa dapat menerapkan teknik analisis deskriptif dan prediktif pada dataset
CPMKCPMK 112
Bahan KajianAnalisis deskriptif, prediktif, dan preskriptif pada dataset
Metode · WaktuDiskusi, ceramah · 3 × 50 menit
AsesmenTugas · 35% dari CPMK 112

Tujuan Pembelajaran

  1. Membedakan empat tingkat analitik: deskriptif, diagnostik, prediktif, preskriptif.
  2. Menghitung statistik deskriptif dan mengenali pola pada dataset.
  3. Membuat prediksi sederhana dengan regresi linear dan peramalan deret waktu.
  4. Menjelaskan contoh analisis preskriptif (optimasi dan what-if).

1. Empat Tingkat Analitik

TingkatPertanyaanTeknikContoh Melayu Mart
DeskriptifApa yang terjadi?Agregasi, statistik deskriptif, laporanPenjualan Maret Rp1,2 M, turun 6%
DiagnostikMengapa terjadi?Drill-down, korelasi, perbandingan segmenPenurunan terbesar di toko Dumai, kategori minuman
PrediktifApa yang akan terjadi?Regresi, forecasting, klasifikasiPenjualan Ramadan diperkirakan naik 35%
PreskriptifApa yang sebaiknya dilakukan?Optimasi, simulasi, aturan keputusanJumlah pesanan optimal per produk per toko

Semakin ke bawah, nilai bisnisnya semakin tinggi, tetapi kebutuhan data dan keahliannya juga semakin besar.

2. Analisis Deskriptif

Ukuran pemusatan dan sebaran

UkuranArtiRumus Excel
Mean (rata-rata)Jumlah dibagi banyak data; peka terhadap outlier=AVERAGE(F2:F5000)
MedianNilai tengah; tahan terhadap outlier=MEDIAN(F2:F5000)
ModusNilai paling sering muncul=MODE.SNGL(...)
Simpangan bakuSeberapa jauh data menyebar dari rata-rata=STDEV.S(...)
Kuartil & IQRPembagi data menjadi 4 bagian; IQR = Q3 − Q1=QUARTILE.INC(...,1)

Deteksi outlier dengan IQR: nilai < Q1 − 1,5×IQR atau > Q3 + 1,5×IQR patut diperiksa.

Teknik deskriptif lain

-- Pareto produk dengan SQL (MySQL 8, window function)
SELECT nama_produk, penjualan,
       ROUND(100 * SUM(penjualan) OVER (ORDER BY penjualan DESC)
             / SUM(penjualan) OVER (), 1) AS persen_kumulatif
FROM (
  SELECT p.nama_produk, SUM(f.total) AS penjualan
  FROM fact_penjualan f JOIN dim_produk p ON p.produk_key = f.produk_key
  GROUP BY p.nama_produk
) x
ORDER BY penjualan DESC;

3. Analisis Prediktif

Regresi linear sederhana

Model Y = a + bX memprediksi Y (misal penjualan) dari X (misal biaya promosi). Koefisien determinasi R² menunjukkan seberapa besar variasi Y yang dijelaskan X (0–1).

BulanBiaya promosi (juta) XPenjualan (juta) Y
Jan10820
Feb12860
Mar8790
Apr15930
Mei14905
Jun18990
Kemiringan (b) : =SLOPE(C2:C7; B2:B7)          → ≈ 20,5
Intersep (a)   : =INTERCEPT(C2:C7; B2:B7)      → ≈ 620
R²             : =RSQ(C2:C7; B2:B7)            → ≈ 0,99
Prediksi X=20  : =FORECAST.LINEAR(20; C2:C7; B2:B7)  → ≈ 1.030 juta

Interpretasi: setiap tambahan Rp1 juta biaya promosi berasosiasi dengan kenaikan penjualan ±Rp20,5 juta. Korelasi bukan kausalitas: kenaikan bisa juga dipengaruhi musim. Lakukan uji (misalnya A/B test) sebelum menyimpulkan sebab-akibat.

Pemisah argumen rumus Excel bisa berupa titik koma (;) atau koma (,) tergantung pengaturan regional komputer.

Peramalan deret waktu (forecasting)

Teknik prediktif lain (pengenalan)

Klasifikasi (pohon keputusan untuk memprediksi pelanggan churn), clustering (k-means untuk segmentasi pelanggan), dan association rule (market basket: "pembeli roti cenderung membeli selai").

4. Analisis Preskriptif

Reorder Point (ROP) = rata-rata permintaan harian × lead time (hari) + safety stock
Contoh: 40 unit/hari × 3 hari + 30 = 150 unit → pesan ulang saat stok ≤ 150

Ringkasan

Asesmen: Tugas (35% CPMK 112)

Indikator: Mahasiswa mampu melakukan analisis pada dataset.

Tugas individu. Gunakan dataset penjualan (dari dosen atau dataset terbuka seperti Kaggle, data.go.id, atau Satu Data daerah):

  1. Deskriptif: hitung mean, median, simpangan baku, deteksi outlier (IQR), pertumbuhan MoM, dan analisis Pareto.
  2. Diagnostik: temukan satu penyebab perubahan terbesar melalui drill-down.
  3. Prediktif: buat regresi linear atau forecast 3 periode ke depan; laporkan R² atau batas keyakinannya.
  4. Preskriptif: rumuskan satu rekomendasi berbasis skenario what-if.
  5. Laporan maksimal 6 halaman beserta file Excel/Power BI.
KriteriaBobot
Ketepatan perhitungan deskriptif30%
Model prediktif dan interpretasinya30%
Kualitas rekomendasi preskriptif25%
Penyajian laporan15%
Kecerdasan Bisnis · Pertemuan 08

Visualisasi Data (Grafik, Chart, KPI) dengan Tools BI

Sub-CPMKSUB-CPMK 112.2 — Mahasiswa dapat menggunakan tools BI untuk membuat visualisasi data yang efektif
CPMKCPMK 112
Bahan KajianVisualisasi data (grafik, chart, KPI) dengan tools BI
Metode · WaktuDiskusi, ceramah · 3 × 50 menit
AsesmenTugas · 35% dari CPMK 112

Tujuan Pembelajaran

  1. Memilih jenis grafik yang tepat sesuai tujuan komunikasi.
  2. Menerapkan prinsip persepsi visual dan menghindari grafik yang menyesatkan.
  3. Membuat visual dan kartu KPI di Power BI dengan measure DAX dasar.

1. Mengapa Visualisasi?

Manusia memproses pola visual jauh lebih cepat daripada tabel angka. Contoh klasik Anscombe's quartet menunjukkan empat dataset dengan rata-rata, varians, dan korelasi yang identik, tetapi bentuk grafiknya sangat berbeda. Statistik ringkas saja tidak cukup; data perlu dilihat.

2. Memilih Grafik Berdasarkan Tujuan

TujuanGrafik yang disarankanContoh pertanyaan
Perbandingan antarkategoriBar/column chart (diurutkan)Toko mana penjualan tertinggi?
Tren waktuLine chart, area chartBagaimana penjualan 12 bulan terakhir?
KomposisiStacked bar, 100% stacked, treemap; pie/donut hanya untuk ≤ 4 bagianKontribusi tiap kategori?
DistribusiHistogram, box plotSebaran nilai belanja per struk?
HubunganScatter plot, bubble chartApakah diskon berhubungan dengan qty?
GeografisMap, filled mapSebaran penjualan per kecamatan?
Capaian vs targetKPI card, gauge, bullet chartApakah target bulan ini tercapai?
Perubahan bertahapWaterfallDari penjualan ke laba bersih, apa saja pengurangnya?
Detail angkaTable, matrix (dengan conditional formatting)Angka persis per produk

3. Prinsip Visualisasi Efektif

Grafik yang menyesatkan

4. KPI dalam Visual

Kartu KPI yang baik menampilkan nilai saat ini, pembanding (target atau periode lalu), dan arah/status (naik/turun, tercapai/tidak).

Penjualan
Rp1,24 M
▲ 6,2% vs Feb
Laba kotor
Rp248 jt
▼ 1,1% vs Feb
AOV
Rp67.300
Target Rp65.000 ✓
Stockout
2,8%
Target < 2% ✗

5. Praktik Power BI

  1. Buka Power BI Desktop → muat data (hasil ETL P5 atau model star schema P6).
  2. Di Model view, tandai dim_tanggal sebagai Mark as date table.
  3. Buat measure (Modeling → New measure):
    Total Penjualan = SUM ( fact_penjualan[total] )
    Total HPP       = SUM ( fact_penjualan[hpp] )
    Laba Kotor      = [Total Penjualan] - [Total HPP]
    Margin %        = DIVIDE ( [Laba Kotor], [Total Penjualan] )
    Jumlah Struk    = DISTINCTCOUNT ( fact_penjualan[no_struk] )
    AOV             = DIVIDE ( [Total Penjualan], [Jumlah Struk] )
    Penjualan Bln Lalu = CALCULATE ( [Total Penjualan], DATEADD ( dim_tanggal[tanggal], -1, MONTH ) )
    Pertumbuhan MoM %  = DIVIDE ( [Total Penjualan] - [Penjualan Bln Lalu], [Penjualan Bln Lalu] )
  4. Buat visual: Card (Total Penjualan, Margin %), Line chart (penjualan per bulan), Clustered bar (penjualan per toko, diurutkan), Donut (komposisi 4 kategori utama), Map (penjualan per kota).
  5. Format angka: Margin % → format persentase; Total Penjualan → mata uang Rupiah, satuan juta.
  6. Tambahkan conditional formatting pada tabel: warna merah untuk margin < 15%.
Kolom terhitung vs measure: calculated column dihitung per baris dan disimpan di model. Measure dihitung saat visual ditampilkan, mengikuti filter yang aktif. Untuk agregasi seperti total dan rasio, gunakan measure.

Ringkasan

Asesmen: Tugas (35% CPMK 112)

Indikator: Mahasiswa dapat membuat visualisasi data yang sesuai.

  1. Dari dataset tugas P7, buat minimal 6 visual berbeda di Power BI: 2 kartu KPI dengan pembanding, 1 tren, 1 perbandingan, 1 komposisi, dan 1 distribusi/hubungan.
  2. Buat minimal 5 measure DAX, termasuk satu measure berbasis waktu (MoM atau YoY).
  3. Untuk setiap visual, tuliskan: pertanyaan yang dijawab, alasan memilih jenis grafik, dan insight yang diperoleh.
  4. Temukan satu contoh grafik menyesatkan di media atau internet, jelaskan kesalahannya, lalu buat versi perbaikannya.
KriteriaBobot
Kesesuaian jenis grafik dengan tujuan35%
Penerapan prinsip visual (kejelasan, kejujuran, konsistensi)25%
Ketepatan measure DAX25%
Analisis grafik menyesatkan15%
Kecerdasan Bisnis · Pertemuan 09

Evaluasi Insight: Relevansi, Akurasi & Kualitas Informasi

Sub-CPMKSUB-CPMK 112.3 — Mahasiswa dapat mengevaluasi kualitas insight yang dihasilkan dari analisis data
CPMKCPMK 112
Bahan KajianEvaluasi insight: relevansi, akurasi, dan kualitas informasi
Metode · WaktuCase-Based Learning (CBL) · 3 × 50 menit
AsesmenPresentasi · 30% dari CPMK 112

Tujuan Pembelajaran

  1. Membedakan temuan (finding) dan insight yang dapat ditindaklanjuti.
  2. Mengevaluasi insight dari sisi relevansi, akurasi, ketepatan waktu, dan dampak.
  3. Mengenali bias analisis dan kesalahan penarikan kesimpulan.
  4. Menyampaikan insight dengan struktur yang meyakinkan.

1. Dari Temuan ke Insight

TingkatContoh
DataPenjualan toko Dumai Maret: Rp84 juta
Temuan (what)Penjualan toko Dumai turun 18% dibanding Februari
Insight (why + so what)Penurunan terkonsentrasi pada minuman kemasan sejak minimarket pesaing buka 300 m dari toko dengan harga 7% lebih murah. Toko kehilangan ±Rp15 juta per bulan.
Rekomendasi (now what)Uji promo bundling minuman + makanan ringan selama 4 minggu di Dumai; ukur pemulihan penjualan dan margin.

Insight yang baik memenuhi rumus What → So what → Now what.

2. Kriteria Evaluasi Insight

KriteriaPertanyaan pengujian
RelevansiApakah menjawab pertanyaan bisnis pemangku kepentingan? Apakah terkait KPI?
AkurasiApakah data dan perhitungannya benar? Sudahkah direkonsiliasi dengan sumber?
KelengkapanApakah ada segmen/periode yang terlewat?
Ketepatan waktuApakah insight masih berlaku saat keputusan diambil?
SignifikansiApakah perbedaannya cukup besar atau hanya fluktuasi acak?
ActionabilityApakah ada tindakan yang dapat dilakukan dan siapa pemiliknya?
DampakSeberapa besar nilainya (rupiah, waktu, risiko)?

3. Kualitas Informasi

Insight hanya sebaik data di belakangnya. Tanyakan:

4. Bias dan Kesalahan Umum

Bias/kesalahanPenjelasanContoh
Confirmation biasMencari data yang mendukung dugaan awal sajaHanya menampilkan toko yang membaik setelah promo
Korelasi ≠ kausalitasDua hal bergerak bersama belum tentu sebab-akibatPenjualan es krim dan payung naik bersamaan (faktor musim)
Survivorship biasHanya menganalisis yang "bertahan"Menganalisis toko yang masih buka, mengabaikan toko yang tutup
Simpson's paradoxTren di tiap kelompok berbalik saat digabungMargin tiap kategori naik, tetapi margin total turun karena komposisi bergeser ke kategori bermargin rendah
Base-rate neglectMengabaikan angka dasar"Naik 200%" padahal dari 1 menjadi 3
Regression to the meanNilai ekstrem cenderung kembali normalToko terburuk bulan lalu "membaik" tanpa intervensi apa pun

5. Menyampaikan Insight (Data Storytelling)

  1. Konteks: siapa audiensnya dan keputusan apa yang akan diambil?
  2. Pesan utama dalam satu kalimat (big idea).
  3. Bukti: 1–3 visual yang paling mendukung.
  4. Rekomendasi dengan perkiraan dampak dan risiko.
  5. Batasan: asumsi dan keterbatasan data, disampaikan secara jujur.

Gunakan prinsip piramida Minto: sampaikan kesimpulan dulu, baru argumen pendukung.

Studi Kasus untuk Diskusi (CBL)

Tim analis Melayu Mart melaporkan: "Program member berhasil! Rata-rata belanja member Rp92.000, sedangkan non-member hanya Rp54.000. Kami sarankan semua pelanggan diwajibkan menjadi member."

Diskusikan dalam kelompok:

  1. Bias apa yang mungkin terjadi? (Petunjuk: siapa yang mendaftar member sejak awal?)
  2. Data tambahan apa yang diperlukan untuk menguji klaim tersebut?
  3. Bagaimana desain uji yang lebih adil (misal membandingkan perilaku pelanggan sebelum dan sesudah menjadi member)?
  4. Tulis ulang insight dan rekomendasinya dengan format What → So what → Now what.

Ringkasan

Asesmen: Presentasi (30% CPMK 112)

Indikator: Mahasiswa dapat mengevaluasi relevansi insight.

Kelompok. Presentasikan (10 menit) tiga insight terbaik dari tugas P7–P8, masing-masing dievaluasi dengan tabel kriteria di atas. Sertakan satu insight yang gugur setelah dievaluasi beserta alasannya.

KriteriaBobot
Kualitas insight (What–So what–Now what)35%
Ketajaman evaluasi (kriteria, bias, batasan data)35%
Storytelling dan visual pendukung20%
Tanya jawab10%
Kecerdasan Bisnis · Pertemuan 10

Prinsip Perancangan Dashboard yang Efektif (User-Centered Design)

Sub-CPMKSUB-CPMK 113.1 — Mahasiswa dapat merancang model dashboard sesuai kebutuhan pengguna
CPMKCPMK 113
Bahan KajianPrinsip perancangan dashboard yang efektif (user-centered design)
Metode · WaktuDiskusi, ceramah · 3 × 50 menit
AsesmenTugas · 35% dari CPMK 113

Tujuan Pembelajaran

  1. Membedakan jenis dashboard: strategis, analitis, dan operasional.
  2. Menerapkan proses user-centered design (UCD) dalam merancang dashboard.
  3. Menerapkan prinsip tata letak, hierarki visual, dan interaksi.
  4. Membuat wireframe/mockup dashboard dan mengujinya dengan pengguna.

1. Apa itu Dashboard?

Stephen Few mendefinisikan dashboard sebagai tampilan visual informasi terpenting yang dibutuhkan untuk mencapai satu atau beberapa tujuan, yang dirangkum dalam satu layar sehingga dapat dipantau sekilas.

JenisPenggunaFrekuensiIsi
StrategisDireksiBulanan/kuartalanKPI utama, tren, capaian vs target
AnalitisAnalis, manajerSesuai kebutuhanDrill-down, filter, perbandingan segmen
OperasionalSupervisor, kepala tokoReal-time/harianStatus terkini, alert, daftar tindakan

2. Proses User-Centered Design

  1. Pahami pengguna: buat persona (peran, tujuan, keputusan rutin, tingkat literasi data, perangkat yang dipakai).
  2. Definisikan kebutuhan: daftar pertanyaan yang harus dijawab dashboard dan KPI terkait (lihat kamus KPI di P4).
  3. Rancang: sketsa kertas → wireframe → mockup.
  4. Uji: minta pengguna menyelesaikan tugas ("Toko mana yang di bawah target?"), catat waktu dan kebingungan.
  5. Iterasi: perbaiki berdasarkan umpan balik, lalu ulangi pengujian.

Contoh persona

Bu Rahma, Manajer Operasional (45 tahun)
Tujuan: tidak ada produk kosong di rak. Keputusan: alokasi stok dan jadwal pengiriman mingguan. Membuka dashboard di tablet setiap Senin pagi selama ±5 menit. Literasi data: menengah; terbiasa dengan Excel, tidak dengan grafik rumit.

3. Prinsip Tata Letak

Contoh wireframe dashboard strategis

Judul · Periode · Filter (Bulan, Kota, Kategori)
KPI Penjualan
KPI Laba
KPI AOV
KPI Stockout
Tren penjualan vs target (line)
Penjualan per toko (bar, diurutkan)
Komposisi kategori (stacked bar)
Peta sebaran per kota

4. Interaktivitas

FiturFungsi
Slicer/filterMenyaring seluruh halaman (periode, wilayah)
Cross-filterKlik satu visual untuk memfilter visual lainnya
Drill-down/drill-throughDari ringkasan ke detail (kota → toko → produk)
TooltipInformasi tambahan saat kursor diarahkan
BookmarkMenyimpan sudut pandang tertentu (misal "tampilan Ramadan")

5. Kesalahan Desain Dashboard

6. Evaluasi Usability

Gunakan System Usability Scale (SUS): 10 pernyataan berskala 1–5 yang menghasilkan skor 0–100. Skor ≥ 68 dianggap di atas rata-rata. Lengkapi dengan metode think-aloud: pengguna menyuarakan pikirannya saat memakai dashboard.

Ringkasan

Asesmen: Tugas (35% CPMK 113)

Indikator: Mahasiswa mampu mendesain layout dashboard.

  1. Buat 2 persona pengguna untuk studi kasus kelompok Anda.
  2. Untuk setiap persona, daftar pertanyaan, KPI, dan jenis dashboard yang sesuai.
  3. Buat wireframe (kertas atau Figma/PowerPoint) untuk satu dashboard strategis dan satu operasional, lengkap dengan anotasi alasan desain.
  4. Uji wireframe ke minimal 2 orang (teman berperan sebagai persona). Catat temuan dan perbaikannya.
KriteriaBobot
Kesesuaian dengan persona dan kebutuhan35%
Penerapan prinsip tata letak dan visual35%
Pengujian dan iterasi20%
Kerapian dokumentasi10%
Kecerdasan Bisnis · Pertemuan 11

Membangun Dashboard Interaktif dengan Power BI

Sub-CPMKSUB-CPMK 113.2 — Mahasiswa dapat membangun dashboard interaktif dengan tools BI (Power BI)
CPMKCPMK 113
Bahan KajianPraktikum pembuatan dashboard interaktif (misalnya Power BI/Tableau)
Metode · WaktuDiskusi, ceramah, demonstrasi · 3 × 50 menit
AsesmenTugas · 35% dari CPMK 113

Tujuan Pembelajaran

  1. Mengenal antarmuka dan alur kerja Power BI Desktop dan Power BI Service.
  2. Membangun model data (relasi, tabel tanggal) dan measure DAX lanjutan.
  3. Menambahkan interaktivitas: slicer, drill-down, drill-through, tooltip, bookmark.
  4. Mempublikasikan dan membagikan dashboard dengan aman.

1. Alur Kerja Power BI

Get Data → Power Query (Transform) → Model (relasi + DAX) → Report (visual) → Publish → Dashboard/App → Refresh terjadwal
KomponenFungsi
Power BI DesktopAplikasi Windows gratis untuk membangun laporan (.pbix)
Power BI ServiceLayanan cloud (app.powerbi.com) untuk berbagi, dashboard, dan refresh terjadwal
Power BI MobileAplikasi ponsel untuk melihat laporan
Report vs DashboardReport: banyak halaman, interaktif penuh. Dashboard (di Service): satu kanvas berisi visual yang di-pin dari berbagai report

Tiga tampilan di Desktop: Report view (membuat visual), Table/Data view (melihat isi tabel), dan Model view (mengatur relasi).

2. Langkah Membangun Dashboard Melayu Mart

a. Mengambil data

Home → Get Data → MySQL database → server localhost, database dw_melayumart (perlu MySQL Connector/NET). Alternatif: impor file Excel/CSV hasil ETL.

b. Membangun model

  1. Di Model view, pastikan relasi dim_* (1) → fact_penjualan (*) dengan arah filter single.
  2. Tandai dim_tanggal sebagai date table.
  3. Urutkan nama_bulan berdasarkan kolom bulan (Sort by column) agar Januari–Desember tidak berurutan abjad.
  4. Buat hierarki: Tahun → Kuartal → Bulan → Tanggal, serta Wilayah → Kota → Toko.
  5. Sembunyikan kolom kunci (*_key) dari tampilan laporan.

c. Measure lanjutan

Target Penjualan = SUM ( target[nilai_target] )
Capaian Target % = DIVIDE ( [Total Penjualan], [Target Penjualan] )

Penjualan YTD    = TOTALYTD ( [Total Penjualan], dim_tanggal[tanggal] )
Penjualan Thn Lalu = CALCULATE ( [Total Penjualan], SAMEPERIODLASTYEAR ( dim_tanggal[tanggal] ) )
Pertumbuhan YoY %  = DIVIDE ( [Total Penjualan] - [Penjualan Thn Lalu], [Penjualan Thn Lalu] )

Penjualan Sembako = CALCULATE ( [Total Penjualan], dim_produk[kategori] = "Sembako" )
Kontribusi %      = DIVIDE ( [Total Penjualan],
                      CALCULATE ( [Total Penjualan], ALL ( dim_produk ) ) )

Peringkat Toko    = RANKX ( ALL ( dim_toko[nama_toko] ), [Total Penjualan] )
Status Target     = IF ( [Capaian Target %] >= 1, "✔ Tercapai", "✘ Belum" )
Konsep kunci DAX: konteks filter. Measure selalu dihitung dalam konteks filter visual (baris tabel, slicer, klik pada grafik). CALCULATE mengubah konteks tersebut, dan ALL menghapus filter dari tabel/kolom tertentu.

d. Menyusun halaman laporan

HalamanIsi
1. Ringkasan Eksekutif4 kartu KPI, tren penjualan vs target, peringkat toko, slicer periode & kota
2. Analisis ProdukTreemap kategori, Pareto produk, scatter qty vs margin
3. Detail Toko (drill-through)Dibuka dengan klik kanan pada toko → Drill through; berisi tren harian, jam ramai, dan produk terlaris toko tersebut

e. Interaktivitas

  1. Slicer: tambahkan visual Slicer untuk Tahun/Bulan (gaya dropdown atau between) dan Kota.
  2. Sync slicers: View → Sync slicers agar filter berlaku di semua halaman.
  3. Edit interactions: pilih visual → Format → Edit interactions untuk mengatur visual mana yang ikut terfilter.
  4. Drill-down: masukkan hierarki ke sumbu grafik, lalu aktifkan ikon panah ke bawah.
  5. Drill-through: di halaman Detail Toko, seret nama_toko ke kolom Drill through.
  6. Tooltip page: buat halaman kecil (ukuran Tooltip) berisi mini chart, lalu jadikan tooltip untuk visual peringkat toko.
  7. Bookmark + tombol: buat bookmark "Tampilan Grafik" dan "Tampilan Tabel", lalu hubungkan ke tombol navigasi.

f. Publikasi dan keamanan

3. Daftar Periksa Kualitas Dashboard

Ringkasan

Asesmen: Tugas (35% CPMK 113)

Indikator: Mahasiswa mampu membuat dashboard interaktif sesuai studi kasus.

Wujudkan wireframe P10 menjadi dashboard Power BI (file .pbix) dengan ketentuan:

  1. Model star schema dengan tabel tanggal dan minimal 8 measure DAX (2 di antaranya time intelligence).
  2. Minimal 2 halaman, termasuk satu halaman drill-through.
  3. Slicer tersinkron, satu hierarki drill-down, dan satu tooltip page atau bookmark.
  4. Satu role RLS beserta tangkapan layar pengujiannya (View as).
  5. Video demo 3–5 menit atau demo langsung di kelas.
KriteriaBobot
Model data dan measure DAX30%
Interaktivitas berfungsi dengan benar30%
Kesesuaian dengan studi kasus dan desain P1025%
Keamanan (RLS) dan kerapian15%
Kecerdasan Bisnis · Pertemuan 12

Laporan BI yang Mendukung Keputusan Strategis

Sub-CPMKSUB-CPMK 113.3 — Mahasiswa dapat menghasilkan laporan BI yang mendukung pengambilan keputusan strategis
CPMKCPMK 113
Bahan KajianPraktikum pembuatan dashboard interaktif (Power BI/Tableau); laporan kinerja berbasis BI
Metode · WaktuCase-Based Learning (CBL) · 3 × 50 menit
AsesmenPresentasi · 30% dari CPMK 113

Tujuan Pembelajaran

  1. Menjelaskan perbedaan laporan operasional, manajerial, dan strategis.
  2. Menyusun laporan kinerja menggunakan kerangka Balanced Scorecard dan OKR.
  3. Menulis ringkasan eksekutif yang berisi insight dan rekomendasi.
  4. Mempresentasikan laporan BI kepada pengambil keputusan.

1. Jenis Laporan BI

JenisCiriContoh
OperasionalDetail, harian, untuk pelaksanaDaftar produk di bawah stok minimum hari ini
Manajerial (taktis)Ringkasan per unit, mingguan/bulananKinerja penjualan per toko bulan Maret
StrategisTren jangka panjang, capaian sasaran organisasi, data eksternalLaporan kinerja kuartalan untuk direksi dan pemilik
Ad-hocMenjawab pertanyaan khusus sekali waktuAnalisis kelayakan membuka toko baru di Kampar

2. Kerangka Pengukuran Kinerja

Balanced Scorecard (Kaplan & Norton)

Kinerja diukur dari empat perspektif yang saling berkaitan dalam peta strategi:

PerspektifSasaran contohKPITarget
KeuanganMeningkatkan profitabilitasMargin laba kotor≥ 20%
PelangganMeningkatkan loyalitasRepeat purchase rate member≥ 45%
Proses bisnis internalKetersediaan barangStockout rate< 2%
Pembelajaran & pertumbuhanSDM melek data% kepala toko lulus pelatihan dashboard100%

OKR (Objectives and Key Results)

Objective: tujuan kualitatif yang menginspirasi. Key Results: 2–5 hasil terukur. Contoh: O: Menjadi minimarket pilihan keluarga di Pekanbaru. KR1: jumlah member aktif naik dari 8.000 menjadi 12.000; KR2: rating ulasan ≥ 4,5; KR3: AOV keluarga naik 10%.

3. Struktur Laporan Kinerja Strategis

  1. Ringkasan eksekutif (1 halaman): 3–5 poin utama, status KPI, dan rekomendasi.
  2. Scorecard KPI: aktual vs target vs periode lalu, dengan indikator status.
  3. Analisis tren dan penyebab: visual pendukung dan hasil drill-down.
  4. Analisis eksternal: kondisi pasar, inflasi, pesaing.
  5. Rekomendasi dan rencana tindak: apa, siapa, kapan, dampak yang diharapkan.
  6. Lampiran: definisi KPI, sumber data, catatan metodologi, keterbatasan.

Contoh ringkasan eksekutif

Kinerja Melayu Mart Kuartal I 2026
  • Penjualan Rp3,61 M (98% target, +7% YoY). Laba kotor Rp712 jt, margin 19,7% (target 20%).
  • 9 dari 12 toko mencapai target. Tiga toko di Dumai tertinggal (−11% dari target) akibat pesaing baru.
  • Kategori sembako tumbuh 15% menjelang Ramadan; stockout minyak goreng 4,1% menyebabkan potensi kehilangan penjualan ±Rp38 jt.
  • Rekomendasi: (1) promo bundling di toko Dumai selama 6 minggu; (2) naikkan safety stock sembako 25% selama Ramadan; (3) evaluasi ulang pada rapat April.

4. Format Penyajian

5. Presentasi kepada Pengambil Keputusan

Ringkasan

Asesmen: Presentasi (30% CPMK 113)

Indikator: Mahasiswa mampu menghasilkan laporan berbasis BI.

Kasus (CBL): Anda adalah tim BI yang diminta direksi menyusun laporan kinerja kuartalan untuk studi kasus kelompok. Kumpulkan dan presentasikan (12 menit):

  1. Scorecard empat perspektif BSC (minimal 1 KPI per perspektif) atau OKR (1 objective, 3 KR).
  2. Ringkasan eksekutif satu halaman.
  3. Halaman laporan di Power BI (atau paginated report/PDF) yang mendukung ringkasan tersebut.
  4. Tiga rekomendasi strategis dengan rencana tindak.
KriteriaBobot
Keterkaitan KPI dengan sasaran strategis30%
Kualitas ringkasan eksekutif dan rekomendasi35%
Kualitas laporan/visual pendukung20%
Penyampaian dan tanya jawab15%
Kecerdasan Bisnis · Pertemuan 13

Kolaborasi dalam Proyek BI: Teamwork & Agile Approach

Sub-CPMKSUB-CPMK 127.1 — Mahasiswa dapat berkolaborasi dalam tim untuk menyelesaikan proyek BI
CPMKCPMK 127
Bahan KajianKolaborasi dalam proyek BI (teamwork, agile approach)
Metode · WaktuKolaborasi tim, diskusi · 3 × 50 menit
AsesmenPresentasi · 25% dari CPMK 127

Tujuan Pembelajaran

  1. Menjelaskan siklus hidup proyek BI.
  2. Menjelaskan peran-peran dalam tim BI.
  3. Menerapkan pendekatan agile (Scrum/Kanban) pada proyek BI.
  4. Menggunakan alat kolaborasi untuk mengelola pekerjaan tim.

1. Siklus Hidup Proyek BI

Moss & Atre dalam Business Intelligence Roadmap membagi proyek BI menjadi enam tahap:

TahapKegiatan utama
1. JustificationStudi kelayakan bisnis: masalah, manfaat, biaya
2. PlanningEvaluasi infrastruktur, perencanaan proyek
3. Business AnalysisDefinisi kebutuhan, analisis data, prototipe, metadata
4. DesignDesain basis data (star schema), desain ETL, desain metadata
5. ConstructionMembangun ETL, aplikasi/dashboard, pengujian
6. DeploymentImplementasi, pelatihan, evaluasi rilis

Proyek BI sebaiknya dikerjakan dalam rilis-rilis kecil, bukan satu proyek raksasa. Inilah alasan pendekatan agile cocok untuk BI.

2. Peran dalam Tim BI

PeranTanggung jawab
Business sponsorPemilik masalah bisnis, penyedia anggaran, pengambil keputusan akhir
Product owner / business analystMenerjemahkan kebutuhan bisnis menjadi backlog, menjaga prioritas
Data engineerMembangun pipeline ETL dan data warehouse
BI developer / analystMembangun model, measure, dan dashboard; menghasilkan insight
Data stewardMenjaga kualitas dan definisi data di unit bisnis
Scrum master / project managerMemfasilitasi proses tim, menghilangkan hambatan
Pengguna akhirMemberi umpan balik, menguji, dan memakai hasil

3. Agile untuk BI

Nilai Agile Manifesto

Scrum pada proyek BI

UnsurPenerapan di proyek BI
Product backlogDaftar user story, misal: "Sebagai kepala toko, saya ingin melihat produk di bawah stok minimum agar dapat memesan ulang tepat waktu."
Sprint (1–2 minggu)Sprint 1: ETL penjualan; Sprint 2: model + KPI utama; Sprint 3: halaman toko + RLS
Sprint planningMemilih story dan memecahnya menjadi tugas
Daily stand-up (15 menit)Apa yang dikerjakan kemarin, rencana hari ini, hambatan
Sprint reviewDemo dashboard ke pengguna, kumpulkan umpan balik
RetrospectiveApa yang berjalan baik, apa yang perlu diperbaiki
Definition of DoneData sudah direkonsiliasi, measure terdokumentasi, diuji pengguna, sudah dipublikasikan

Kanban cocok untuk tim BI yang banyak menerima permintaan laporan ad-hoc. Papan dibagi menjadi To Do → In Progress → Review → Done dengan batas jumlah pekerjaan yang berjalan bersamaan (WIP limit).

4. Kolaborasi yang Efektif

Contoh RACI

PekerjaanAnalis AEngineer BDesigner CSponsor
Definisi KPIRCCA
Pipeline ETLCR/AII
Desain dashboardCIR/AC
Integrasi AIK: QS. Al-Maidah [5]: 2 mengajak untuk saling tolong-menolong dalam kebaikan dan takwa. Dalam tim, ini berarti berbagi beban kerja secara adil, terbuka terhadap masukan, dan menunaikan amanah tugas masing-masing.

Ringkasan

Asesmen: Presentasi (25% CPMK 127)

Indikator: Mahasiswa aktif berkontribusi dalam tim dalam menyelesaikan permasalahan berbasis BI.

Setiap kelompok menyusun dan mempresentasikan rencana proyek akhir (P16):

  1. Team charter dan matriks RACI.
  2. Product backlog (minimal 8 user story) beserta prioritasnya.
  3. Rencana 3 sprint hingga P16 dan papan Kanban (tangkapan layar Trello/GitHub Projects).
  4. Bukti kolaborasi: notulen stand-up atau riwayat aktivitas.

Penilaian individu memperhitungkan penilaian sejawat (peer assessment) antaranggota kelompok.

KriteriaBobot
Kualitas rencana (backlog, sprint, RACI)35%
Bukti kolaborasi dan pembagian peran25%
Kontribusi individu (penilaian sejawat)25%
Penyampaian presentasi15%
Kecerdasan Bisnis · Pertemuan 14

Isu Etika dan Hukum terkait Data: Privasi, Keamanan & Bias

Sub-CPMKSUB-CPMK 127.2 — Mahasiswa dapat mengidentifikasi isu etis terkait penggunaan data dalam BI
CPMKCPMK 127
Bahan KajianIsu etika dan hukum terkait data (privacy, security, bias dalam data)
Metode · WaktuDiskusi, ceramah · 3 × 50 menit
AsesmenPresentasi · 25% dari CPMK 127

Tujuan Pembelajaran

  1. Menjelaskan prinsip etika data dan perlindungan data pribadi.
  2. Menjelaskan kewajiban hukum dalam UU Pelindungan Data Pribadi (UU PDP).
  3. Mengidentifikasi risiko keamanan dan bias dalam sistem BI.
  4. Menerapkan langkah mitigasi etis pada proyek BI.

1. Mengapa Etika Data Penting dalam BI?

BI mengumpulkan data dalam jumlah besar, sering kali tentang manusia: pelanggan, karyawan, warga. Keputusan berbasis data dapat merugikan orang bila datanya bocor, dipakai di luar tujuan, atau mengandung bias. Kesalahan etika juga merusak kepercayaan dan reputasi organisasi.

2. Prinsip Etika Data

PrinsipArti
TransparansiSubjek data tahu data apa yang dikumpulkan dan untuk apa
Pembatasan tujuanData hanya dipakai untuk tujuan yang disampaikan saat pengumpulan
Minimalisasi dataKumpulkan seperlunya saja
AkurasiData dijaga tetap benar dan mutakhir
Pembatasan penyimpananData dihapus atau dianonimkan setelah tidak diperlukan
KeamananData dilindungi dari akses tidak sah, kebocoran, dan kerusakan
KeadilanAnalisis tidak mendiskriminasi kelompok tertentu
AkuntabilitasAda pihak yang bertanggung jawab dan dapat dimintai pertanggungjawaban

3. Aspek Hukum di Indonesia

UU No. 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi (UU PDP)

Regulasi terkait lain: UU ITE beserta perubahannya, PP No. 71 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik, dan aturan sektoral (misal OJK untuk keuangan, Kemenkes untuk rekam medis). Organisasi multinasional juga memperhatikan GDPR (Uni Eropa).

Ringkasan hukum ini untuk pembelajaran. Untuk penerapan nyata, rujuk naskah resmi peraturan dan peraturan pelaksanaannya yang berlaku.

4. Keamanan Data dalam BI

RisikoMitigasi
Dashboard dibagikan ke publik tanpa sengajaLarangan Publish to web, gunakan akun organisasi, tinjau izin berkala
Pengguna melihat data di luar wewenangnyaRow-Level Security, prinsip least privilege
File Excel/CSV berisi data pribadi beredar lewat e-mail/WhatsAppPenyimpanan terpusat, label sensitivitas, matikan ekspor bila perlu
Kebocoran saat transferEnkripsi (HTTPS/TLS), gateway resmi
Data pribadi tidak diperlukan untuk analisisAnonimisasi, pseudonimisasi, agregasi, masking (misal 0812****7788)
-- Pseudonimisasi id member dan masking no HP sebelum data masuk DW
SELECT SHA2(CONCAT(id_member, 'garam-rahasia'), 256) AS member_hash,
       CONCAT(LEFT(no_hp, 4), '****', RIGHT(no_hp, 4))  AS no_hp_mask,
       CASE WHEN TIMESTAMPDIFF(YEAR, tgl_lahir, CURDATE()) < 25 THEN '<25'
            WHEN TIMESTAMPDIFF(YEAR, tgl_lahir, CURDATE()) < 40 THEN '25-39'
            ELSE '40+' END                               AS kelompok_umur
FROM member;

5. Bias dalam Data dan Algoritma

Jenis biasContoh
Sampling/selection biasSurvei kepuasan hanya diisi pelanggan aplikasi, sehingga lansia tidak terwakili
Historical biasModel rekrutmen belajar dari data lama yang didominasi satu gender
Measurement biasRating toko dari ulasan daring, padahal toko di desa jarang diulas
Proxy discriminationMenolak kredit berdasarkan kode pos yang berkorelasi dengan kelompok sosial tertentu
Automation biasPengguna mempercayai rekomendasi sistem tanpa memeriksanya

Mitigasi: periksa keterwakilan data, uji hasil per kelompok, dokumentasikan asumsi, libatkan manusia dalam keputusan penting (human-in-the-loop), dan sediakan mekanisme keberatan.

6. Kerangka Keputusan Etis

  1. Apakah tindakan ini legal (UU PDP, kontrak, kebijakan internal)?
  2. Apakah subjek data akan terkejut atau keberatan jika tahu?
  3. Siapa yang diuntungkan dan siapa yang mungkin dirugikan?
  4. Adakah cara mencapai tujuan yang sama dengan data lebih sedikit?
  5. Apakah saya bersedia keputusan ini diumumkan ke publik?
Integrasi AIK: Data adalah amanah. QS. An-Nisa [4]: 58 memerintahkan untuk menyampaikan amanah kepada yang berhak. QS. Al-Hujurat [49]: 12 melarang mencari-cari kesalahan orang lain (tajassus). Analis BI wajib menjaga data pribadi, tidak memakainya di luar haknya, dan tidak memanipulasi angka.

Ringkasan

Asesmen: Presentasi (25% CPMK 127)

Indikator: Mahasiswa dapat mengidentifikasi isu etika dalam BI.

  1. Analisis satu kasus nyata insiden data (kebocoran data, penyalahgunaan data, atau algoritma bias) di Indonesia atau dunia dari sumber berita/laporan yang kredibel. Jelaskan apa yang terjadi, prinsip yang dilanggar, dan dampaknya.
  2. Kaitkan dengan ketentuan UU PDP yang relevan.
  3. Lakukan audit etika pada proyek BI kelompok: data pribadi apa yang dipakai, risikonya, dan mitigasinya (dalam bentuk tabel).
  4. Presentasi 10 menit.
KriteriaBobot
Ketepatan identifikasi isu etika dan hukum35%
Audit etika proyek dan mitigasinya35%
Argumentasi dan sumber rujukan15%
Penyampaian15%
Kecerdasan Bisnis · Pertemuan 15

Refleksi Kritis Implementasi BI & Tantangan Masa Depan

Sub-CPMKSUB-CPMK 127.3 — Mahasiswa menunjukkan sikap kritis dan reflektif dalam mengevaluasi solusi BI
CPMKCPMK 127
Bahan KajianRefleksi kritis terhadap implementasi BI dan tantangan masa depan; evaluasi insight
Metode · WaktuDiskusi, ceramah · 3 × 50 menit
AsesmenTugas · 25% dari CPMK 127

Tujuan Pembelajaran

  1. Mengevaluasi solusi BI dari sisi teknis, bisnis, pengguna, dan etika.
  2. Mengukur keberhasilan dan nilai (ROI) implementasi BI.
  3. Menganalisis tren dan tantangan BI di masa depan.
  4. Menulis refleksi kritis dan saran pengembangan BI.

1. Berpikir Kritis terhadap Solusi BI

Solusi BI sering dinilai dari tampilannya saja. Penilaian kritis menguji apakah solusi tersebut benar, dipakai, dan berdampak. Gunakan pertanyaan berikut:

DimensiPertanyaan evaluasi
TeknisApakah data akurat dan tepat waktu? Apakah ETL andal dan model mudah dipelihara? Bagaimana performanya?
BisnisKeputusan apa yang berubah karena BI? Berapa nilai rupiahnya?
PenggunaBerapa persen pengguna aktif? Apakah mereka percaya angkanya? Berapa skor usability (SUS)?
OrganisasiApakah tata kelola data dan pemilik data jelas? Apakah budaya data tumbuh?
EtikaAdakah risiko privasi, bias, atau penyalahgunaan yang belum ditangani?

2. Mengukur Nilai BI

Contoh Melayu Mart (tahun pertama):
  Biaya  : lisensi + pelatihan + pengembangan          = Rp120 jt
  Manfaat: 160 jam/bln laporan manual × Rp50 rb × 12    = Rp96 jt
           Penjualan terselamatkan dari stockout         = Rp150 jt
           Total manfaat                                 = Rp246 jt
  ROI    = (246 − 120) / 120 × 100% = 105%

Kritisi angka ROI: apakah penurunan stockout murni karena BI atau juga karena faktor lain (pemasok baru, musim)?

3. Mengapa Implementasi BI Gagal?

4. Tren dan Tantangan Masa Depan BI

TrenPenjelasanTantangan
Augmented analytics & Generative AIAI membantu menyiapkan data, menemukan insight otomatis, dan menjawab pertanyaan dalam bahasa alami (misal fitur Copilot/Q&A di tools BI)Halusinasi jawaban, kebutuhan verifikasi, keamanan data yang dikirim ke model AI
Real-time & streaming analyticsData dianalisis saat terjadi (IoT, transaksi)Biaya infrastruktur, kualitas data cepat
Cloud, lakehouse, data fabric/meshPlatform data terpadu; kepemilikan data didesentralisasi ke domain bisnisTata kelola lintas domain, ketergantungan vendor
Embedded analyticsAnalitik ditanam langsung di aplikasi operasionalIntegrasi dan keamanan
Data literacy & democratizationSemua karyawan mampu memakai dataPelatihan dan perubahan budaya
Responsible AI & regulasiTuntutan transparansi, keadilan, dan kepatuhan (UU PDP)Audit algoritma, dokumentasi

5. Menulis Refleksi Kritis

Gunakan model refleksi Gibbs yang disederhanakan:

  1. Deskripsi: apa yang dibangun/dilakukan?
  2. Perasaan & pengalaman: apa yang menantang?
  3. Evaluasi: apa yang berhasil dan apa yang tidak? (gunakan bukti/angka)
  4. Analisis: mengapa demikian? (kaitkan dengan teori dari P1–P14)
  5. Kesimpulan: apa pelajaran utamanya?
  6. Rencana tindak: apa yang akan dilakukan berbeda dan saran pengembangan BI ke depan?

Ringkasan

Asesmen: Tugas (25% CPMK 127)

Indikator: Mahasiswa mampu memberikan refleksi kritis dan saran pengembangan BI.

Esai refleksi individu (1.000–1.500 kata):

  1. Evaluasi kritis proyek BI kelompok Anda menggunakan tabel lima dimensi di atas.
  2. Refleksi peran dan pembelajaran pribadi dengan model Gibbs.
  3. Analisis satu tren BI masa depan dan relevansinya bagi organisasi studi kasus Anda.
  4. Minimal 3 saran pengembangan BI yang konkret dan beralasan.
KriteriaBobot
Kedalaman evaluasi kritis (berbasis bukti)35%
Kualitas refleksi diri25%
Analisis tren dan saran pengembangan25%
Struktur tulisan dan rujukan15%
Kecerdasan Bisnis · Pertemuan 16

Proyek Akhir: Laporan Kinerja Berbasis BI untuk Keputusan Strategis

Sub-CPMKSUB-CPMK 127.4 — Project akhir BI
CPMKCPMK 127
Bahan KajianLaporan kinerja berbasis BI untuk pengambilan keputusan strategis
Metode · WaktuCase-Based Learning (CBL) · 3 × 50 menit
AsesmenPresentasi · 25% dari CPMK 127

Tujuan Pembelajaran

  1. Mengintegrasikan seluruh materi menjadi satu solusi BI utuh, dari kebutuhan hingga rekomendasi keputusan.
  2. Mempresentasikan hasil proyek BI kepada audiens pengambil keputusan.
  3. Menunjukkan kerja sama tim, berpikir kritis, dan integritas data.

1. Ketentuan Proyek

2. Luaran Wajib dan Keterkaitan dengan Pertemuan

LuaranIsiMateri
1. Analisis kebutuhanProfil organisasi, tujuan, pertanyaan bisnis, kamus KPI, bus matrixP1–P4
2. Pipeline dataDokumentasi ETL (Power Query/SQL), data warehouse star schemaP5–P6
3. AnalisisDeskriptif, diagnostik, prediktif (forecast/regresi), dan rekomendasi preskriptifP7, P9
4. DashboardFile .pbix: min. 2 halaman, interaktif, RLS, desain berbasis personaP8, P10–P11
5. Laporan kinerjaRingkasan eksekutif, scorecard (BSC/OKR), rekomendasi strategisP12
6. Manajemen proyekBacklog, sprint, RACI, bukti kolaborasi, penilaian sejawatP13
7. Audit etikaData pribadi, risiko, mitigasi, kepatuhan UU PDPP14
8. Presentasi15 menit presentasi + demo, 10 menit tanya jawabP16

3. Struktur Laporan Akhir

  1. Ringkasan eksekutif (1 halaman)
  2. Pendahuluan: latar belakang organisasi, masalah, tujuan
  3. Analisis kebutuhan dan KPI
  4. Arsitektur solusi BI (gambar arsitektur seperti Gambar 2.1)
  5. Integrasi data: ETL dan star schema
  6. Analisis dan insight (dievaluasi dengan kriteria P9)
  7. Dashboard dan laporan kinerja (tangkapan layar dan penjelasan)
  8. Rekomendasi strategis dan rencana tindak
  9. Etika, keamanan, dan keterbatasan
  10. Refleksi tim dan saran pengembangan
  11. Lampiran: kamus KPI, daftar measure DAX, skrip SQL/M, notulen sprint

4. Alur Presentasi yang Disarankan

MenitIsi
0–2Masalah bisnis dan keputusan yang diminta (mulai dari kesimpulan)
2–5Data dan arsitektur solusi (singkat)
5–11Demo dashboard: alur cerita insight sesuai persona
11–14Rekomendasi strategis, dampak, dan risiko
14–15Etika, keterbatasan, dan langkah selanjutnya

5. Daftar Periksa Sebelum Presentasi

Asesmen: Presentasi (25% CPMK 127)

Indikator: Mahasiswa mampu mengimplementasikan proyek BI.

KriteriaSangat baikBobot
Kesesuaian solusi dengan masalah bisnisPertanyaan bisnis terjawab dan KPI relevan20%
Kualitas data dan modelETL terdokumentasi, star schema benar, data direkonsiliasi20%
Dashboard dan laporanInteraktif, berbasis persona, mudah dipahami20%
Insight dan rekomendasi strategisKritis, berbasis bukti, dapat ditindaklanjuti20%
Etika dan integritas dataRisiko teridentifikasi dan dimitigasi10%
Kolaborasi dan presentasiSemua anggota menguasai materi, penyampaian runtut10%