Universitas Muhammadiyah Riau · Fakultas Ilmu Komputer · Sistem Informasi
Modul Ajar Kecerdasan Bisnis (Business Intelligence)
Materi kuliah 16 pertemuan yang disusun mengikuti Rencana Pembelajaran Semester (RPS). Setiap pertemuan bisa dibaca daring atau diunduh sebagai PDF/Word, satu per satu maupun seluruhnya.
Mata Kuliah
Kecerdasan Bisnis
Kode / SKS / Semester
04027060 · 3 SKS · Semester 7
Rumpun Mata Kuliah
Mata Kuliah Pilihan (MP)
Tim Pengembang RPS
Setiawan Ardi Wijaya, S.Kom., M.Kom.
Koordinator RMK / Kaprodi
Edo Arribe, S.Kom., MMSI
Waktu per pertemuan
3 × 50 menit
Perangkat lunak
Microsoft Power BI Desktop, Microsoft Excel, Laragon (MySQL)
Perangkat keras
PC/Laptop, Infokus
Deskripsi Mata Kuliah
Mata kuliah ini membahas konsep dan penerapan Business Intelligence dalam mendukung pengambilan keputusan berbasis data. Topiknya mencakup arsitektur BI, proses ETL, data warehouse, analisis dan visualisasi data, serta perancangan dashboard interaktif. Mahasiswa dibekali keterampilan teknis, analitis, dan etis untuk mengolah data menjadi informasi yang bernilai bagi organisasi.
Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL)
Kode
Rumusan
CPL-S-01
Bersikap religius dan menjunjung tinggi nilai-nilai Al Islam dan Kemuhammadiyahan, kemanusiaan, keanekaragaman, nasionalisme, serta mampu menjalankan kehidupan bermasyarakat dan bernegara secara taat hukum, bertanggung jawab, mandiri, dan berjiwa kewirausahaan.
CPL-KK-05
Mampu merancang dan menggunakan database, serta mengolah dan menganalisa data dengan alat dan teknik pengolahan data.
CPL-KK-08
Mampu memahami dan menerapkan kode etik dalam penggunaan informasi dan data pada perancangan, implementasi, dan penggunaan suatu sistem, serta mampu mengumpulkan, menganalisis, dan menginterpretasi data serta menerapkan prinsip etika dan keamanan digital dalam mendukung pengambilan keputusan berbasis data di lingkungan industri dan pemerintahan.
Pustaka
Utama
Sharda, R., Delen, D., & Turban, E. (2023). Analytics, Data Science, & Artificial Intelligence: Systems for Decision Support (12th ed.). Pearson.
Davenport, T. H., & Harris, J. G. (2017). Competing on Analytics: The New Science of Winning. Harvard Business Review Press.
Moss, L. T., & Atre, S. (2003). Business Intelligence Roadmap: The Complete Project Lifecycle for Decision-Support Applications. Addison-Wesley.
Pendukung
Vercellis, C. (2009). Business Intelligence: Data Mining and Optimization for Decision Making. Wiley.
Kimball, R., & Ross, M. (2013). The Data Warehouse Toolkit: The Definitive Guide to Dimensional Modeling (3rd ed.). Wiley.
Larose, D. T., & Larose, C. D. (2014). Discovering Knowledge in Data: An Introduction to Data Mining (2nd ed.). Wiley.
Pendahuluan
Peta Pertemuan & Penilaian
Setiap pertemuan memenuhi satu Sub-CPMK dan memiliki satu bentuk asesmen. Bobot di bawah ini mengikuti RPS.
Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK)
Kode
Keterangan
Bobot
CPL
CPMK 110
Mampu menjelaskan konsep, prinsip, dan arsitektur Business Intelligence serta perannya dalam mendukung pengambilan keputusan organisasi berbasis data.
10%
CPL-S-01
CPMK 111
Mampu mengumpulkan, mengolah, dan mengintegrasikan data dari berbagai sumber menggunakan tools Business Intelligence.
25%
CPL-KK-05
CPMK 112
Mampu menerapkan metode analitik dan visualisasi data untuk menghasilkan insight yang relevan bagi pemangku kepentingan.
25%
CPL-KK-05
CPMK 113
Mampu merancang dashboard interaktif serta laporan kinerja organisasi menggunakan perangkat BI sesuai kebutuhan pengguna.
20%
CPL-KK-05
CPMK 127
Menunjukkan kemampuan bekerja kolaboratif dalam tim, berpikir kritis, serta menjaga integritas data dalam penerapan Business Intelligence.
20%
CPL-KK-08
Jumlah
100%
Rencana 16 Pertemuan
Ke-
Sub-CPMK
Materi
Metode
Asesmen
Bobot*
1
110.1
Konsep dasar BI, data-driven decision making, hubungan BI dengan SI
Ceramah, diskusi
Ujian Tertulis
25%
2
110.2
Arsitektur BI: ETL, data warehouse, OLAP, dashboard
Diskusi, ceramah
Kuis
40%
3
110.3
Peran BI dalam organisasi, contoh implementasi di industri
Presentasi
Tugas
35%
4
111.1
Identifikasi kebutuhan data (internal & eksternal, structured & unstructured)
Diskusi, ceramah
Tugas
35%
5
111.2
Proses ETL: extract, transform, load menggunakan tools
Diskusi, studi kasus
Ujian Tertulis
40%
6
111.3
Integrasi data ke data warehouse, praktik dasar skema bintang
Diskusi, presentasi
Presentasi
25%
7
112.1
Analisis deskriptif, prediktif, dan preskriptif pada dataset
Diskusi, ceramah
Tugas
35%
8
112.2
Visualisasi data (grafik, chart, KPI) dengan tools BI
Diskusi, ceramah
Tugas
35%
9
112.3
Evaluasi insight: relevansi, akurasi, kualitas informasi
Sesuai RPS, perkuliahan bersifat interaktif, holistik, integratif, saintifik, kontekstual, tematik, efektif, kolaboratif, berpusat pada mahasiswa (SCL), dan mengintegrasikan nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK). Nilai AIK diangkat di beberapa pertemuan melalui kotak Integrasi AIK.
Pendahuluan
Studi Kasus Berjalan: Minimarket "Melayu Mart"
Agar materi saling terhubung, sebagian besar contoh memakai satu organisasi fiktif yang sama. Organisasi ini akan kita bangunkan sistem BI-nya dari nol hingga dashboard.
Profil Organisasi
Melayu Mart (fiktif) adalah jaringan 12 minimarket di Pekanbaru, Dumai, dan Kampar. Setiap toko memakai aplikasi kasir (POS) berbasis MySQL. Stok dicatat di Excel oleh bagian gudang, program member dikelola lewat Google Form, dan ulasan pelanggan masuk melalui media sosial.
Pemangku kepentingan
Pertanyaan bisnis yang ingin dijawab
Direktur
Bagaimana tren pendapatan dan laba per bulan? Toko mana yang perlu dievaluasi?
Manajer Pemasaran
Promo mana yang efektif? Siapa pelanggan paling bernilai?
Manajer Operasional
Produk apa yang sering kehabisan stok? Kapan jam ramai?
Kepala Toko
Apakah target harian tercapai? Produk apa yang lambat terjual?
Seluruh nama organisasi, orang, dan angka dalam studi kasus ini fiktif dan dibuat untuk kebutuhan pembelajaran.
Kecerdasan Bisnis · Pertemuan 01
Konsep Dasar Business Intelligence & Data-Driven Decision Making
Sub-CPMK
SUB-CPMK 110.1 — Mahasiswa dapat menjelaskan konsep dasar BI dan hubungannya dengan pengambilan keputusan
CPMK
CPMK 110
Bahan Kajian
Konsep dasar Business Intelligence, data-driven decision making, hubungan BI dengan sistem informasi
Metode · Waktu
Ceramah, diskusi · 3 × 50 menit
Asesmen
Ujian Tertulis · 25% dari CPMK 110
Tujuan Pembelajaran
Menjelaskan pengertian Business Intelligence dan komponen utamanya.
Membedakan data, informasi, pengetahuan, dan kebijaksanaan (hierarki DIKW).
Menjelaskan proses pengambilan keputusan berbasis data dan jenis-jenis keputusan.
Menjelaskan posisi BI di antara sistem informasi lain (TPS, MIS, DSS, ERP).
1. Apa itu Business Intelligence?
Business Intelligence (BI), atau kecerdasan bisnis, adalah gabungan arsitektur, alat, basis data, aplikasi analitik, dan metodologi untuk mengumpulkan, menyimpan, menganalisis, dan menyajikan data. Tujuannya membantu pengguna bisnis mengambil keputusan yang lebih baik. Istilah ini dipopulerkan Howard Dresner (Gartner) pada akhir 1980-an sebagai payung untuk "konsep dan metode memperbaiki keputusan bisnis dengan sistem pendukung berbasis fakta".
Dalam satu kalimat: BI mengubah data mentah menjadi informasi yang dapat ditindaklanjuti (actionable insight).
Komponen utama BI
Sumber data Sistem transaksi (POS, ERP, CRM), file, API, data eksternal.
Integrasi data (ETL) Mengambil, membersihkan, menyeragamkan, dan memuat data.
Penyimpanan analitik Data warehouse / data mart yang dioptimalkan untuk analisis.
Analitik Query, OLAP, statistik, data mining, machine learning.
Manusia & proses Pengguna, tata kelola data, dan budaya berbasis data.
2. Hierarki Data → Informasi → Pengetahuan → Kebijaksanaan (DIKW)
Tingkat
Pengertian
Contoh Melayu Mart
Data
Fakta mentah tanpa konteks
T07, 2026-03-14, P0012, 3, 12500
Informasi
Data yang diolah dan diberi konteks
"Penjualan minyak goreng toko Dumai Maret turun 18% dibanding Februari."
Pengetahuan
Pola/pemahaman dari banyak informasi
"Penurunan terjadi di semua toko yang dekat pasar tradisional saat ada operasi pasar."
Kebijaksanaan
Keputusan dan tindakan yang tepat
"Saat operasi pasar, alihkan promo ke produk pelengkap dan kurangi pesanan minyak goreng."
BI bekerja terutama di tingkat data → informasi → pengetahuan. Keputusan akhir tetap diambil manusia.
3. Data-Driven Decision Making (DDDM)
DDDM adalah praktik mendasarkan keputusan pada analisis data, bukan semata intuisi, kebiasaan, atau pendapat orang dengan jabatan tertinggi (dikenal sebagai HiPPO — Highest Paid Person's Opinion).
Model keputusan Simon
Herbert Simon membagi proses keputusan menjadi empat fase. BI berperan di setiap fase:
Fase
Aktivitas
Peran BI
Intelligence
Mengenali masalah/peluang
Dashboard dan alert menunjukkan penjualan turun
Design
Menyusun alternatif solusi
Analisis drill-down mencari penyebab, simulasi skenario
Cikal bakal BI; BI menambah interaktivitas dan analitik
DSS (Decision Support System)
Model untuk mendukung keputusan spesifik
BI adalah evolusi DSS berskala organisasi
ERP / CRM / SCM
Integrasi proses bisnis
Penyedia data; banyak ERP memiliki modul BI
EIS (Executive Information System)
Ringkasan untuk eksekutif
Kini diwujudkan sebagai dashboard eksekutif
OLTP vs OLAP
Aspek
OLTP (sistem transaksi)
OLAP (sistem analitik/BI)
Tujuan
Menjalankan bisnis
Menganalisis bisnis
Operasi dominan
INSERT/UPDATE kecil, sangat sering
SELECT besar dengan agregasi
Data
Terkini, detail
Historis, terintegrasi, teragregasi
Desain
Ternormalisasi (3NF)
Denormalisasi (star schema)
Pengguna
Kasir, staf operasional
Analis, manajer, eksekutif
5. Manfaat dan Tantangan BI
Manfaat
Keputusan lebih cepat dan akurat
Satu versi kebenaran (single source of truth)
Efisiensi pelaporan (tidak lagi rekap manual)
Deteksi masalah dan peluang lebih dini
Tantangan
Kualitas data buruk ("garbage in, garbage out")
Data tersebar di banyak sistem
Budaya organisasi yang belum berbasis data
Keterampilan SDM dan biaya
Integrasi AIK: QS. Al-Hujurat [49]: 6 memerintahkan untuk memeriksa kebenaran berita sebelum bertindak (tabayyun). Prinsip ini sejalan dengan DDDM: keputusan diambil setelah fakta diverifikasi, bukan berdasarkan dugaan atau kabar yang belum jelas.
Ringkasan
BI adalah gabungan teknologi, proses, dan manusia untuk mengubah data menjadi insight bagi keputusan.
DDDM menempatkan fakta sebagai dasar keputusan di setiap fase (intelligence, design, choice, implementation).
BI berbeda dari sistem transaksi (OLTP): BI fokus pada analisis data historis yang terintegrasi (OLAP).
Asesmen: Ujian Tertulis (25% CPMK 110)
Indikator: Mahasiswa dapat menjelaskan konsep BI dengan benar.
Kisi-kisi dan contoh soal:
Jelaskan pengertian Business Intelligence dan sebutkan minimal lima komponennya.
Berikan contoh hierarki DIKW dari organisasi di sekitar Anda (kampus, toko, rumah sakit).
Jelaskan peran BI pada setiap fase model keputusan Simon menggunakan satu contoh kasus.
Bandingkan OLTP dan OLAP dari lima aspek.
Mengapa banyak organisasi memiliki banyak data tetapi tetap sulit mengambil keputusan berbasis data?
Kriteria penilaian
Bobot
Ketepatan konsep dan definisi
40%
Kemampuan memberi contoh kontekstual
35%
Struktur dan kejelasan jawaban
25%
Kecerdasan Bisnis · Pertemuan 02
Arsitektur BI: ETL, Data Warehouse, OLAP & Dashboard
Sub-CPMK
SUB-CPMK 110.2 — Mahasiswa dapat mendeskripsikan arsitektur BI (ETL, data warehouse, OLAP, dashboard)
CPMK
CPMK 110
Bahan Kajian
Arsitektur BI: ETL, data warehouse, OLAP, dashboard
Metode · Waktu
Diskusi, ceramah · 3 × 50 menit
Asesmen
Kuis · 40% dari CPMK 110
Tujuan Pembelajaran
Menggambarkan lapisan-lapisan arsitektur BI dan aliran datanya.
Menjelaskan fungsi ETL, staging area, data warehouse, dan data mart.
Menjelaskan konsep OLAP (kubus data) beserta operasinya.
Membedakan arsitektur BI tradisional dan modern (data lake, cloud, self-service BI).
1. Lapisan Arsitektur BI
Gambar 2.1 Lima lapisan arsitektur BI. Data mengalir dari kiri ke kanan; metadata dan tata kelola data melingkupi semua lapisan.
2. ETL dan Staging Area
ETL (Extract, Transform, Load) adalah proses memindahkan data dari sistem sumber ke data warehouse:
Extract: mengambil data dari sumber, baik penuh (full load) maupun hanya yang berubah (incremental).
Transform: membersihkan, menyeragamkan format, menggabungkan, dan menghitung kolom turunan.
Load: memuat ke tabel tujuan di data warehouse.
Staging area adalah tempat penampungan sementara agar proses transformasi tidak membebani sistem sumber. Variasi modern adalah ELT: data dimuat dulu ke penyimpanan (cloud) lalu ditransformasi di sana. Detail ETL dibahas di Pertemuan 5.
3. Data Warehouse dan Data Mart
Bill Inmon mendefinisikan data warehouse sebagai kumpulan data yang:
Ciri
Arti
Subject-oriented
Disusun berdasarkan subjek bisnis (penjualan, pelanggan), bukan berdasarkan aplikasi
Integrated
Format, kode, dan satuan dari berbagai sumber diseragamkan
Time-variant
Menyimpan data historis bertahun-tahun dengan dimensi waktu
Non-volatile
Data tidak diubah atau dihapus oleh transaksi harian; hanya ditambah lewat ETL
Data mart adalah bagian data warehouse untuk satu departemen atau proses bisnis, misalnya data mart penjualan untuk bagian pemasaran.
Dua pendekatan pembangunan
Inmon (top-down) Bangun EDW (Enterprise Data Warehouse) ternormalisasi terlebih dahulu, lalu turunkan data mart. Konsisten, tetapi lama dan mahal.
Kimball (bottom-up) Bangun data mart dimensional per proses bisnis menggunakan dimensi bersama (conformed dimensions). Cepat memberi hasil; paling banyak dipakai.
4. OLAP dan Kubus Data
OLAP (Online Analytical Processing) memungkinkan analisis multidimensi secara cepat. Data dibayangkan sebagai kubus: sumbu-sumbunya adalah dimensi (waktu, produk, toko), dan isinya adalah ukuran/measure (penjualan, qty, laba).
Operasi OLAP
Arti
Contoh
Roll-up
Naik ke tingkat ringkasan lebih tinggi
Penjualan harian → bulanan → tahunan
Drill-down
Turun ke tingkat lebih detail
Penjualan provinsi → kota → toko
Slice
Memotong kubus pada satu nilai dimensi
Hanya data tahun 2026
Dice
Memilih sub-kubus dengan beberapa kondisi
Tahun 2026, kategori Sembako, toko Pekanbaru
Pivot
Memutar sudut pandang (baris ↔ kolom)
Produk di baris, bulan di kolom → sebaliknya
Jenis implementasi: MOLAP (kubus disimpan khusus, sangat cepat), ROLAP (langsung di database relasional dengan SQL), dan HOLAP (gabungan). Power BI menggunakan model tabular in-memory (VertiPaq) yang secara konsep mirip MOLAP.
Contoh roll-up dengan SQL:
SELECT YEAR(tanggal) AS tahun, MONTH(tanggal) AS bulan, SUM(total) AS penjualan
FROM penjualan
GROUP BY YEAR(tanggal), MONTH(tanggal) WITH ROLLUP; -- menambah baris subtotal & grand total
5. Lapisan Penyajian
Bentuk
Ciri
Pengguna
Laporan (report)
Detail, terjadwal, dapat dicetak
Staf, auditor
Dashboard
Visual, ringkas, interaktif, satu layar
Manajer, eksekutif
Scorecard
Membandingkan capaian dengan target KPI
Direksi
Alert
Notifikasi saat nilai melewati ambang
Operasional
6. Arsitektur BI Modern
Data lake: menyimpan data mentah dalam segala format (termasuk tidak terstruktur) dengan biaya murah.
Lakehouse: menggabungkan fleksibilitas data lake dengan struktur dan performa data warehouse.
Cloud BI: Power BI Service, Google Looker Studio, Tableau Cloud. Tanpa server sendiri dan mudah dibagikan.
Self-service BI: pengguna bisnis membuat analisis sendiri tanpa menunggu tim TI.
Real-time/streaming BI: data diproses saat terjadi, misalnya pemantauan transaksi kasir secara langsung.
Ringkasan
Arsitektur BI terdiri atas lapisan sumber, integrasi (ETL), penyimpanan (DW/data mart), analitik (OLAP), dan penyajian.
Data warehouse bersifat subject-oriented, integrated, time-variant, dan non-volatile.
OLAP memandang data sebagai kubus dengan operasi roll-up, drill-down, slice, dice, dan pivot.
Asesmen: Kuis (40% CPMK 110)
Indikator: Mahasiswa dapat menggambarkan arsitektur BI.
Kuis berisi pilihan ganda dan satu soal menggambar arsitektur. Gunakan latihan berikut untuk persiapan.
Ciri data warehouse yang berarti "data tidak diubah oleh transaksi harian" adalah … (a) integrated (b) time-variant (c) non-volatile (d) subject-oriented
Melihat penjualan per toko lalu membuka detail per kasir merupakan operasi … (a) slice (b) drill-down (c) pivot (d) roll-up
Pendekatan pembangunan DW yang dimulai dari data mart dimensional disebut pendekatan … (a) Inmon (b) Kimball (c) ELT (d) MOLAP
Memilih data tahun 2026 saja dari kubus penjualan merupakan operasi … (a) slice (b) dice (c) pivot (d) drill-down
Gambarkan arsitektur BI untuk Melayu Mart, lengkap dengan sumber data, ETL, DW, OLAP, dan dashboard.
Kunci latihan
1-c, 2-b, 3-b, 4-a. Soal 5: lihat Gambar 2.1 dan sesuaikan sumber datanya dengan tabel di bagian Studi Kasus.
Kecerdasan Bisnis · Pertemuan 03
Peran BI dalam Organisasi & Implementasi di Industri
Sub-CPMK
SUB-CPMK 110.3 — Mahasiswa dapat menganalisis peran BI dalam konteks sistem informasi organisasi
CPMK
CPMK 110
Bahan Kajian
Peran BI dalam organisasi, contoh implementasi BI di industri
Metode · Waktu
Presentasi · 3 × 50 menit
Asesmen
Tugas · 35% dari CPMK 110
Tujuan Pembelajaran
Menjelaskan peran BI pada tingkat strategis, taktis, dan operasional.
Menganalisis penerapan BI di berbagai industri.
Mengukur tingkat kematangan analitik (analytics maturity) sebuah organisasi.
Menjelaskan faktor keberhasilan dan kegagalan proyek BI.
1. BI sebagai Sumber Keunggulan Bersaing
Davenport & Harris dalam Competing on Analytics menyebut organisasi yang unggul adalah organisasi yang menjadikan analitik sebagai kapabilitas strategis, bukan sekadar alat pelaporan. Ciri-cirinya:
Analitik mendukung kapabilitas pembeda yang strategis (misalnya rekomendasi produk, penetapan harga).
Pendekatan analitik dikelola di tingkat organisasi, bukan per departemen terpisah.
Pimpinan puncak berkomitmen dan memberi contoh pengambilan keputusan berbasis data.
Organisasi berinvestasi besar pada data, teknologi, dan talenta analitik.
Pemantauan BOR (bed occupancy rate), waktu tunggu pasien, klaim asuransi
Telekomunikasi
Prediksi pelanggan berhenti berlangganan (churn), analisis kualitas jaringan
Pemerintahan
Dashboard satu data, pemantauan realisasi anggaran, sebaran bantuan sosial
Pendidikan tinggi
Dashboard akademik: IPK, masa studi, mahasiswa berisiko drop out, akreditasi
Transportasi online
Penetapan harga dinamis, penempatan armada berdasarkan permintaan per wilayah
4. Tingkat Kematangan Analitik
Model lima tahap DELTA dari Davenport & Harris:
Tahap
Ciri
1. Analytically impaired
Data buruk, keputusan berdasarkan intuisi
2. Localized analytics
Analitik ada di beberapa departemen, tidak terkoordinasi
3. Analytical aspirations
Ada visi dan mulai dibangun kapabilitas organisasi
4. Analytical companies
Analitik tersebar luas, data terintegrasi
5. Analytical competitors
Analitik menjadi keunggulan bersaing utama
Faktor DELTA yang menentukan kematangan: Data, Enterprise (cakupan organisasi), Leadership, Targets (sasaran analitik), dan Analysts.
5. Faktor Keberhasilan & Kegagalan Proyek BI
Faktor keberhasilan
Dukungan sponsor eksekutif
Kebutuhan bisnis yang jelas
Kualitas dan tata kelola data
Pelatihan dan adopsi pengguna
Pengembangan bertahap (iteratif)
Penyebab kegagalan
Dimulai dari teknologi, bukan masalah bisnis
Data tidak dipercaya pengguna
Dashboard terlalu rumit dan tidak dipakai
Lingkup proyek terlalu besar
Tidak ada pemilik data yang jelas
Ringkasan
BI berperan di semua tingkat manajemen dan fungsi organisasi.
Kematangan analitik ditentukan oleh data, cakupan organisasi, kepemimpinan, sasaran, dan analis (DELTA).
Proyek BI berhasil bila berangkat dari kebutuhan bisnis dan diadopsi pengguna.
Asesmen: Tugas (35% CPMK 110)
Indikator: Mahasiswa mampu menganalisis manfaat BI dalam organisasi.
Tugas analisis studi kasus (individu, 3–5 halaman):
Pilih satu organisasi nyata di Indonesia (perusahaan, instansi pemerintah, rumah sakit, atau kampus) yang dipublikasikan menggunakan BI/analitik. Cantumkan sumbernya.
Jelaskan masalah bisnis yang diselesaikan dan sumber data yang digunakan.
Petakan peran BI pada tingkat strategis, taktis, dan operasional.
Tentukan perkiraan tahap kematangan analitiknya (DELTA) beserta alasannya.
Berikan dua rekomendasi pengembangan BI untuk organisasi tersebut.
Kriteria
Bobot
Ketepatan analisis peran dan manfaat BI
40%
Penggunaan kerangka (tingkat manajemen, DELTA)
25%
Kualitas rekomendasi
20%
Sumber rujukan dan penulisan
15%
Kecerdasan Bisnis · Pertemuan 04
Identifikasi Kebutuhan Data dari Berbagai Sumber
Sub-CPMK
SUB-CPMK 111.1 — Mahasiswa dapat mengidentifikasi kebutuhan data dari berbagai sumber (internal/eksternal)
Transaksi POS, ERP, CRM, data SDM, log website, data keuangan
Statistik BPS, data cuaca BMKG, kurs Bank Indonesia, data pesaing, media sosial, data mitra/marketplace
Lebih mudah diakses dan dikendalikan kualitasnya
Memberi konteks (mengapa penjualan naik/turun), tetapi perlu verifikasi dan izin
Berdasarkan struktur
Jenis
Ciri
Contoh
Cara olah
Terstruktur
Skema tetap, baris-kolom
Tabel MySQL, Excel
SQL, Power Query
Semi-terstruktur
Ada tag/kunci tapi fleksibel
JSON dari API, XML, log
Parsing, Power Query (JSON)
Tidak terstruktur
Tanpa skema
Teks ulasan, gambar, audio, video
Text mining, analisis sentimen, AI
Diperkirakan sebagian besar data organisasi berbentuk tidak terstruktur. Agar bisa dianalisis BI, data ini perlu diubah menjadi bentuk terstruktur, misalnya teks ulasan diubah menjadi kolom sentimen (positif/negatif) dan topik.
3. Merumuskan KPI yang Baik
KPI (Key Performance Indicator) adalah metrik yang paling menentukan keberhasilan tujuan. Tidak semua metrik adalah KPI. KPI yang baik memenuhi kriteria SMART: Specific, Measurable, Achievable, Relevant, Time-bound.
Kurang baik
KPI SMART
"Meningkatkan penjualan"
"Penjualan bersih per toko naik 8% per kuartal dibanding kuartal yang sama tahun lalu"
"Stok tidak sering habis"
"Stockout rate produk sembako < 2% per minggu"
Bedakan juga leading indicator (memprediksi, misal jumlah pengunjung toko) dan lagging indicator (hasil akhir, misal laba bulanan).
Kamus KPI
Setiap KPI didokumentasikan dalam kamus agar semua pihak memakai definisi yang sama:
Atribut
Contoh: Rata-rata nilai belanja (AOV)
Definisi
Rata-rata nilai rupiah per struk
Rumus
Total penjualan bersih / jumlah struk unik
Sumber data
POS: tabel penjualan
Frekuensi
Harian, dirangkum bulanan
Target
Rp65.000
Pemilik
Manajer Pemasaran
4. Menilai Sumber Data
Sebelum dipakai, setiap sumber dinilai berdasarkan dimensi kualitas data:
Dimensi
Pertanyaan
Kelengkapan
Berapa persen kolom penting yang kosong?
Akurasi
Apakah nilainya sesuai kenyataan?
Konsistensi
Apakah kode produk sama di POS dan gudang?
Ketepatan waktu
Seberapa sering data diperbarui?
Keunikan
Adakah data ganda?
Aksesibilitas & legalitas
Apakah kita berhak dan mampu mengaksesnya?
5. Matriks Kebutuhan Data (Bus Matrix)
Kimball menggunakan bus matrix untuk memetakan proses bisnis terhadap dimensi. Matriks ini menjadi cetak biru data warehouse (Pertemuan 6).
Proses bisnis
Waktu
Produk
Toko
Pelanggan
Promo
Pemasok
Penjualan
✓
✓
✓
✓
✓
Persediaan
✓
✓
✓
✓
Pembelian
✓
✓
✓
✓
Ringkasan
Kebutuhan data diturunkan dari tujuan dan pertanyaan bisnis, bukan dari data yang kebetulan tersedia.
Data diklasifikasi menurut asal (internal/eksternal) dan struktur (terstruktur, semi, tidak terstruktur).
KPI harus SMART dan terdokumentasi dalam kamus KPI.
Asesmen: Tugas (35% CPMK 111)
Indikator: Mahasiswa dapat memetakan kebutuhan data.
Tugas kelompok (3–4 orang). Pilih satu organisasi (boleh studi kasus kelompok yang dipakai hingga proyek akhir: UMKM, koperasi, rumah sakit, kampus, dinas). Susun dokumen:
Profil organisasi dan 3 tujuan bisnis.
Minimal 6 pertanyaan bisnis untuk 3 pemangku kepentingan berbeda.
Kamus KPI untuk minimal 5 KPI SMART.
Daftar sumber data, dengan klasifikasi internal/eksternal dan struktur, serta penilaian kualitasnya.
Bus matrix proses bisnis × dimensi.
Kriteria
Bobot
Keterkaitan tujuan → pertanyaan → KPI → data
35%
Kualitas KPI (SMART, kamus lengkap)
25%
Kelengkapan dan klasifikasi sumber data
25%
Bus matrix dan kerapian dokumen
15%
Kecerdasan Bisnis · Pertemuan 05
Proses ETL: Extract, Transform, Load Menggunakan Tools
Sub-CPMK
SUB-CPMK 111.2 — Mahasiswa dapat melakukan proses ETL (Extract, Transform, Load) sederhana
CPMK
CPMK 111
Bahan Kajian
Proses ETL: extract, transform, load menggunakan tools
Metode · Waktu
Diskusi, studi kasus · 3 × 50 menit
Asesmen
Ujian Tertulis · 40% dari CPMK 111
Tujuan Pembelajaran
Menjelaskan tahapan ETL dan jenis-jenis transformasi data.
Mengidentifikasi masalah kualitas data dan cara menanganinya.
Melakukan ETL sederhana menggunakan Power Query (Excel/Power BI) dan SQL (MySQL Laragon).
1. Tahap Extract
Strategi
Cara kerja
Kapan dipakai
Full extraction
Ambil seluruh data setiap kali
Tabel kecil (master produk, toko)
Incremental extraction
Ambil data yang berubah sejak ETL terakhir, misalnya WHERE updated_at > @last_run
Tabel transaksi besar
Change Data Capture (CDC)
Membaca log perubahan database
Kebutuhan mendekati real-time
Sumber yang umum: koneksi database (MySQL, SQL Server), file (CSV, Excel), API web (JSON), dan folder berisi banyak file.
2. Tahap Transform
Masalah kualitas data yang umum
Masalah
Contoh di Melayu Mart
Penanganan
Nilai kosong (missing)
Kolom kategori produk kosong
Isi "Tidak diketahui", isi dari sumber lain, atau buang baris
Duplikat
Struk tercatat dua kali karena koneksi putus
Hapus duplikat berdasarkan kunci
Format tidak seragam
Tanggal "14/03/2026" dan "2026-03-14"
Konversi tipe data
Penulisan tidak konsisten
"PEKANBARU", "Pekanbaru ", "Pku"
Trim, ubah huruf, tabel pemetaan
Nilai tidak valid / outlier
qty = −5, harga = 0
Aturan validasi, tandai untuk diperiksa
Kode berbeda antarsistem
POS: "P0012", gudang: "12"
Standardisasi kode, tabel pemetaan
Jenis transformasi
Cleansing: memperbaiki/membuang data salah.
Standardisasi: menyeragamkan format, satuan, dan kode.
Derivasi: menghitung kolom baru, misalnya total = qty × harga − diskon atau margin.
Integrasi/penggabungan: merge (join kolom) dan append (gabung baris).
Agregasi: meringkas ke tingkat tertentu (harian per toko).
Pivot/unpivot: mengubah bentuk tabel lebar ↔ panjang.
Surrogate key: memberi kunci pengganti untuk tabel dimensi (dibahas di Pertemuan 6).
3. Tahap Load
Initial load: pemuatan pertama seluruh data historis.
Incremental load: menambahkan data baru secara berkala (harian/jam).
Full refresh: hapus lalu muat ulang (untuk tabel kecil).
Setelah load, lakukan validasi rekonsiliasi: jumlah baris dan total nilai di sumber harus sama dengan di tujuan.
4. Tools ETL
Kategori
Contoh
Bawaan tools BI
Power Query (Excel & Power BI), Tableau Prep
ETL khusus
Pentaho Data Integration (Kettle), Talend, SSIS, Apache NiFi
Cloud / modern
Azure Data Factory, AWS Glue, dbt, Airbyte
Pemrograman
SQL, Python (pandas)
5. Studi Kasus: ETL dengan Power Query
File penjualan_maret.csv dari POS dan master_produk.xlsx dari gudang akan digabung dan dibersihkan.
Extract: Power BI Desktop → Get Data → Text/CSV → pilih file → Transform Data (membuka Power Query Editor).
Ubah tipe: kolom tanggal → Date (pilih Using Locale → Indonesian bila formatnya dd/mm/yyyy), qty → Whole Number, harga → Fixed Decimal.
Bersihkan teks: pilih kolom kota → Transform → Format → Trim lalu Capitalize Each Word.
Kolom turunan: Add Column → Custom Column: [qty] * [harga] - [diskon] beri nama total.
Merge dengan master produk berdasarkan kode_produk (Left Outer), lalu expand kolom kategori dan harga_pokok.
Load: Close & Apply.
Setiap langkah tercatat di panel Applied Steps dalam bahasa M, sehingga ETL bisa diulang otomatis saat Refresh:
let
Sumber = Csv.Document(File.Contents("C:\data\penjualan_maret.csv"), [Delimiter=",", Encoding=65001]),
Header = Table.PromoteHeaders(Sumber),
Tipe = Table.TransformColumnTypes(Header, {{"tanggal", type date}, {"qty", Int64.Type}, {"harga", Currency.Type}, {"diskon", Currency.Type}}, "id-ID"),
RapiKota = Table.TransformColumns(Tipe, {{"kota", each Text.Proper(Text.Trim(_)), type text}}),
TanpaGanda = Table.Distinct(RapiKota, {"no_struk", "kode_produk"}),
Valid = Table.SelectRows(TanpaGanda, each [qty] > 0),
Total = Table.AddColumn(Valid, "total", each [qty] * [harga] - [diskon], Currency.Type),
Gabung = Table.NestedJoin(Total, {"kode_produk"}, master_produk, {"kode_produk"}, "mp", JoinKind.LeftOuter),
Hasil = Table.ExpandTableColumn(Gabung, "mp", {"kategori", "harga_pokok"})
in
Hasil
6. Studi Kasus: ETL dengan SQL (MySQL Laragon)
-- 1) EXTRACT: muat CSV ke tabel staging (data mentah, semua teks)
CREATE TABLE stg_penjualan (
no_struk VARCHAR(20), tanggal VARCHAR(20), kode_toko VARCHAR(10), kota VARCHAR(50),
kode_produk VARCHAR(10), qty VARCHAR(10), harga VARCHAR(20), diskon VARCHAR(20)
);
-- (impor CSV melalui SQLyog: Import → Import External Data / CSV)
-- 2) TRANSFORM + 3) LOAD ke tabel bersih
CREATE TABLE penjualan_bersih AS
SELECT DISTINCT
TRIM(no_struk) AS no_struk,
STR_TO_DATE(tanggal, '%d/%m/%Y') AS tanggal,
UPPER(TRIM(kode_toko)) AS kode_toko,
CONCAT(UPPER(LEFT(TRIM(kota),1)), LOWER(SUBSTRING(TRIM(kota),2))) AS kota,
UPPER(TRIM(kode_produk)) AS kode_produk,
CAST(qty AS SIGNED) AS qty,
CAST(harga AS DECIMAL(12,2)) AS harga,
CAST(IFNULL(NULLIF(diskon,''),'0') AS DECIMAL(12,2)) AS diskon,
CAST(qty AS SIGNED) * CAST(harga AS DECIMAL(12,2))
- CAST(IFNULL(NULLIF(diskon,''),'0') AS DECIMAL(12,2)) AS total
FROM stg_penjualan
WHERE CAST(qty AS SIGNED) > 0;
-- 4) VALIDASI rekonsiliasi
SELECT COUNT(*), SUM(total) FROM penjualan_bersih;
Ringkasan
Extract dapat dilakukan penuh, inkremental, atau CDC.
Transform menangani masalah kualitas data: missing, duplikat, format, inkonsistensi, outlier, dan kode berbeda.
Power Query dan SQL dapat dipakai untuk ETL sederhana; langkahnya terdokumentasi dan dapat diulang.
Asesmen: Ujian Tertulis (40% CPMK 111)
Indikator: Mahasiswa dapat melakukan ETL sederhana.
Contoh bentuk soal:
Diberikan potongan tabel data mentah (10 baris) yang mengandung duplikat, format tanggal campuran, kota tidak konsisten, dan qty negatif. Tuliskan langkah transformasi beserta tabel hasilnya.
Jelaskan perbedaan full extraction dan incremental extraction, lengkap dengan contoh kondisi SQL.
Tuliskan query SQL untuk membuat kolom total dan membuang baris tidak valid dari tabel staging.
Jelaskan perbedaan merge dan append di Power Query beserta contohnya.
Mengapa perlu validasi rekonsiliasi setelah proses load?
Kriteria
Bobot
Ketepatan identifikasi masalah kualitas data
30%
Ketepatan langkah dan hasil transformasi
45%
Pemahaman konsep extract/load
25%
Kecerdasan Bisnis · Pertemuan 06
Integrasi Data ke Data Warehouse & Skema Bintang
Sub-CPMK
SUB-CPMK 111.3 — Mahasiswa dapat mengintegrasikan data ke dalam data warehouse
CPMK
CPMK 111
Bahan Kajian
Integrasi data ke dalam data warehouse dan praktik dasar skema bintang (star schema)
Metode · Waktu
Diskusi, presentasi · 3 × 50 menit
Asesmen
Presentasi · 25% dari CPMK 111
Tujuan Pembelajaran
Menjelaskan pemodelan dimensional: tabel fakta, tabel dimensi, grain, dan measure.
Merancang star schema dengan empat langkah Kimball.
Membedakan star schema dan snowflake schema.
Membangun dan mengisi star schema sederhana di MySQL.
1. Pemodelan Dimensional
Istilah
Pengertian
Contoh
Tabel fakta
Menyimpan ukuran (angka) dari suatu peristiwa bisnis
fact_penjualan: qty, total, hpp
Tabel dimensi
Menyimpan konteks deskriptif: siapa, apa, kapan, di mana
dim_produk, dim_toko, dim_tanggal
Grain
Tingkat detail satu baris fakta
"Satu baris = satu produk dalam satu struk"
Measure
Kolom angka yang dapat diagregasi
SUM(total), SUM(qty)
Surrogate key
Kunci buatan (integer) di tabel dimensi, terpisah dari kode di sistem sumber
produk_key = 1, 2, 3…
Jenis measure
Aditif: dapat dijumlahkan pada semua dimensi (qty, total penjualan).
Semi-aditif: dapat dijumlahkan pada sebagian dimensi, tetapi tidak pada waktu (saldo stok, saldo rekening).
Non-aditif: tidak bisa dijumlahkan (persentase margin, harga satuan). Hitung dari komponennya.
2. Empat Langkah Desain Kimball
Pilih proses bisnis: penjualan ritel.
Tentukan grain: satu baris per item produk per struk.
Gambar 6.1 Star schema penjualan Melayu Mart. Tabel fakta di pusat; setiap dimensi terhubung langsung (satu tingkat).
3. Star Schema vs Snowflake Schema
Aspek
Star schema
Snowflake schema
Struktur dimensi
Denormalisasi (satu tabel per dimensi)
Dinormalisasi (dimensi dipecah, misal produk → kategori)
Jumlah JOIN
Sedikit, sehingga query cepat
Lebih banyak
Redundansi
Ada (nama kategori berulang)
Lebih kecil
Kemudahan untuk pengguna/Power BI
Sangat mudah (direkomendasikan)
Lebih rumit
Jika satu model memiliki beberapa tabel fakta yang berbagi dimensi (penjualan & persediaan), modelnya disebut galaxy/fact constellation.
4. Dimensi Tanggal dan Slowly Changing Dimension (SCD)
Dimensi tanggal wajib ada di setiap data warehouse. Isinya satu baris per hari dengan atribut seperti hari, minggu, bulan, kuartal, dan penanda hari libur/Ramadan.
SCD mengatur perubahan atribut dimensi. Contoh: toko pindah wilayah.
Tipe 1: timpa nilai lama (histori hilang).
Tipe 2: tambah baris baru dengan berlaku_mulai, berlaku_sampai, is_aktif (histori tersimpan).
Tipe 3: tambah kolom wilayah_sebelumnya (histori terbatas).
5. Praktik: Membangun Star Schema di MySQL
CREATE DATABASE dw_melayumart; USE dw_melayumart;
CREATE TABLE dim_tanggal (
tanggal_key INT PRIMARY KEY, -- format YYYYMMDD, misal 20260314
tanggal DATE NOT NULL, hari VARCHAR(10), bulan TINYINT, nama_bulan VARCHAR(12),
kuartal TINYINT, tahun SMALLINT, is_akhir_pekan TINYINT(1)
);
CREATE TABLE dim_produk (
produk_key INT AUTO_INCREMENT PRIMARY KEY,
kode_produk VARCHAR(10) NOT NULL, nama_produk VARCHAR(100),
kategori VARCHAR(50), merek VARCHAR(50), harga_pokok DECIMAL(12,2)
);
CREATE TABLE dim_toko (
toko_key INT AUTO_INCREMENT PRIMARY KEY,
kode_toko VARCHAR(10) NOT NULL, nama_toko VARCHAR(100), kota VARCHAR(50), wilayah VARCHAR(30)
);
CREATE TABLE fact_penjualan (
tanggal_key INT NOT NULL, produk_key INT NOT NULL, toko_key INT NOT NULL,
no_struk VARCHAR(20) NOT NULL,
qty INT, diskon DECIMAL(12,2), total DECIMAL(14,2), hpp DECIMAL(14,2),
FOREIGN KEY (tanggal_key) REFERENCES dim_tanggal(tanggal_key),
FOREIGN KEY (produk_key) REFERENCES dim_produk(produk_key),
FOREIGN KEY (toko_key) REFERENCES dim_toko(toko_key)
);
-- Mengisi dim_tanggal untuk tahun 2026 (MySQL 8)
SET SESSION cte_max_recursion_depth = 400;
INSERT INTO dim_tanggal
WITH RECURSIVE t(d) AS (SELECT DATE('2026-01-01') UNION ALL SELECT d + INTERVAL 1 DAY FROM t WHERE d < '2026-12-31')
SELECT DATE_FORMAT(d,'%Y%m%d'), d, DAYNAME(d), MONTH(d), MONTHNAME(d),
QUARTER(d), YEAR(d), DAYOFWEEK(d) IN (1,7)
FROM t;
-- Mengisi fakta dari tabel bersih hasil ETL (Pertemuan 5): lookup surrogate key
INSERT INTO fact_penjualan (tanggal_key, produk_key, toko_key, no_struk, qty, diskon, total, hpp)
SELECT DATE_FORMAT(s.tanggal,'%Y%m%d'), p.produk_key, t.toko_key, s.no_struk,
s.qty, s.diskon, s.total, s.qty * p.harga_pokok
FROM db_staging.penjualan_bersih s
JOIN dim_produk p ON p.kode_produk = s.kode_produk
JOIN dim_toko t ON t.kode_toko = s.kode_toko;
-- Query analitik khas star schema
SELECT d.nama_bulan, t.kota, p.kategori,
SUM(f.total) AS penjualan, SUM(f.total - f.hpp) AS laba_kotor
FROM fact_penjualan f
JOIN dim_tanggal d ON d.tanggal_key = f.tanggal_key
JOIN dim_toko t ON t.toko_key = f.toko_key
JOIN dim_produk p ON p.produk_key = f.produk_key
GROUP BY d.bulan, d.nama_bulan, t.kota, p.kategori
ORDER BY d.bulan;
Di Power BI, star schema diwujudkan di Model view: tabel fakta dihubungkan ke setiap dimensi dengan relasi one-to-many (1:*) dan arah filter single dari dimensi ke fakta.
Ringkasan
Star schema terdiri atas satu tabel fakta (angka) dan beberapa tabel dimensi (konteks).
Desain dimulai dari proses bisnis dan grain, baru kemudian dimensi dan fakta.
Surrogate key, dimensi tanggal, dan SCD adalah praktik standar data warehouse.
Asesmen: Presentasi (25% CPMK 111)
Indikator: Mahasiswa mampu membangun skema sederhana DW.
Tugas kelompok (lanjutan Pertemuan 4). Presentasikan dalam 10 menit:
Proses bisnis yang dipilih dan pernyataan grain.
Diagram star schema (minimal 1 fakta dan 3 dimensi) beserta atribut.
Jenis measure (aditif/semi/non-aditif) dan rencana SCD untuk satu dimensi.
Demo: tabel DW di MySQL atau model di Power BI, berisi data contoh, dan satu query/visual analitik.
Kriteria
Bobot
Ketepatan grain, fakta, dan dimensi
35%
Implementasi (tabel/model dan data contoh)
30%
Penguasaan materi saat tanya jawab
20%
Kualitas penyampaian dan slide
15%
Kecerdasan Bisnis · Pertemuan 07
Analisis Deskriptif, Prediktif & Preskriptif
Sub-CPMK
SUB-CPMK 112.1 — Mahasiswa dapat menerapkan teknik analisis deskriptif dan prediktif pada dataset
CPMK
CPMK 112
Bahan Kajian
Analisis deskriptif, prediktif, dan preskriptif pada dataset
Metode · Waktu
Diskusi, ceramah · 3 × 50 menit
Asesmen
Tugas · 35% dari CPMK 112
Tujuan Pembelajaran
Membedakan empat tingkat analitik: deskriptif, diagnostik, prediktif, preskriptif.
Menghitung statistik deskriptif dan mengenali pola pada dataset.
Membuat prediksi sederhana dengan regresi linear dan peramalan deret waktu.
Menjelaskan contoh analisis preskriptif (optimasi dan what-if).
1. Empat Tingkat Analitik
Tingkat
Pertanyaan
Teknik
Contoh Melayu Mart
Deskriptif
Apa yang terjadi?
Agregasi, statistik deskriptif, laporan
Penjualan Maret Rp1,2 M, turun 6%
Diagnostik
Mengapa terjadi?
Drill-down, korelasi, perbandingan segmen
Penurunan terbesar di toko Dumai, kategori minuman
Prediktif
Apa yang akan terjadi?
Regresi, forecasting, klasifikasi
Penjualan Ramadan diperkirakan naik 35%
Preskriptif
Apa yang sebaiknya dilakukan?
Optimasi, simulasi, aturan keputusan
Jumlah pesanan optimal per produk per toko
Semakin ke bawah, nilai bisnisnya semakin tinggi, tetapi kebutuhan data dan keahliannya juga semakin besar.
2. Analisis Deskriptif
Ukuran pemusatan dan sebaran
Ukuran
Arti
Rumus Excel
Mean (rata-rata)
Jumlah dibagi banyak data; peka terhadap outlier
=AVERAGE(F2:F5000)
Median
Nilai tengah; tahan terhadap outlier
=MEDIAN(F2:F5000)
Modus
Nilai paling sering muncul
=MODE.SNGL(...)
Simpangan baku
Seberapa jauh data menyebar dari rata-rata
=STDEV.S(...)
Kuartil & IQR
Pembagi data menjadi 4 bagian; IQR = Q3 − Q1
=QUARTILE.INC(...,1)
Deteksi outlier dengan IQR: nilai < Q1 − 1,5×IQR atau > Q3 + 1,5×IQR patut diperiksa.
Teknik deskriptif lain
Pivot table: meringkas penjualan per kategori × bulan.
Analisis Pareto (80/20): apakah 20% produk menghasilkan ±80% penjualan?
Segmentasi RFM: pelanggan dinilai dari Recency (kapan terakhir belanja), Frequency (seberapa sering), dan Monetary (berapa nilai belanja).
-- Pareto produk dengan SQL (MySQL 8, window function)
SELECT nama_produk, penjualan,
ROUND(100 * SUM(penjualan) OVER (ORDER BY penjualan DESC)
/ SUM(penjualan) OVER (), 1) AS persen_kumulatif
FROM (
SELECT p.nama_produk, SUM(f.total) AS penjualan
FROM fact_penjualan f JOIN dim_produk p ON p.produk_key = f.produk_key
GROUP BY p.nama_produk
) x
ORDER BY penjualan DESC;
3. Analisis Prediktif
Regresi linear sederhana
Model Y = a + bX memprediksi Y (misal penjualan) dari X (misal biaya promosi). Koefisien determinasi R² menunjukkan seberapa besar variasi Y yang dijelaskan X (0–1).
Interpretasi: setiap tambahan Rp1 juta biaya promosi berasosiasi dengan kenaikan penjualan ±Rp20,5 juta. Korelasi bukan kausalitas: kenaikan bisa juga dipengaruhi musim. Lakukan uji (misalnya A/B test) sebelum menyimpulkan sebab-akibat.
Pemisah argumen rumus Excel bisa berupa titik koma (;) atau koma (,) tergantung pengaturan regional komputer.
Peramalan deret waktu (forecasting)
Moving average: rata-rata n periode terakhir; sederhana dan menghaluskan fluktuasi.
Exponential smoothing (ETS): bobot lebih besar untuk data terbaru; menangani tren dan musiman. Di Excel: =FORECAST.ETS(tanggal_target; nilai; timeline) atau menu Data → Forecast Sheet. Di Power BI: Analytics pane → Forecast pada line chart.
Teknik prediktif lain (pengenalan)
Klasifikasi (pohon keputusan untuk memprediksi pelanggan churn), clustering (k-means untuk segmentasi pelanggan), dan association rule (market basket: "pembeli roti cenderung membeli selai").
4. Analisis Preskriptif
What-if analysis: "Jika harga naik 5%, berapa laba bila permintaan turun 3%?" (Excel: Scenario Manager, Goal Seek, Data Table; Power BI: What-if parameter).
Optimasi: memaksimalkan/meminimalkan tujuan dengan kendala. Contoh: menentukan alokasi anggaran promosi antartoko dengan Excel Solver.
Aturan keputusan: "Jika stok < titik pemesanan ulang (ROP), buat pesanan sebanyak EOQ."
Reorder Point (ROP) = rata-rata permintaan harian × lead time (hari) + safety stock
Contoh: 40 unit/hari × 3 hari + 30 = 150 unit → pesan ulang saat stok ≤ 150
Ringkasan
Deskriptif menjelaskan apa yang terjadi; prediktif memperkirakan apa yang akan terjadi; preskriptif merekomendasikan tindakan.
Statistik deskriptif, Pareto, dan RFM adalah alat dasar analis BI.
Regresi dan forecasting menghasilkan prediksi, tetapi harus diinterpretasi dengan hati-hati (korelasi ≠ kausalitas).
Asesmen: Tugas (35% CPMK 112)
Indikator: Mahasiswa mampu melakukan analisis pada dataset.
Tugas individu. Gunakan dataset penjualan (dari dosen atau dataset terbuka seperti Kaggle, data.go.id, atau Satu Data daerah):
Deskriptif: hitung mean, median, simpangan baku, deteksi outlier (IQR), pertumbuhan MoM, dan analisis Pareto.
Diagnostik: temukan satu penyebab perubahan terbesar melalui drill-down.
Prediktif: buat regresi linear atau forecast 3 periode ke depan; laporkan R² atau batas keyakinannya.
Preskriptif: rumuskan satu rekomendasi berbasis skenario what-if.
Visualisasi Data (Grafik, Chart, KPI) dengan Tools BI
Sub-CPMK
SUB-CPMK 112.2 — Mahasiswa dapat menggunakan tools BI untuk membuat visualisasi data yang efektif
CPMK
CPMK 112
Bahan Kajian
Visualisasi data (grafik, chart, KPI) dengan tools BI
Metode · Waktu
Diskusi, ceramah · 3 × 50 menit
Asesmen
Tugas · 35% dari CPMK 112
Tujuan Pembelajaran
Memilih jenis grafik yang tepat sesuai tujuan komunikasi.
Menerapkan prinsip persepsi visual dan menghindari grafik yang menyesatkan.
Membuat visual dan kartu KPI di Power BI dengan measure DAX dasar.
1. Mengapa Visualisasi?
Manusia memproses pola visual jauh lebih cepat daripada tabel angka. Contoh klasik Anscombe's quartet menunjukkan empat dataset dengan rata-rata, varians, dan korelasi yang identik, tetapi bentuk grafiknya sangat berbeda. Statistik ringkas saja tidak cukup; data perlu dilihat.
2. Memilih Grafik Berdasarkan Tujuan
Tujuan
Grafik yang disarankan
Contoh pertanyaan
Perbandingan antarkategori
Bar/column chart (diurutkan)
Toko mana penjualan tertinggi?
Tren waktu
Line chart, area chart
Bagaimana penjualan 12 bulan terakhir?
Komposisi
Stacked bar, 100% stacked, treemap; pie/donut hanya untuk ≤ 4 bagian
Kontribusi tiap kategori?
Distribusi
Histogram, box plot
Sebaran nilai belanja per struk?
Hubungan
Scatter plot, bubble chart
Apakah diskon berhubungan dengan qty?
Geografis
Map, filled map
Sebaran penjualan per kecamatan?
Capaian vs target
KPI card, gauge, bullet chart
Apakah target bulan ini tercapai?
Perubahan bertahap
Waterfall
Dari penjualan ke laba bersih, apa saja pengurangnya?
Detail angka
Table, matrix (dengan conditional formatting)
Angka persis per produk
3. Prinsip Visualisasi Efektif
Data-ink ratio (Tufte): hapus elemen yang tidak membawa informasi, seperti efek 3D, gridline tebal, dan latar bergambar.
Atribut pra-atentif: warna, ukuran, dan posisi ditangkap mata dalam sekejap. Gunakan warna mencolok hanya untuk hal yang ingin disorot.
Posisi lebih akurat daripada sudut/luas: bar chart lebih mudah dibandingkan daripada pie chart.
Judul yang menyampaikan pesan: "Penjualan Dumai turun 18% pada Maret" lebih baik daripada "Penjualan per Bulan".
Konsistensi warna (satu kategori = satu warna di semua grafik), format angka, dan satuan.
Aksesibilitas: hindari kombinasi merah–hijau saja; tambahkan label atau ikon.
Grafik yang menyesatkan
Sumbu Y bar chart tidak dimulai dari nol sehingga perbedaan terlihat dramatis.
Pie chart dengan terlalu banyak irisan atau total yang bukan 100%.
Dua sumbu Y dengan skala berbeda yang memberi kesan korelasi palsu.
Interval waktu tidak sama atau data dipotong secara selektif (cherry picking).
4. KPI dalam Visual
Kartu KPI yang baik menampilkan nilai saat ini, pembanding (target atau periode lalu), dan arah/status (naik/turun, tercapai/tidak).
Penjualan Rp1,24 M ▲ 6,2% vs Feb
Laba kotor Rp248 jt ▼ 1,1% vs Feb
AOV Rp67.300 Target Rp65.000 ✓
Stockout 2,8% Target < 2% ✗
5. Praktik Power BI
Buka Power BI Desktop → muat data (hasil ETL P5 atau model star schema P6).
Di Model view, tandai dim_tanggal sebagai Mark as date table.
Buat visual: Card (Total Penjualan, Margin %), Line chart (penjualan per bulan), Clustered bar (penjualan per toko, diurutkan), Donut (komposisi 4 kategori utama), Map (penjualan per kota).
Format angka: Margin % → format persentase; Total Penjualan → mata uang Rupiah, satuan juta.
Tambahkan conditional formatting pada tabel: warna merah untuk margin < 15%.
Kolom terhitung vs measure: calculated column dihitung per baris dan disimpan di model. Measure dihitung saat visual ditampilkan, mengikuti filter yang aktif. Untuk agregasi seperti total dan rasio, gunakan measure.
Ringkasan
Pilih grafik berdasarkan tujuan: perbandingan, tren, komposisi, distribusi, hubungan, geografis, atau target.
Visual yang baik itu sederhana, jujur, konsisten, dan memiliki judul berupa pesan.
Measure DAX seperti SUM, DIVIDE, DISTINCTCOUNT, CALCULATE, dan DATEADD adalah dasar visual KPI di Power BI.
Asesmen: Tugas (35% CPMK 112)
Indikator: Mahasiswa dapat membuat visualisasi data yang sesuai.
Dari dataset tugas P7, buat minimal 6 visual berbeda di Power BI: 2 kartu KPI dengan pembanding, 1 tren, 1 perbandingan, 1 komposisi, dan 1 distribusi/hubungan.
Buat minimal 5 measure DAX, termasuk satu measure berbasis waktu (MoM atau YoY).
Untuk setiap visual, tuliskan: pertanyaan yang dijawab, alasan memilih jenis grafik, dan insight yang diperoleh.
Temukan satu contoh grafik menyesatkan di media atau internet, jelaskan kesalahannya, lalu buat versi perbaikannya.
Evaluasi Insight: Relevansi, Akurasi & Kualitas Informasi
Sub-CPMK
SUB-CPMK 112.3 — Mahasiswa dapat mengevaluasi kualitas insight yang dihasilkan dari analisis data
CPMK
CPMK 112
Bahan Kajian
Evaluasi insight: relevansi, akurasi, dan kualitas informasi
Metode · Waktu
Case-Based Learning (CBL) · 3 × 50 menit
Asesmen
Presentasi · 30% dari CPMK 112
Tujuan Pembelajaran
Membedakan temuan (finding) dan insight yang dapat ditindaklanjuti.
Mengevaluasi insight dari sisi relevansi, akurasi, ketepatan waktu, dan dampak.
Mengenali bias analisis dan kesalahan penarikan kesimpulan.
Menyampaikan insight dengan struktur yang meyakinkan.
1. Dari Temuan ke Insight
Tingkat
Contoh
Data
Penjualan toko Dumai Maret: Rp84 juta
Temuan (what)
Penjualan toko Dumai turun 18% dibanding Februari
Insight (why + so what)
Penurunan terkonsentrasi pada minuman kemasan sejak minimarket pesaing buka 300 m dari toko dengan harga 7% lebih murah. Toko kehilangan ±Rp15 juta per bulan.
Rekomendasi (now what)
Uji promo bundling minuman + makanan ringan selama 4 minggu di Dumai; ukur pemulihan penjualan dan margin.
Insight yang baik memenuhi rumus What → So what → Now what.
Apakah data dan perhitungannya benar? Sudahkah direkonsiliasi dengan sumber?
Kelengkapan
Apakah ada segmen/periode yang terlewat?
Ketepatan waktu
Apakah insight masih berlaku saat keputusan diambil?
Signifikansi
Apakah perbedaannya cukup besar atau hanya fluktuasi acak?
Actionability
Apakah ada tindakan yang dapat dilakukan dan siapa pemiliknya?
Dampak
Seberapa besar nilainya (rupiah, waktu, risiko)?
3. Kualitas Informasi
Insight hanya sebaik data di belakangnya. Tanyakan:
Asal-usul data (lineage): dari sistem mana, melalui transformasi apa?
Definisi: apakah "penjualan" di sini sudah dikurangi retur dan diskon?
Cakupan: apakah semua toko sudah tersinkron? Ada data yang belum masuk?
Ukuran sampel: kenaikan 50% dari 2 menjadi 3 transaksi tidak bermakna.
4. Bias dan Kesalahan Umum
Bias/kesalahan
Penjelasan
Contoh
Confirmation bias
Mencari data yang mendukung dugaan awal saja
Hanya menampilkan toko yang membaik setelah promo
Korelasi ≠ kausalitas
Dua hal bergerak bersama belum tentu sebab-akibat
Penjualan es krim dan payung naik bersamaan (faktor musim)
Survivorship bias
Hanya menganalisis yang "bertahan"
Menganalisis toko yang masih buka, mengabaikan toko yang tutup
Simpson's paradox
Tren di tiap kelompok berbalik saat digabung
Margin tiap kategori naik, tetapi margin total turun karena komposisi bergeser ke kategori bermargin rendah
Base-rate neglect
Mengabaikan angka dasar
"Naik 200%" padahal dari 1 menjadi 3
Regression to the mean
Nilai ekstrem cenderung kembali normal
Toko terburuk bulan lalu "membaik" tanpa intervensi apa pun
5. Menyampaikan Insight (Data Storytelling)
Konteks: siapa audiensnya dan keputusan apa yang akan diambil?
Pesan utama dalam satu kalimat (big idea).
Bukti: 1–3 visual yang paling mendukung.
Rekomendasi dengan perkiraan dampak dan risiko.
Batasan: asumsi dan keterbatasan data, disampaikan secara jujur.
Gunakan prinsip piramida Minto: sampaikan kesimpulan dulu, baru argumen pendukung.
Studi Kasus untuk Diskusi (CBL)
Tim analis Melayu Mart melaporkan: "Program member berhasil! Rata-rata belanja member Rp92.000, sedangkan non-member hanya Rp54.000. Kami sarankan semua pelanggan diwajibkan menjadi member."
Diskusikan dalam kelompok:
Bias apa yang mungkin terjadi? (Petunjuk: siapa yang mendaftar member sejak awal?)
Data tambahan apa yang diperlukan untuk menguji klaim tersebut?
Bagaimana desain uji yang lebih adil (misal membandingkan perilaku pelanggan sebelum dan sesudah menjadi member)?
Tulis ulang insight dan rekomendasinya dengan format What → So what → Now what.
Ringkasan
Insight = temuan + penjelasan + implikasi yang dapat ditindaklanjuti.
Evaluasi insight dari relevansi, akurasi, kelengkapan, ketepatan waktu, signifikansi, actionability, dan dampak.
Waspadai bias analisis dan sampaikan batasan data secara jujur.
Asesmen: Presentasi (30% CPMK 112)
Indikator: Mahasiswa dapat mengevaluasi relevansi insight.
Kelompok. Presentasikan (10 menit) tiga insight terbaik dari tugas P7–P8, masing-masing dievaluasi dengan tabel kriteria di atas. Sertakan satu insight yang gugur setelah dievaluasi beserta alasannya.
Kriteria
Bobot
Kualitas insight (What–So what–Now what)
35%
Ketajaman evaluasi (kriteria, bias, batasan data)
35%
Storytelling dan visual pendukung
20%
Tanya jawab
10%
Kecerdasan Bisnis · Pertemuan 10
Prinsip Perancangan Dashboard yang Efektif (User-Centered Design)
Sub-CPMK
SUB-CPMK 113.1 — Mahasiswa dapat merancang model dashboard sesuai kebutuhan pengguna
CPMK
CPMK 113
Bahan Kajian
Prinsip perancangan dashboard yang efektif (user-centered design)
Metode · Waktu
Diskusi, ceramah · 3 × 50 menit
Asesmen
Tugas · 35% dari CPMK 113
Tujuan Pembelajaran
Membedakan jenis dashboard: strategis, analitis, dan operasional.
Menerapkan proses user-centered design (UCD) dalam merancang dashboard.
Menerapkan prinsip tata letak, hierarki visual, dan interaksi.
Membuat wireframe/mockup dashboard dan mengujinya dengan pengguna.
1. Apa itu Dashboard?
Stephen Few mendefinisikan dashboard sebagai tampilan visual informasi terpenting yang dibutuhkan untuk mencapai satu atau beberapa tujuan, yang dirangkum dalam satu layar sehingga dapat dipantau sekilas.
Jenis
Pengguna
Frekuensi
Isi
Strategis
Direksi
Bulanan/kuartalan
KPI utama, tren, capaian vs target
Analitis
Analis, manajer
Sesuai kebutuhan
Drill-down, filter, perbandingan segmen
Operasional
Supervisor, kepala toko
Real-time/harian
Status terkini, alert, daftar tindakan
2. Proses User-Centered Design
Pahami pengguna: buat persona (peran, tujuan, keputusan rutin, tingkat literasi data, perangkat yang dipakai).
Definisikan kebutuhan: daftar pertanyaan yang harus dijawab dashboard dan KPI terkait (lihat kamus KPI di P4).
Rancang: sketsa kertas → wireframe → mockup.
Uji: minta pengguna menyelesaikan tugas ("Toko mana yang di bawah target?"), catat waktu dan kebingungan.
Iterasi: perbaiki berdasarkan umpan balik, lalu ulangi pengujian.
Contoh persona
Bu Rahma, Manajer Operasional (45 tahun) Tujuan: tidak ada produk kosong di rak. Keputusan: alokasi stok dan jadwal pengiriman mingguan. Membuka dashboard di tablet setiap Senin pagi selama ±5 menit. Literasi data: menengah; terbiasa dengan Excel, tidak dengan grafik rumit.
3. Prinsip Tata Letak
Pola baca Z/F: informasi terpenting (KPI utama) di kiri atas.
Hierarki: ringkasan (KPI) → tren → rincian, dari atas ke bawah.
Batasi isi: 5–9 visual per halaman; selebihnya dipindah ke halaman detail.
Grid dan white space: sejajarkan visual, beri jarak konsisten.
Pengelompokan: visual yang berhubungan diletakkan berdekatan (prinsip Gestalt proximity).
Warna dengan makna: abu-abu untuk konteks, satu warna aksen untuk sorotan, merah/hijau untuk status (lengkapi dengan ikon).
Filter di tempat yang konsisten: biasanya di bagian atas atau kiri.
Contoh wireframe dashboard strategis
Judul · Periode · Filter (Bulan, Kota, Kategori)
KPI Penjualan
KPI Laba
KPI AOV
KPI Stockout
Tren penjualan vs target (line)
Penjualan per toko (bar, diurutkan)
Komposisi kategori (stacked bar)
Peta sebaran per kota
4. Interaktivitas
Fitur
Fungsi
Slicer/filter
Menyaring seluruh halaman (periode, wilayah)
Cross-filter
Klik satu visual untuk memfilter visual lainnya
Drill-down/drill-through
Dari ringkasan ke detail (kota → toko → produk)
Tooltip
Informasi tambahan saat kursor diarahkan
Bookmark
Menyimpan sudut pandang tertentu (misal "tampilan Ramadan")
5. Kesalahan Desain Dashboard
Terlalu banyak visual atau warna, sehingga tidak jelas apa yang penting.
Angka tanpa konteks (tanpa target/pembanding).
Memakai gauge dan 3D yang memakan ruang.
Tidak ada keterangan waktu pembaruan data.
Dirancang untuk desktop padahal pengguna membuka di ponsel (Power BI menyediakan Mobile layout).
6. Evaluasi Usability
Gunakan System Usability Scale (SUS): 10 pernyataan berskala 1–5 yang menghasilkan skor 0–100. Skor ≥ 68 dianggap di atas rata-rata. Lengkapi dengan metode think-aloud: pengguna menyuarakan pikirannya saat memakai dashboard.
Ringkasan
Dashboard dirancang untuk pengguna dan keputusannya, bukan untuk memamerkan data.
Konsep kunci DAX: konteks filter. Measure selalu dihitung dalam konteks filter visual (baris tabel, slicer, klik pada grafik). CALCULATE mengubah konteks tersebut, dan ALL menghapus filter dari tabel/kolom tertentu.
d. Menyusun halaman laporan
Halaman
Isi
1. Ringkasan Eksekutif
4 kartu KPI, tren penjualan vs target, peringkat toko, slicer periode & kota
2. Analisis Produk
Treemap kategori, Pareto produk, scatter qty vs margin
3. Detail Toko (drill-through)
Dibuka dengan klik kanan pada toko → Drill through; berisi tren harian, jam ramai, dan produk terlaris toko tersebut
e. Interaktivitas
Slicer: tambahkan visual Slicer untuk Tahun/Bulan (gaya dropdown atau between) dan Kota.
Sync slicers: View → Sync slicers agar filter berlaku di semua halaman.
Edit interactions: pilih visual → Format → Edit interactions untuk mengatur visual mana yang ikut terfilter.
Drill-down: masukkan hierarki ke sumbu grafik, lalu aktifkan ikon panah ke bawah.
Drill-through: di halaman Detail Toko, seret nama_toko ke kolom Drill through.
Tooltip page: buat halaman kecil (ukuran Tooltip) berisi mini chart, lalu jadikan tooltip untuk visual peringkat toko.
Bookmark + tombol: buat bookmark "Tampilan Grafik" dan "Tampilan Tabel", lalu hubungkan ke tombol navigasi.
f. Publikasi dan keamanan
Publish ke workspace Power BI Service (memerlukan akun organisasi/kampus).
Atur scheduled refresh; untuk sumber lokal (MySQL di laptop) diperlukan on-premises data gateway.
Row-Level Security (RLS): Modeling → Manage roles, misal role "Kepala Toko" dengan filter [kode_toko] = "T07", sehingga kepala toko hanya melihat tokonya.
Jangan gunakan Publish to web untuk data internal karena laporan menjadi publik.
3. Daftar Periksa Kualitas Dashboard
☐ Semua angka telah dicocokkan dengan sumber (rekonsiliasi).
☐ Tata letak ponsel disiapkan bila pengguna memakai ponsel.
☐ Performa: gunakan Performance analyzer; visual tidak lebih dari ±2 detik.
Ringkasan
Dashboard yang baik dibangun di atas model data yang baik (star schema, tabel tanggal, measure).
DAX time intelligence (TOTALYTD, SAMEPERIODLASTYEAR, DATEADD) memudahkan analisis periode.
Interaktivitas (slicer, drill, tooltip, bookmark) dan keamanan (RLS) membuat dashboard berguna dan aman.
Asesmen: Tugas (35% CPMK 113)
Indikator: Mahasiswa mampu membuat dashboard interaktif sesuai studi kasus.
Wujudkan wireframe P10 menjadi dashboard Power BI (file .pbix) dengan ketentuan:
Model star schema dengan tabel tanggal dan minimal 8 measure DAX (2 di antaranya time intelligence).
Minimal 2 halaman, termasuk satu halaman drill-through.
Slicer tersinkron, satu hierarki drill-down, dan satu tooltip page atau bookmark.
Satu role RLS beserta tangkapan layar pengujiannya (View as).
Video demo 3–5 menit atau demo langsung di kelas.
Kriteria
Bobot
Model data dan measure DAX
30%
Interaktivitas berfungsi dengan benar
30%
Kesesuaian dengan studi kasus dan desain P10
25%
Keamanan (RLS) dan kerapian
15%
Kecerdasan Bisnis · Pertemuan 12
Laporan BI yang Mendukung Keputusan Strategis
Sub-CPMK
SUB-CPMK 113.3 — Mahasiswa dapat menghasilkan laporan BI yang mendukung pengambilan keputusan strategis
CPMK
CPMK 113
Bahan Kajian
Praktikum pembuatan dashboard interaktif (Power BI/Tableau); laporan kinerja berbasis BI
Metode · Waktu
Case-Based Learning (CBL) · 3 × 50 menit
Asesmen
Presentasi · 30% dari CPMK 113
Tujuan Pembelajaran
Menjelaskan perbedaan laporan operasional, manajerial, dan strategis.
Menyusun laporan kinerja menggunakan kerangka Balanced Scorecard dan OKR.
Menulis ringkasan eksekutif yang berisi insight dan rekomendasi.
Mempresentasikan laporan BI kepada pengambil keputusan.
1. Jenis Laporan BI
Jenis
Ciri
Contoh
Operasional
Detail, harian, untuk pelaksana
Daftar produk di bawah stok minimum hari ini
Manajerial (taktis)
Ringkasan per unit, mingguan/bulanan
Kinerja penjualan per toko bulan Maret
Strategis
Tren jangka panjang, capaian sasaran organisasi, data eksternal
Laporan kinerja kuartalan untuk direksi dan pemilik
Ad-hoc
Menjawab pertanyaan khusus sekali waktu
Analisis kelayakan membuka toko baru di Kampar
2. Kerangka Pengukuran Kinerja
Balanced Scorecard (Kaplan & Norton)
Kinerja diukur dari empat perspektif yang saling berkaitan dalam peta strategi:
Perspektif
Sasaran contoh
KPI
Target
Keuangan
Meningkatkan profitabilitas
Margin laba kotor
≥ 20%
Pelanggan
Meningkatkan loyalitas
Repeat purchase rate member
≥ 45%
Proses bisnis internal
Ketersediaan barang
Stockout rate
< 2%
Pembelajaran & pertumbuhan
SDM melek data
% kepala toko lulus pelatihan dashboard
100%
OKR (Objectives and Key Results)
Objective: tujuan kualitatif yang menginspirasi. Key Results: 2–5 hasil terukur. Contoh: O: Menjadi minimarket pilihan keluarga di Pekanbaru. KR1: jumlah member aktif naik dari 8.000 menjadi 12.000; KR2: rating ulasan ≥ 4,5; KR3: AOV keluarga naik 10%.
3. Struktur Laporan Kinerja Strategis
Ringkasan eksekutif (1 halaman): 3–5 poin utama, status KPI, dan rekomendasi.
Scorecard KPI: aktual vs target vs periode lalu, dengan indikator status.
Analisis tren dan penyebab: visual pendukung dan hasil drill-down.
Analisis eksternal: kondisi pasar, inflasi, pesaing.
Rekomendasi dan rencana tindak: apa, siapa, kapan, dampak yang diharapkan.
Lampiran: definisi KPI, sumber data, catatan metodologi, keterbatasan.
Contoh ringkasan eksekutif
Kinerja Melayu Mart Kuartal I 2026
Penjualan Rp3,61 M (98% target, +7% YoY). Laba kotor Rp712 jt, margin 19,7% (target 20%).
9 dari 12 toko mencapai target. Tiga toko di Dumai tertinggal (−11% dari target) akibat pesaing baru.
Kategori sembako tumbuh 15% menjelang Ramadan; stockout minyak goreng 4,1% menyebabkan potensi kehilangan penjualan ±Rp38 jt.
Rekomendasi: (1) promo bundling di toko Dumai selama 6 minggu; (2) naikkan safety stock sembako 25% selama Ramadan; (3) evaluasi ulang pada rapat April.
4. Format Penyajian
Paginated report (Power BI Report Builder): laporan siap cetak/PDF dengan tata letak tetap, cocok untuk arsip dan regulator.
Interactive report: Power BI report dengan halaman scorecard (visual Metrics/Goals di Power BI Service).
Slide presentasi: ekspor visual ke PowerPoint (Export → PowerPoint) dan tambahkan narasi.
Narasi otomatis: visual Smart narrative Power BI membuat ringkasan teks dari data. Tetap tinjau ulang isinya.
Langganan e-mail: Power BI Service dapat mengirim laporan berkala ke pimpinan.
5. Presentasi kepada Pengambil Keputusan
Mulai dari kesimpulan dan keputusan yang diminta, bukan dari proses analisis.
Gunakan bahasa bisnis (rupiah, pelanggan, risiko), bukan istilah teknis (DAX, join).
Siapkan jawaban untuk "Seberapa yakin Anda dengan angka ini?" dan "Apa risikonya bila kita tidak bertindak?".
Siapkan halaman cadangan (backup slides) berisi detail metodologi.
Ringkasan
Laporan strategis menghubungkan KPI dengan sasaran organisasi, misalnya melalui Balanced Scorecard atau OKR.
Ringkasan eksekutif berisi status, penyebab, dan rekomendasi dalam satu halaman.
Format laporan disesuaikan dengan audiens: interaktif, paginated, atau presentasi.
Asesmen: Presentasi (30% CPMK 113)
Indikator: Mahasiswa mampu menghasilkan laporan berbasis BI.
Kasus (CBL): Anda adalah tim BI yang diminta direksi menyusun laporan kinerja kuartalan untuk studi kasus kelompok. Kumpulkan dan presentasikan (12 menit):
Scorecard empat perspektif BSC (minimal 1 KPI per perspektif) atau OKR (1 objective, 3 KR).
Ringkasan eksekutif satu halaman.
Halaman laporan di Power BI (atau paginated report/PDF) yang mendukung ringkasan tersebut.
Tiga rekomendasi strategis dengan rencana tindak.
Kriteria
Bobot
Keterkaitan KPI dengan sasaran strategis
30%
Kualitas ringkasan eksekutif dan rekomendasi
35%
Kualitas laporan/visual pendukung
20%
Penyampaian dan tanya jawab
15%
Kecerdasan Bisnis · Pertemuan 13
Kolaborasi dalam Proyek BI: Teamwork & Agile Approach
Sub-CPMK
SUB-CPMK 127.1 — Mahasiswa dapat berkolaborasi dalam tim untuk menyelesaikan proyek BI
CPMK
CPMK 127
Bahan Kajian
Kolaborasi dalam proyek BI (teamwork, agile approach)
Metode · Waktu
Kolaborasi tim, diskusi · 3 × 50 menit
Asesmen
Presentasi · 25% dari CPMK 127
Tujuan Pembelajaran
Menjelaskan siklus hidup proyek BI.
Menjelaskan peran-peran dalam tim BI.
Menerapkan pendekatan agile (Scrum/Kanban) pada proyek BI.
Menggunakan alat kolaborasi untuk mengelola pekerjaan tim.
1. Siklus Hidup Proyek BI
Moss & Atre dalam Business Intelligence Roadmap membagi proyek BI menjadi enam tahap:
Apa yang dikerjakan kemarin, rencana hari ini, hambatan
Sprint review
Demo dashboard ke pengguna, kumpulkan umpan balik
Retrospective
Apa yang berjalan baik, apa yang perlu diperbaiki
Definition of Done
Data sudah direkonsiliasi, measure terdokumentasi, diuji pengguna, sudah dipublikasikan
Kanban cocok untuk tim BI yang banyak menerima permintaan laporan ad-hoc. Papan dibagi menjadi To Do → In Progress → Review → Done dengan batas jumlah pekerjaan yang berjalan bersamaan (WIP limit).
4. Kolaborasi yang Efektif
Alat: Trello/Jira/GitHub Projects (backlog), Microsoft Teams/Slack/WhatsApp Group (komunikasi), OneDrive/SharePoint/Google Drive (berkas), Power BI workspace (berbagi model dan laporan).
Kontrol versi: beri nama berkas berversi (dashboard_v3_2026-11-10.pbix) atau gunakan format proyek Power BI (.pbip) dengan Git.
Kesepakatan tim (team charter): tujuan, peran, jadwal pertemuan, cara mengambil keputusan, dan cara menyelesaikan konflik.
Matriks RACI: siapa Responsible, Accountable, Consulted, Informed untuk setiap pekerjaan.
Contoh RACI
Pekerjaan
Analis A
Engineer B
Designer C
Sponsor
Definisi KPI
R
C
C
A
Pipeline ETL
C
R/A
I
I
Desain dashboard
C
I
R/A
C
Integrasi AIK: QS. Al-Maidah [5]: 2 mengajak untuk saling tolong-menolong dalam kebaikan dan takwa. Dalam tim, ini berarti berbagi beban kerja secara adil, terbuka terhadap masukan, dan menunaikan amanah tugas masing-masing.
Ringkasan
Proyek BI melewati tahap justification hingga deployment dan sebaiknya dikerjakan bertahap.
Tim BI terdiri atas peran bisnis dan teknis yang saling bergantung.
Scrum dan Kanban membantu tim BI memberi nilai secara cepat dan responsif terhadap perubahan.
Asesmen: Presentasi (25% CPMK 127)
Indikator: Mahasiswa aktif berkontribusi dalam tim dalam menyelesaikan permasalahan berbasis BI.
Setiap kelompok menyusun dan mempresentasikan rencana proyek akhir (P16):
Team charter dan matriks RACI.
Product backlog (minimal 8 user story) beserta prioritasnya.
Rencana 3 sprint hingga P16 dan papan Kanban (tangkapan layar Trello/GitHub Projects).
Bukti kolaborasi: notulen stand-up atau riwayat aktivitas.
Isu Etika dan Hukum terkait Data: Privasi, Keamanan & Bias
Sub-CPMK
SUB-CPMK 127.2 — Mahasiswa dapat mengidentifikasi isu etis terkait penggunaan data dalam BI
CPMK
CPMK 127
Bahan Kajian
Isu etika dan hukum terkait data (privacy, security, bias dalam data)
Metode · Waktu
Diskusi, ceramah · 3 × 50 menit
Asesmen
Presentasi · 25% dari CPMK 127
Tujuan Pembelajaran
Menjelaskan prinsip etika data dan perlindungan data pribadi.
Menjelaskan kewajiban hukum dalam UU Pelindungan Data Pribadi (UU PDP).
Mengidentifikasi risiko keamanan dan bias dalam sistem BI.
Menerapkan langkah mitigasi etis pada proyek BI.
1. Mengapa Etika Data Penting dalam BI?
BI mengumpulkan data dalam jumlah besar, sering kali tentang manusia: pelanggan, karyawan, warga. Keputusan berbasis data dapat merugikan orang bila datanya bocor, dipakai di luar tujuan, atau mengandung bias. Kesalahan etika juga merusak kepercayaan dan reputasi organisasi.
2. Prinsip Etika Data
Prinsip
Arti
Transparansi
Subjek data tahu data apa yang dikumpulkan dan untuk apa
Pembatasan tujuan
Data hanya dipakai untuk tujuan yang disampaikan saat pengumpulan
Minimalisasi data
Kumpulkan seperlunya saja
Akurasi
Data dijaga tetap benar dan mutakhir
Pembatasan penyimpanan
Data dihapus atau dianonimkan setelah tidak diperlukan
Keamanan
Data dilindungi dari akses tidak sah, kebocoran, dan kerusakan
Keadilan
Analisis tidak mendiskriminasi kelompok tertentu
Akuntabilitas
Ada pihak yang bertanggung jawab dan dapat dimintai pertanggungjawaban
3. Aspek Hukum di Indonesia
UU No. 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi (UU PDP)
Data pribadi umum: nama, jenis kelamin, kewarganegaraan, agama, status perkawinan, dan data yang dikombinasikan untuk mengidentifikasi seseorang.
Data pribadi spesifik: data kesehatan, biometrik, genetika, catatan kejahatan, data anak, dan data keuangan pribadi. Pemrosesannya memerlukan perlindungan lebih ketat.
Dasar pemrosesan antara lain: persetujuan yang sah dan eksplisit, pemenuhan kontrak, kewajiban hukum, dan kepentingan yang sah.
Hak subjek data: mendapat informasi, mengakses, memperbaiki, menghapus, menarik persetujuan, dan mengajukan keberatan atas keputusan otomatis.
Kewajiban pengendali data: menjaga keamanan, mencatat aktivitas pemrosesan, dan memberitahukan secara tertulis kepada subjek data dan lembaga terkait paling lambat 3 × 24 jam bila terjadi kegagalan pelindungan data.
Sanksi: sanksi administratif (termasuk denda administratif hingga 2% dari pendapatan tahunan) dan sanksi pidana untuk pelanggaran tertentu.
Regulasi terkait lain: UU ITE beserta perubahannya, PP No. 71 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik, dan aturan sektoral (misal OJK untuk keuangan, Kemenkes untuk rekam medis). Organisasi multinasional juga memperhatikan GDPR (Uni Eropa).
Ringkasan hukum ini untuk pembelajaran. Untuk penerapan nyata, rujuk naskah resmi peraturan dan peraturan pelaksanaannya yang berlaku.
4. Keamanan Data dalam BI
Risiko
Mitigasi
Dashboard dibagikan ke publik tanpa sengaja
Larangan Publish to web, gunakan akun organisasi, tinjau izin berkala
Pengguna melihat data di luar wewenangnya
Row-Level Security, prinsip least privilege
File Excel/CSV berisi data pribadi beredar lewat e-mail/WhatsApp
Penyimpanan terpusat, label sensitivitas, matikan ekspor bila perlu
-- Pseudonimisasi id member dan masking no HP sebelum data masuk DW
SELECT SHA2(CONCAT(id_member, 'garam-rahasia'), 256) AS member_hash,
CONCAT(LEFT(no_hp, 4), '****', RIGHT(no_hp, 4)) AS no_hp_mask,
CASE WHEN TIMESTAMPDIFF(YEAR, tgl_lahir, CURDATE()) < 25 THEN '<25'
WHEN TIMESTAMPDIFF(YEAR, tgl_lahir, CURDATE()) < 40 THEN '25-39'
ELSE '40+' END AS kelompok_umur
FROM member;
5. Bias dalam Data dan Algoritma
Jenis bias
Contoh
Sampling/selection bias
Survei kepuasan hanya diisi pelanggan aplikasi, sehingga lansia tidak terwakili
Historical bias
Model rekrutmen belajar dari data lama yang didominasi satu gender
Measurement bias
Rating toko dari ulasan daring, padahal toko di desa jarang diulas
Proxy discrimination
Menolak kredit berdasarkan kode pos yang berkorelasi dengan kelompok sosial tertentu
Automation bias
Pengguna mempercayai rekomendasi sistem tanpa memeriksanya
Mitigasi: periksa keterwakilan data, uji hasil per kelompok, dokumentasikan asumsi, libatkan manusia dalam keputusan penting (human-in-the-loop), dan sediakan mekanisme keberatan.
6. Kerangka Keputusan Etis
Apakah tindakan ini legal (UU PDP, kontrak, kebijakan internal)?
Apakah subjek data akan terkejut atau keberatan jika tahu?
Siapa yang diuntungkan dan siapa yang mungkin dirugikan?
Adakah cara mencapai tujuan yang sama dengan data lebih sedikit?
Apakah saya bersedia keputusan ini diumumkan ke publik?
Integrasi AIK: Data adalah amanah. QS. An-Nisa [4]: 58 memerintahkan untuk menyampaikan amanah kepada yang berhak. QS. Al-Hujurat [49]: 12 melarang mencari-cari kesalahan orang lain (tajassus). Analis BI wajib menjaga data pribadi, tidak memakainya di luar haknya, dan tidak memanipulasi angka.
Ringkasan
Etika data mencakup transparansi, pembatasan tujuan, minimalisasi, keamanan, keadilan, dan akuntabilitas.
UU PDP mengatur hak subjek data serta kewajiban dan sanksi bagi pengendali data di Indonesia.
Keamanan (RLS, masking, anonimisasi) dan pengendalian bias wajib dirancang sejak awal proyek BI.
Asesmen: Presentasi (25% CPMK 127)
Indikator: Mahasiswa dapat mengidentifikasi isu etika dalam BI.
Analisis satu kasus nyata insiden data (kebocoran data, penyalahgunaan data, atau algoritma bias) di Indonesia atau dunia dari sumber berita/laporan yang kredibel. Jelaskan apa yang terjadi, prinsip yang dilanggar, dan dampaknya.
Kaitkan dengan ketentuan UU PDP yang relevan.
Lakukan audit etika pada proyek BI kelompok: data pribadi apa yang dipakai, risikonya, dan mitigasinya (dalam bentuk tabel).
Presentasi 10 menit.
Kriteria
Bobot
Ketepatan identifikasi isu etika dan hukum
35%
Audit etika proyek dan mitigasinya
35%
Argumentasi dan sumber rujukan
15%
Penyampaian
15%
Kecerdasan Bisnis · Pertemuan 15
Refleksi Kritis Implementasi BI & Tantangan Masa Depan
Sub-CPMK
SUB-CPMK 127.3 — Mahasiswa menunjukkan sikap kritis dan reflektif dalam mengevaluasi solusi BI
CPMK
CPMK 127
Bahan Kajian
Refleksi kritis terhadap implementasi BI dan tantangan masa depan; evaluasi insight
Metode · Waktu
Diskusi, ceramah · 3 × 50 menit
Asesmen
Tugas · 25% dari CPMK 127
Tujuan Pembelajaran
Mengevaluasi solusi BI dari sisi teknis, bisnis, pengguna, dan etika.
Mengukur keberhasilan dan nilai (ROI) implementasi BI.
Menganalisis tren dan tantangan BI di masa depan.
Menulis refleksi kritis dan saran pengembangan BI.
1. Berpikir Kritis terhadap Solusi BI
Solusi BI sering dinilai dari tampilannya saja. Penilaian kritis menguji apakah solusi tersebut benar, dipakai, dan berdampak. Gunakan pertanyaan berikut:
Dimensi
Pertanyaan evaluasi
Teknis
Apakah data akurat dan tepat waktu? Apakah ETL andal dan model mudah dipelihara? Bagaimana performanya?
Bisnis
Keputusan apa yang berubah karena BI? Berapa nilai rupiahnya?
Pengguna
Berapa persen pengguna aktif? Apakah mereka percaya angkanya? Berapa skor usability (SUS)?
Organisasi
Apakah tata kelola data dan pemilik data jelas? Apakah budaya data tumbuh?
Etika
Adakah risiko privasi, bias, atau penyalahgunaan yang belum ditangani?
2. Mengukur Nilai BI
Metrik adopsi: jumlah pengguna aktif bulanan, frekuensi akses, halaman yang paling/tidak pernah dibuka (lihat Usage metrics di Power BI Service).
Efisiensi: jam kerja penyusunan laporan manual yang dihemat.
Dampak keputusan: misal stockout turun dari 4% ke 2% → penjualan yang terselamatkan.
ROI = (Manfaat − Biaya) / Biaya × 100%.
Contoh Melayu Mart (tahun pertama):
Biaya : lisensi + pelatihan + pengembangan = Rp120 jt
Manfaat: 160 jam/bln laporan manual × Rp50 rb × 12 = Rp96 jt
Penjualan terselamatkan dari stockout = Rp150 jt
Total manfaat = Rp246 jt
ROI = (246 − 120) / 120 × 100% = 105%
Kritisi angka ROI: apakah penurunan stockout murni karena BI atau juga karena faktor lain (pemasok baru, musim)?
3. Mengapa Implementasi BI Gagal?
Dashboard tak terpakai (shelfware): dibangun tanpa melibatkan pengguna.
Banyak versi kebenaran: tiap departemen punya definisi "penjualan" sendiri.
Data swamp: data lake tanpa tata kelola sehingga tidak dapat dipercaya.
Fokus pada alat, bukan keputusan: membeli lisensi mahal tanpa strategi data.
Literasi data rendah: pengguna tidak mampu membaca dan mempertanyakan data.
4. Tren dan Tantangan Masa Depan BI
Tren
Penjelasan
Tantangan
Augmented analytics & Generative AI
AI membantu menyiapkan data, menemukan insight otomatis, dan menjawab pertanyaan dalam bahasa alami (misal fitur Copilot/Q&A di tools BI)
Halusinasi jawaban, kebutuhan verifikasi, keamanan data yang dikirim ke model AI
Real-time & streaming analytics
Data dianalisis saat terjadi (IoT, transaksi)
Biaya infrastruktur, kualitas data cepat
Cloud, lakehouse, data fabric/mesh
Platform data terpadu; kepemilikan data didesentralisasi ke domain bisnis
Tata kelola lintas domain, ketergantungan vendor
Embedded analytics
Analitik ditanam langsung di aplikasi operasional
Integrasi dan keamanan
Data literacy & democratization
Semua karyawan mampu memakai data
Pelatihan dan perubahan budaya
Responsible AI & regulasi
Tuntutan transparansi, keadilan, dan kepatuhan (UU PDP)
Audit algoritma, dokumentasi
5. Menulis Refleksi Kritis
Gunakan model refleksi Gibbs yang disederhanakan:
Deskripsi: apa yang dibangun/dilakukan?
Perasaan & pengalaman: apa yang menantang?
Evaluasi: apa yang berhasil dan apa yang tidak? (gunakan bukti/angka)
Analisis: mengapa demikian? (kaitkan dengan teori dari P1–P14)
Kesimpulan: apa pelajaran utamanya?
Rencana tindak: apa yang akan dilakukan berbeda dan saran pengembangan BI ke depan?
Ringkasan
Evaluasi solusi BI dari sisi teknis, bisnis, pengguna, organisasi, dan etika.
Nilai BI diukur melalui adopsi, efisiensi, dan dampak keputusan, termasuk ROI, dengan sikap kritis terhadap atribusinya.
AI generatif, real-time analytics, dan arsitektur data modern membawa peluang sekaligus tantangan tata kelola dan etika.
Asesmen: Tugas (25% CPMK 127)
Indikator: Mahasiswa mampu memberikan refleksi kritis dan saran pengembangan BI.
Esai refleksi individu (1.000–1.500 kata):
Evaluasi kritis proyek BI kelompok Anda menggunakan tabel lima dimensi di atas.
Refleksi peran dan pembelajaran pribadi dengan model Gibbs.
Analisis satu tren BI masa depan dan relevansinya bagi organisasi studi kasus Anda.
Minimal 3 saran pengembangan BI yang konkret dan beralasan.
Kriteria
Bobot
Kedalaman evaluasi kritis (berbasis bukti)
35%
Kualitas refleksi diri
25%
Analisis tren dan saran pengembangan
25%
Struktur tulisan dan rujukan
15%
Kecerdasan Bisnis · Pertemuan 16
Proyek Akhir: Laporan Kinerja Berbasis BI untuk Keputusan Strategis
Sub-CPMK
SUB-CPMK 127.4 — Project akhir BI
CPMK
CPMK 127
Bahan Kajian
Laporan kinerja berbasis BI untuk pengambilan keputusan strategis
Metode · Waktu
Case-Based Learning (CBL) · 3 × 50 menit
Asesmen
Presentasi · 25% dari CPMK 127
Tujuan Pembelajaran
Mengintegrasikan seluruh materi menjadi satu solusi BI utuh, dari kebutuhan hingga rekomendasi keputusan.
Mempresentasikan hasil proyek BI kepada audiens pengambil keputusan.
Menunjukkan kerja sama tim, berpikir kritis, dan integritas data.
1. Ketentuan Proyek
Dikerjakan dalam kelompok 3–4 orang (kelompok yang sama sejak P4/P13).
Studi kasus: organisasi nyata (UMKM, koperasi, instansi, rumah sakit, kampus) atau dataset terbuka (data.go.id, BPS, Kaggle) dengan konteks organisasi yang jelas.
Data pribadi wajib dianonimkan. Jika memakai data organisasi nyata, lampirkan surat izin penggunaan data.
2. Luaran Wajib dan Keterkaitan dengan Pertemuan
Luaran
Isi
Materi
1. Analisis kebutuhan
Profil organisasi, tujuan, pertanyaan bisnis, kamus KPI, bus matrix
P1–P4
2. Pipeline data
Dokumentasi ETL (Power Query/SQL), data warehouse star schema
P5–P6
3. Analisis
Deskriptif, diagnostik, prediktif (forecast/regresi), dan rekomendasi preskriptif
P7, P9
4. Dashboard
File .pbix: min. 2 halaman, interaktif, RLS, desain berbasis persona
Pendahuluan: latar belakang organisasi, masalah, tujuan
Analisis kebutuhan dan KPI
Arsitektur solusi BI (gambar arsitektur seperti Gambar 2.1)
Integrasi data: ETL dan star schema
Analisis dan insight (dievaluasi dengan kriteria P9)
Dashboard dan laporan kinerja (tangkapan layar dan penjelasan)
Rekomendasi strategis dan rencana tindak
Etika, keamanan, dan keterbatasan
Refleksi tim dan saran pengembangan
Lampiran: kamus KPI, daftar measure DAX, skrip SQL/M, notulen sprint
4. Alur Presentasi yang Disarankan
Menit
Isi
0–2
Masalah bisnis dan keputusan yang diminta (mulai dari kesimpulan)
2–5
Data dan arsitektur solusi (singkat)
5–11
Demo dashboard: alur cerita insight sesuai persona
11–14
Rekomendasi strategis, dampak, dan risiko
14–15
Etika, keterbatasan, dan langkah selanjutnya
5. Daftar Periksa Sebelum Presentasi
☐ Semua KPI di dashboard sama dengan angka di laporan.
☐ Dashboard sudah diuji oleh orang di luar kelompok.
☐ Data pribadi sudah dianonimkan.
☐ Setiap anggota dapat menjelaskan seluruh bagian proyek, bukan hanya bagiannya.
☐ Berkas cadangan (PDF ekspor dashboard) siap jika koneksi atau aplikasi bermasalah.
Asesmen: Presentasi (25% CPMK 127)
Indikator: Mahasiswa mampu mengimplementasikan proyek BI.
Kriteria
Sangat baik
Bobot
Kesesuaian solusi dengan masalah bisnis
Pertanyaan bisnis terjawab dan KPI relevan
20%
Kualitas data dan model
ETL terdokumentasi, star schema benar, data direkonsiliasi
20%
Dashboard dan laporan
Interaktif, berbasis persona, mudah dipahami
20%
Insight dan rekomendasi strategis
Kritis, berbasis bukti, dapat ditindaklanjuti
20%
Etika dan integritas data
Risiko teridentifikasi dan dimitigasi
10%
Kolaborasi dan presentasi
Semua anggota menguasai materi, penyampaian runtut
10%
Penutup: Kecerdasan bisnis bukan sekadar membuat grafik yang menarik. BI yang baik membantu orang mengambil keputusan yang lebih tepat, adil, dan bertanggung jawab. Simpan seluruh hasil proyek sebagai portofolio karier Anda.