Sukses Itu Bukan Sulap, Tapi Konsistensi yang Di-Las Rapi
Ada hal menarik dari perjalanan kami mengikuti helat milad Universitas Muhammadiyah Malaysia di Perlis Malaysia(25-28 November 2025) . Disela-sela perjalanan pasti tidak luput dari kelakar dan candaan.. yah mungkin hanya untuk sekedar melpas rasa bosan dari panjangnya perjalanan Pekanbaru - Perlis. Tapi itulah hikmahnya ber-Shafar dengan orang-orang hebat di Muhammadiyah, meskipun kelakar dan candaan namun banyak pengalaman dan pelajran yang dapat diambil. ada 2 kata yang menjadi pelajaran bagi saya terutama, yaiut Konsisten dan Las. simak penjelasannya ya..
Banyak orang membayangkan keberhasilan itu seperti sulap: abrakadabra, tiba-tiba sukses. Padahal kenyataannya lebih mirip merakit lemari IKEA kalau nggak konsisten baca petunjuknya, ujung-ujungnya ada satu baut tersisa dan lemari miring ke kanan.
Kuncinya? Konsistensi.
ini adalah satu kata yang keluar dari ucapan ketua PWM Riau.. yang sedikit menyindir seroang teman dekan Fakultas Studi Islam UMRI.. terkesan menyindir namun bermakna dalam. karena memang konsiten merupakan kalimat ringan namun memerlukan perjalanan panjang untuk menapakinya.Bukan kerja keras sekali saja lalu menyerah seperti diet hari Senin yang berhenti di hari Selasa. Keberhasilan lahir dari hal-hal kecil yang dilakukan terus-menerus, bahkan ketika kita sedang malas, suntuk, atau ingin menyerah karena merasa hasilnya belum kelihatan. Tapi justru di momen itulah karakter dibentuk.
Gayung bersambut dari kalimat konsisten yang menjadi viral seorang teman senior dekan fakultas teknik UMRI mengatakan biar konsisten perlu di Las agar melekat kuat. Kalau sudah punya tujuan, patri kuat-kuat. Kalau perlu, las sekalian biar nggak gampang goyah hanya karena godaan scroll TikTok yang “5 menit aja”. Tujuan yang dilas itu ibarat GPS hidup: meskipun ada jalan macet, muter-muter sedikit, atau sinyal sempat hilang, kita tetap kembali ke jalur akhir.
Ah itu hanya teori... dalam hati ini bergumam seakan tak percaya dengan apa yang didengar.. namun perjalanan kali ini Allah memberikan contoh konkrit dari 2 kalimat tersebut dari sosok Bupati Bengkalis dua periode pada masanya. saya melihat sosok bidadari yang menjelma menjadi istri yang konsisten beribadah melayani suami dan sosok malaikat pada suami yang teguh mencintai sang istri.. saya kira mereka sudah puluhan tahun membina rumah tangga dan mungkin sudah ribuan kali badai dan permasalahan hidup yag mereka hadapi serta ribuan kata maaf yang terlontar dari mulut mereka.. namun konsistensi seorang istri dan cinta seorang suami yang di las dengan baik membawa mereka pada titik bahagia seperti yang saya lihat saat itu.
Ingat, konsistensi itu bukan soal siapa yang paling cepat, tapi siapa yang tetap jalan meski pelan. Bahkan siput pun sampai ke bahtera Nuh bukan karena ngebut, tapi karena tetap bergerak.
Jadi apa pun tujuan Anda karier, studi, atau mimpi besar yang masih disimpan di laci pegang teguh dengan konsisten dan patri sekuatnya dengan di las. Karena keberhasilan bukan tentang siapa yang paling berbakat, tapi siapa yang paling bertahan.
Dan kalau suatu saat Anda merasa lelah, ingat satu hal
Tujuan itu sudah dilas. Masa mau dipotong lagi? Capek, Boss. Konsistenlah...!!
Artificial Intelligence: Pandangan terhadap Chat-GPT
Artificial General Intelligence (AGI)
Penukaran Uang Jelang Hari Raya: Antara Tradisi, Ekonomi, dan Hukum Islam
Memahami Generasi: Baby Boomers hingga Generasi Alpha
Koding dan Kecerdasan Artifisial: Menjawab Tantangan dan Mengubah Mindset
